Minggu, 27 November 2016

Kekayaan untuk Berbagi pada yang Membutuhkan

Salam Sejahtera untuk kita semua...

Renungan di hari Ahad yang cerah & indah ini... 😇😇😇

APAKAH AKU SEPERTI INI ?*
😂😂

Ada seorang gadis menyewa rumah, bersebelahan dengan kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak, suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya!!!

Anak itu bertanya dengan risau : "Kakak ada lilin tidak....??? 

Gadis itu berfikir....?????!

Di benaknya sudah tertanam kata
"JANGAN PINJAMKAN" nanti jadi kebiasaan dan terus meminta.

Maka si gadis menjawab:
"TIDAK ADA"!!!!

Lallu si anak miskin berkata dengan riang , . .

Saya sudah duga ...... kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin."

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat ..........!!!!?

Dia telah salah menilai orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU

Sejatinya :🌹
Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang MEMBUTUHKAN.👌🌹🙏

Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA. 🙏

Hari ini kita berada diatas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita........

Aamiin.👍🏾                
       

* Tetap semangaaatttt..... dan jangan lupa selalu berbagi.....*

Sumber Viral WA

Jumat, 25 November 2016

Bagi Hasil di Warung Makan Padang

Selamat Siang Pak Hari....

Pak saya mau minta pencerahan dari Pak Hari nih... 

Pertanyaan saya adalah.

1.  Saya ada rencana untuk membagikan keuntungan dari usaha saya ke karyawan (yang masa kerjanya di atas 1 tahun).
Kira kira seperti apa ya bentuk pembagian keuntungan untuk karyawan.

Tentu saja saya harus bersikap adil dimana yang masa kerja lebih lama harus dapat proporsi lebih besar, juga jabatan yang disandang juga berpengaruh pada nilai yang diterima.

Prestasi, Loyalitas, Disiplin, Kinerja positif juga maunya diberikan reward dalam besarnya nilai yang diterima dan tentu juga secara kebalikan jika ada pelanggaran dan kinerja negatif juga akan mengurangi nilai yg diterima.

Mohon saran dan pencerahnnya.

Andi di Surabaya

Jawab

Bang Andi, belajar dari berbagai guru baik dari Praktisi yang sudah punya aset >10 T, atau yang pernah utang 200 M, dan dari berbagai Konsultan Motivasi dan Keuangan, ada 3 hal kenapa seseorang itu betah dan mau 'mati-matian' bekerja untuk kita
1.Apreciation (apresiasi)
2.Share vision (hope)/Visi bersama
3.Clear rule (aturan main yang jelas)

Dan uniknya, yang bersifat materi/uang, justru di urutan ke-6.

Adapun terkait dari penghargaan dalam bentuk uang, akan bijaksana jika sesuai dengan kebutuhan mereka, perlu digali kembali apa yang menjadi harapan mereka saat ini dan masa mendatang.

Jika ingin lebih bagus lagi, berikan mereka 'aset' intelektual seperti training/pendidikan/pengembangan diri/keterampilan yang relefan dengan bidang yang mereka geluti di usaha Anda hari ini.

Untuk investasi, kenapa tidak diberikan misalnya Reksadana pendapatan tetap/campuran/Reksadana saham.
Sehingga mereka akan punya investasi untuk hari tua-nya.

Misalkan, bapak ingin memberi mereka uang 1jt, diberikan dalam bentuk rekening di perusahaan Aset Management setiap bulan 100rb.
Tahun ke dua dan seterusnya, biar mereka yang lanjutkan.
Bisa 1jt, 2jt dst tergantung kebijakan perusahaan.

2. Kalau jumlah karyawan masih belum banyak (di bawah 25), apakah efektif kalau dibuat semacam koperasi karyawan?

Jawab

Saat mendirikan Koperasi, minimal adalah 20 orang, jadi jika Anda mau mendirikan koperasi secara legal formal sudah terpenuhi.

Tetapi agar efektif dan efisien di buat dulu Bisnis Plan nya, jika tidak Koperasi tersebut hanya akan jadi lembaga sosial an sich.

Seperti Kopsi (Koperasi Sehat Indonesia)-nya KOI (Komunitas Organik Indonesia), misalnya.

Mereka sudah ada demand dari anggota dan masyarakat umum serta perlu adanya sebuah wadah 'konsorsium' baik modal, pikiran, jaringan dll sehingga ketika ada kebutuhan anggota dan demand dari masyarakat tadi, bisa terpenuhi lewat koperasi.

Adapun ujung perjalanan koperasi adalah membuat anggota  dan masyarakat disekitar koperasi tersebut sejahtera.

3. Apa kiatnya jika ingin usaha tanpa harus mengalami sepi dulu?

Jawab

Teruslah berjualan dan bergerak.

Dua (2) tahun pertama dalam bisnis ada yang dinamakan Death valley trap (ini salah satu materi yang akan sy sharingkan di Kopdar KOI, Selasa 29 Nov 2016 M di Bali).

Dan ini yang harus kita lewati sebagai pebisnis.

Jika hari ini ada 2 Pilihan bisnis :
1. Bisnis berbasis produksi
2. Bisnis berbasis distribusi

Maka, saya menyarakan untuk Anda memilih yang terakhir.

Kenapa?

Karena resiko-nya hanya menjualkan saja, sementara yang pertama resiko di produksi dan distribusi, jadi ada 2 resiko.

Bagaimana jika masih sepi?

Rubah strategi dan upgrade ilmu.

Strateginya, kombinasi offline dan online serta coopetition (competition & cooperation), bekerja sama dengan pesaing Anda.

Untuk ilmunya sendiri selain memahami lingkaran penjualan (sales cycle) dan marketing, juga kuasai ilmu : Internet marketing, copy writing, public speaking, bussiness coaching, digital leadership, bussiness property dan aset management.

Untuk jawaban nomor satu, saya tambahkan

NB :

Bukan UKM-nya yang punya saham, tapi keuntungan yang akan di bagikan itu kita belikan 'saham' lewat Perusahaan Aset Manajemen, misalnya Danareksa, Bahana Aset manajemen, BNI Aset manajemen dll.

Jadi cukup setoran rutin 100rb per bulan dengan sistem auto invest.

Adapun minimum pembelian pertama bisa bervariasi dari 500rb hingga 1jt, tergantung MI (Manajer Investasi), kita sudah punya saham secara beramai-ramai.

Sederhananya, masyarakat Indonesia bersama-sama menempatkan dana yang dimiliki di satu tempat, lalu dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi yang berpengalaman dibidangnya.

Menurut Undang-Undang, Reksadana adalah 'wadah' yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam potofolio efek (sbi, obligasi,saham dll) oleh Manajer Investasi.

Untuk start up, bisa juga dibuat ala Warung Makan Padang sistemnya.

Selain dapat Gaji Tetap, walau kecil, mereka juga dapat bagi hasil, sehingga tidak ada saling iri-irian antara bagian cuci piring dengan bagian kasir/tukang masak nya.

Dan pembagian keuntungan tersebut dibagi setelah di kurangi biaya (profit, bukan revenue).

Konsekuensinya adalah jika rugi, ditanggung secara bersama-sama juga.
Misal setiap 3 bulan sekali dibuka berapa profit dr usaha tersebut.

Semoga manfaat!

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya











Kamis, 24 November 2016

3 Profesi Pilihan Para Nabi

"Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban melaksanakan fardhu-fardhu lainnya." ~ HR Thabrani dan Baihaqi, Dhaif, No. 985.



Jika kita pelajari profesi-profesi para Nabi dan Rasul, maka ada benang merah kesamaan secara umum yakni, 3B (Beternak, Bertani dan Berdagang), walau ada juga yang menjadi penguasa seperti Nabi Salaiman dan Nabi Yusuf AS.


Dalam konteks kekinian, maka 3 profesi di atas, layak kita pelajari dan kita amalkan.


1. Beternak 
Rasulullah Muhammad SAW, sebelum menjadi pedagang sukses adalah seorang penggembala kambing/domba.

Beliau belajar ketika usianya masih dini sekali, dan ibrohnya adalah ketika menggembalakan kambing/domba, selain mengajarkan kesabaran juga melatih sisi leadership.

Salah satu yang akan tetap kita butuhkan adalah protein hewani buat kehidupan kita, selain tentunya buat sarana berqurban.

Beternak merupakan profesi, yang jika kita tekuni akan membuat kita kaya raya.

Dan perlu diingat, untuk menjadi kaya raya kita haruslah berjama'ah.

Berapa banyak jika kita lihat hari ini orang-orang super kaya, mereka tidak sendirian tetapi berjejaring.

2. Bertani 
'Orang-orang muslim itu bersyirkah atau bekerja sama dalam 3 hal yakni Padang rumput, Air dan Api ~ HR Abu Daud No. 3745

Padang rumput hari ini adalah tempat kita bertani atau melakukan proses pertanian.
Dengan pertanian, kita bisa memastikan Kemandirian Pangan kita sendiri, lepas dari penjajahan ekonomi oleh asing dan aseng.

Dengan bertani, kita juga dituntut untuk melestarikan alam dan lingkungannya.
Bertani, baik pertanian tradisional atau pertanian modern hari ini, bisa membuat sebuah kemakmuran sebuah negara.

Kemampuan daya tahan pangan, akan membuat negara kita disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Untuk memulainya, tidak harus dari areal tanaman yang luas, tetapi dari pekarangan kita untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.
 

Misalnya bertani ala aquaponik dll.

Bertani juga mengajarkan kita untuk menerima apa adanya, belajar ikhlash setelah ikhtiar maksimal.

Dengan bertani, berarti kita sudah menghidupkan kehidupan.

3. Berdagang 
Sembilan dari 10 pintu rezeki dari berdagang.
Ini adalah hadits populer yang menjadi penyemangat kita untuk mandiri.

Jika dulu berdagang antar negara atau pulau, maka sekarang selain berdagang secara tradisional, juga memungkinkan berdagang borderless/tanpa halangan via digital.

Lewat teknologi internet, baik dalam skala yang kecil seperti online shop, maupun ekspor dan impor produk, barang atau jasa antar negara.

Kenapa ketika kita selesai shalat di suruh untuk bertebaran di muka bumi?
Karena ternyata wilayah level kelurahan atau kecamatan tidak cukup besar bagi pergerakan seorang muslim.

Bisa jadi pagi ini kita bertransaksi di Depok atau Jakarta, siang atau malamnya sudah bertransaksi di Singapura atau Turki dan seterusnya.

Mari kita mengikuti jejak para Nabi dan Rasul dengan mulai menjajal beternak, bertani dan berdagang, baik secara offline maupun online.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Training the Power of Money Management & Bussiness

KOI (Komunitas Organik Indonesia) Chapter Bali Present

Mohon bantu sebar..

Rule No. 1 : Never lose money
Rule No. 2 : Never forget rule No. 1 ~ Warren Buffet

*Kabar gembira bagi Anda yang ingin bertemu Penggerak Organik di Bali dan para pengusaha yang selama ini menggerakkan roda organisasi Komunitas Organik Indonesia 

Yuk segera daftarkan diri Anda dan rasakan Energi Positifnya !*

*KOI*
_"The Power of Money Management & Bussiness"_

Special Speaker from Jakarta:
Hari 'Soul' Putra www.P3KCheckUp.com
(Motivator Keuangan Indonesia, Pengasuh Rubrik Motivasi Keuangan Republika Online, Managing Director WealthFlow 19 Technology & Aktivis Gaya Hidup Keuangan Sehat)
 Selasa, 29 November 2016 M
⏰ 16.00 Wita
 Gapet Bali, Seminyak Kota Bali.

 Daftarkan diri anda ke:
Chef Albert : 0813 1010 2187

 Format Pendaftaran:
Nama lengkap-Bidang Usaha (keahlian)-No.HP
Contoh: Budi-Mini market/manajemen ritel modern-0818 1927 3984.

Fasilitas :
-Training
-Trading
-Networking

Ayo daftarkan diri Anda secepatnya sebelum pendaftaran ditutup.

Organized by KOI Bali


Rabu, 23 November 2016

Manajemen Keuangan Keluarga

Apakah Anda S.M.A.R.T dalam Memenej Keuangan Keluarga?


















Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#ManajemenKeuanganKeluarga
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Kamis, 17 November 2016

Kunci KAYA dari Anti Tesis Hukum Parkinson


Hidup kita hari ini adalah serangkaian pikiran, kebiasaan, langkah dari masa lalu.

Begitupun untuk sukses secara finansial dan menjadi kaya raya (lawan dari miskin raya) adalah sebuah rangkaian tindakan kita yang bekerja, menabung dan mengelola penghasilan dengan baik di masa lalu.

Menurut Hukum Parkinson (Parkinson Law yang ditemukan oleh Cyril Northcote Parkinson, Penulis dari Inggris) bahwasanya "Berapapun jumlah uang yang diperoleh seseorang, mereka cenderung lebih banyak menghabiskan dari pada menabungnya."

Dengan kata lain, semakin tinggi jabatan seseorang akan cenderung menaikkan gaya hidup dan keinginannya ketimbang kebutuhannya.

Konsekuensi terbalik dari Hukum Parkinson tersebut adalah :

1. Ketidaktergantungan keuangan berasal dari penyimpangan hukum Parkinson

Utang, takut tidak punya uang dan prustasi adalah akibat.

Solusinya adalah mencegah godaan menghamburkan uang sehingga bisa mengelola uang dengan bijak.

Jika kita bisa fokus pada sebab dan mengontrolnya maka kita mampu mengendalikan akibatnya.

Paradigma kita tentang uang akan menghasilkan sebuah kebiasaan, dari sana akan jadi sebuah karakter, dari karakter ini akan menjadi sebuah budaya buat diri pribadi, keluarga atau komunitas/organisasi.

2. Bertambahnya pengeluaran < Kenaikan pendapatan, dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.

Orang yang bijak dalam keuangan adalah orang yang menghitung semua pengeluarannya, dengan terlebih dahulu menyisihkan di awal untuk sedeqah, menabung dan investasi.

Jadi, jika Hukum Parkinson Ini lebih banyak diaplikasikan dalam bidang Manajemen Organisasi sesuai latar belakang penemunya, maka dalam bidang keuangan kita bisa meng-ATM-kannya.

Amati-Tiru-Modifikasi sebuah Teori atau Hukum tentang Kesejahteraan, lalu ambil yang positifnya saja.

Penyimpangan dari Hukum Parkinson ini akan membuat kita menuju jalan KAYA.

Mau menerapkan anti tesis Hukum Parkinson?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#KunciKayaHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Rabu, 16 November 2016

Kecukupan Rezeki

Ya Allah, bila rezekiku masih di langit, turunkanlah
Bila masih di bumi keluarkanlah
Bila masih jauh, dekatkanlah
Bila haram, sucikanlah
Bila sulit, mudahkanlah
Aamiin Aamiin Aamiin.... 


Sabtu, 12 November 2016

Rezeki Kecil Cukup, REZEKI BESAR Tambah Cukup


Ada sebuah fenomena di masyarakat bahwasanya banyak orang kaya yang takut miskin, bahkan di kalangan pengusaha batu bara ketika mereka hanya punya uang di tangan 1 M, mereka merasa hidupnya miskin sekali.
 
Sementara orang miskin tidak takut kaya, hanya mereka tidak pernah naik kelas dikarenakan persoalan mentalitas yang membelenggu mereka selama ini.

Jika ada pertanyaan, mana yang Anda akan pilih, biar kecil yang penting BERKAH atau biar besar asalkan berkah?
Tentu yang terakhir bukan, agar semakin kaya dan sejahtera Insya Allah semakin bertaqwa.
Aamiin..

Nantinya orang terdorong untuk menjadi kaya dan sejahtera dan setelah kaya serta sejahtera tersebut, tidak menjadi terikat oleh kekayaannya dikarenakan mereka suka bersedeqah atau beramal.

Hartanya Insya Allah menjadi saluran keberkahan bagi orang lain dan mereka Tahu-Paham-Sadar untuk mendayagunakannya.

Orang yang suka bersedeqah/beramal tersebut tidak akan menumpuk kekayaannya, karena mereka sadar di dalam harta mereka ada haknya orang lain.

Insya Allah keberkahan akan melingkupi negeri ini jika semua orang melaksanakannya, tentunya selagi tidak melanggar larangan dari  Allah SWT, misalkan tidak menggunakan riba dalam aktivitas bisnis dan kehidupannya.

Adapun keberkahan secara finansial meliputi dua aspek penting, yakni :

1. Aspek sosial

Tercukupinya pemenuhan diri dan keluarga dari leher ke bawah, artinya makan cukup, sandang terpenuhi, papan layak huni, olahraga teratur dan kebutuhan fisik lainnya.

Seseorang baik sebagai karyawan, pekerja mandiri, pebisnis ataupun sebagai investor dll mampu memerdekakan diri dan keluarganya dari kebutuhan-kebutuhan dunia tanpa adanya sebuah ikatan.

Dalam bahasa Hadits dikatakan, cukup letakkan dunia dan seluruh isinya di tangan, bukan di hati.

2. Aspek spiritual

Tercukupinya pemenuhan diri dari leher ke atas, artinya kecukupan intelektual, mental, emosional dan spiritual (Spirit dan Ritual) dengan nyaman.

Anda bisa dengan nyaman beribadah tanpa dihantui rasa was-was, dan ini merupakan kemerdekaan secara ruhani.

Setiap pengeluaran keuangan akan selalu memberikan manfaat sebesar-besarnya baik bagi kehidupan dunia dan akhirat. Dan tidak merasa sia-sia karena berVISIkan akhirat.
Menerima apapun kondisi dengan lapang dada. Dimana, ketika mendapatkan harta berlimpah digunakan untuk amal, tidak takut kehabisan harta dan tidak takut kehilangan.

Dalam kondisi lain, tidak lagi tergantung pada orang lain dalam menjemput rezeki, tetapi hanya bergantung kepada Allah SWT.

Bebas berbuat apa saja sesuai dengan norma keagamaan, tidak peduli apapun akibatnya terhadap rezeki, karir, bahkan kehidupan lainnya.

Dengan dua aspek inilah apapun bentuk rezekinya baik besar atau kecil selalu bersyukur dan bersabar.

Mari menjemput rezeki besar dan selalu merasa cukup!


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Jumat, 11 November 2016

Investasi INTAN apa investasi instan?


Banyak dari kita hari ini yang tergiur iming-iming hasil maksimal kerja minimal. Hari ini berinvestasi bulan depan langsung cair imbal hasil 10-30%.

Alih-alih ingin dapat untung maksimal yang ada setelah beberapa lama kemudian, uang yang kita inventasikan raib dibawa kabur oleh pengelola investasi tersebut.

Pola ini terus berulang dari waktu ke waktu, dari zaman ke zaman hingga hari ini. Sudah tidak terhitung banyaknya korban yang berjatuhan akibat investasi bodong tersebut.

Jika kita perhatikan untuk membuat mie instan saja perlu waktu yang tidak instan.

Berikut langkah detailnya :
1. Ambil korek api/korek api gas
2. Nyalakan kompor
3. Letakkan wajan/panci ke atas kompor
4. Masukkan air hingga mendidih
5. Buka bungkus mie, pisahkan bumbu-bumbunya
6. Rebus mie dengan air yang telah mendidih tadi
7. Setelah sudah cukup mengembang, tiriskan mie untuk beberapa menit
8. Setelah ditiriskan, bilaslah mie tersebut dengan air panas yang baru (bukan air panas sisa memasak mie agar lilinnya hilang)
9. Campurkan dengan bumbu-bumbunya
10. Aduk hingga merata
11. Jika masih akan menambah, ulangi proses di atas
12. Jika sudah selesai, matikan kompor
13. Selamat menikmati mie instan.

Untuk membuat mie instan saja perlu 13 langkah apalagi ingin mengembangbiakkan uang jerih payah dari hasil kerja kita sehari-hari.

Agar hasil investasi kita maksimal seperti layaknya INTAN yang berkilau, semakin di gosok semakin kinclong, maka lakukan 3 hal di bawah ini :

1. Apa tujuan kita berinvestasi

Ibarat sebuah perlombaan lari, tentulah ada sebuah garis finish yang akan kita tuju.
Begitupun dengan investasi, misalnya ingin menyekolahkan anak, naik haji atau punya dana pensiun di hari tua dll.
 
Starting with the end, berfikirlah dari akhir, karena dengan ini kita bisa mengukur kemampuan nafas investasi kita.

2. Kendaraan investasi apa yang kita gunakan

Jika menggunakan moda transportasi, apakah cukup naik sepeda untuk sampai ke tujuan, ataukah naik mobil pribadi, kereta atau pesawat.
Tentulah ada sebuah kendaraan atau sarana yang kita gunakan.
 
Setiap kendaraan akan menghasilkan sebuah konsekuensi.
Misalnya membeli emas atau menabung dengan format deposito akan berbeda dengan Anda membeli saham atau properti.
Pelajari kendaraan atau instrumen investasinya.

3. Kapan kita akan mengambil hasil investasi tersebut.

Namanya hasil investasi ya harus digunakan atau dinikmati.
Ada yang bisa dinikmati jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Jangan sampai karena tidak ada pencatatan yang rapih kita malah lupa kita pernah berinvestasi.

Idealnya adalah setiap tahun bersama Re-Solusi tahunan, kita evaluasi sudah sejauh mana investasi kita berkembang atau malah jalan di tempat.

Sudahkah Anda berinvestasi hari ini?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Rabu, 09 November 2016

Pengaturan Keuangan ala Mas Chairul Tanjung


 
Bagaimana agar manajemen keuangan yang baik bisa diterapkan pada usaha agar jadi sukses dan berkembang? 

Menurut pendiri dan CEO salah satu grup usaha media dan keuangan Chairul Tanjung atau yang biasa disapa dengan Mas CT, salah satunya adalah disiplin memutar uang.

Mas CT juga menyebutkan apa yang diistilahkannya dengan CT Way, di antaranya yaitu: memulai usaha dengan niat baik; membaca dan menangkap peluang yang ada; tidak menjadikan uang sebagai modal utama; membeli barang untuk kebutuhan masa depan dengan harga saat ini; menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran yang baik; selalu bekerja keras, pantang menyerah, detail, tidak kompromi terhadap hasil akhir, disiplin; menjadikan intuisi sebagai hal yang rasional, selalu mencari solusi dan bukan masalah; menggabungkan pragmatisme dan idealisme; serta mencari keberkahan Tuhan.

Lantas apa saja wujud dari CT Way yang bisa diterapkan untuk mengelola manajemen keuangan?

Berikut hal yang disarikan dari buku biografinya, Chairul Tanjung Si Anak Singkong (Tjahja Gunawan Diredja, Jakarta, Penerbit Kompas, 2012) :

1. Berdisiplin dalam memutar uang
Mas CT mengatakan bahwa usahanya bisa maju salah satunya karena ia disiplin memutar uang keuntungan usaha. Ia menyebutkan ada momen tak terlupakan ketika dia mendapatkan uang cukup besar saat kuliah di tahun 1981. Waktu itu ada buku kuliah yang biaya fotokopinya Rp500. Dia kemudian mencari tempat fotokopi murah dan dia bisa mendapat harga Rp150 per buku. Dia kemudian menawarkan buku tersebut kepada teman-temannya dengan harga Rp300.

100 teman kuliahnya ternyata mau membeli buku dengan harga lebih terjangkau tersebut. Dia mendapatkan untung Rp150 X 100 orang, yaitu Rp15 ribu. Dari keuntungan Rp15 ribu itu ia gunakan untuk memutar kembali modal sehingga uangnya terus berkembang.
Dia lantas mengembangkan usaha cetak fotokopi untuk buku diktat. Bukan hanya teman-teman kuliahnya, dosen-dosen pun mulai menjadi pelanggannya. Dari keuntungan Rp15 ribu, labanya terus meningkat menjadi puluhan ribu dan kemudian menjadi ratusan ribu rupiah (Ibid, hal 14).

2.  Menjadikan modal untuk menciptakan peluang  
Dengan perputaran modal yang makin besar, Mas CT berpikir bagaimana agar uang itu terus berkembang. Pada saat itu dia melihat ruang di bawah tangga kampusnya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang tidak terpakai. Dia melihat tempat tersebut ramai oleh lalu lalang mahasiswa. Dia berpikir kalau ruang di bawah tangga tersebut dijadikan tempat usaha bisa mendatangkan laba yang cukup baik. Usaha fotokopi adalah ide yang terlintas di pikirannya waktu itu. Daripada mondar-mandir ke tempat yang agak jauh untuk fotokopi murah, lebih baik Chairul membuka usaha di kampus (Ibid, hal 108).

3. Mengembangkan modal dengan mencari partner yang sesuai 
Jika Anda merasa belum cukup modal, Anda bisa mencari partner untuk berbagi usaha dengan sistem bagi hasil. Hal tersebut yang dilakukan Chairul Tanjung. Karena tidak punya mesin fotokopi, ia pun mencari partner untuk berbagi usaha.  

Dia menerapkan sistem bagi hasil dengan pengusaha fotokopi kenalannya. Setiap lembar fotokopi, Chairul akan mendapatkan Rp2,5 rupiah. Agar tidak dibohongi, dia mempelajari pengaturan mesin fotokopi dan bisa mengetahui berapa lembar kertas difotokopi hari itu. Dia pun tinggal meminta uang setoran tiap sore dan uang datang tanpa usaha yang berat (Ibid, hlm. 15).

Selain ketiga hal di atas, beliau juga selalu menekankan pentingnya untuk berbuat lebih dibandingkan dengan orang lain. Artinya adalah jika Anda ingin penggaturan keuangan dan manajemen keuangan berjalan baik, Anda juga perlu lebih berdisiplin dalam mengaturnya serta lebih tegas dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran. Jangan sampai keuntungan yang didapat terlanjur dinikmati sehingga lupa membesarkan usaha.

Sumber : Futuready.com di sesuaikan dengan bahasa blog HariSoulPutra.com 0815 1999 4916

Selasa, 08 November 2016

Belajar Keuangan ala Robin atau Ronin?


Pernah dengar Super Hero dari Amerika, Batman, manusia kalelawar sang penguasa kegelapan yang juga Pangeran Gotham City?

Jika Anda penyuka komik super hero tentulah tidak asing. Seorang petualang yang 'berguru'pada Asosiasi Pembunuh Bayaran. Alih-alih ingin mendapat pencerahan malah menemukan sendiri jati dirinya.
Jadilah beliau belajar dengan caranya sendiri.

Selain Batman ada Robin, pendamping Batman dalam menumpas kejahatan.
Uniknya Robin belajar sembari mendampingi Batman.

Dan ini sebuah pola pembelajaran experiential learning, belajar dengan mengalami langsung di lapangan.

Dalam konteks keuangan ada 3 jenis pola belajar keuangan :

1. Cara Batman (Belajar dengan langsung praktek) 
Merupakan proses yang sangat berarti dan sulit dilupakan dibandingkan belajar dengan hanya mendengarkan saja.
Ketika Anda ingin menjadi Pakar Keuangan, Anda tidak hanya belajar teorinya saja tetapi juga praktek.

Demikian juga seorang Pengusaha Sukses, mereka justru dibesarkan dengan belajar langsung praktek dengan merintis bisnisnya mulai dari kecil hingga berkembang.

Belajar ala Batman ini akan menguras waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena Trial and Error setelah itu Trial and Learning.

2. Cara Robin (Belajar dari mentor atau pembimbing)
 

Ini merupakan cara yang paling cepat dan mudah karena kita tidak perlu melakukan try and error (coba-coba).

Mentor kita bisa berasal dari konsultan keuangan, orang-orang sukses yang mau membantu kita, baik teman, saudara, ataupun orang lain.

Saya sendiri dalam belajar ilmu Motivasi perlu waktu 6 tahun layaknya Robin yang mendampingi Batman kemana pun beliau berada.

Dalam hal ilmu keuangan saya tetap sekali-kali mendampingi mentor saya selain berpraktek sebagai Motivator Keuangan Indonesia.

Jika belajar ala Batman perlu waktu yang cukup panjang, dengan belajar keuangan ala Robin bisa memangkas waktu setengah atau seperempatnya.

3. Cara Ronin (Belajar dari pengalaman)
 

Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin atau lebih dikenal sebagai Miyamoto Musashi adalah seorang ronin atau samurai pengembara atau samurai tanpa tuan.


Beliau lebih banyak belajar dari pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain.
Itulah sebabnya, orang bijak adalah orang yang ketika melakukan kesalahan, ia berusaha tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Kita juga bisa belajar dari kesuksesan atau kegagalan orang lain.

Jika Sun Tzu di Tiongkok yang ahli strategi perang hanya mendampingi sang Raja, maka Mushasi di Jepang ikut berperang ketika usianya 13 tahun.
 

Strategi perang inilah yang beliau terapkan hingga menelurkan Teori Lima Unsur Go Rin No Sho yang hingga sekarang menjadi buku wajibnya Sekolah Bisnis di Jepang sebagai Jawaban orang Jepang terhadap MBA Harvard.
 

Cara belajar ala Ronin ini benar-benar otodidak, jika tidak kuat akan tujuan kita belajar keuangan akan membuat orangnya prustasi.
Tetapi hebatnya ala Ronin ini jika berhasil akan menemukan hal baru yang di luar kebiasaan umumnya.

Cara belajar keuangan manakah yang akan Anda pilih?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#BelajarKeuangan
#KeuanganRobin
#KeuanganRonin
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Senin, 07 November 2016

Melihat Masalah Keuangan


Sebuah masalah akan terjadi ketika kita belum lebih besar dari masalah tersebut.

Cepat atau lambatnya sebuah masalah selesai bukan tergantung dari besar atau kecilnya masalah itu sendiri, namun tergantung bagaimana cara kita melihat masalah tersebut.

Misalkan dalam Pengaturan Keuangan, jika penghasilan kita sudah tergambarkan berapa rupiah per bulannya, maka pengeluaran pun seharusnya sudah bisa diprediksi.

Pun begitu sebaliknya, jika kita sudah tahu berapa pengeluaran bulanan kita, sementara pendapatan belum pasti tiap bulannya, maka tugas kita adalah membuat dana cadangan agar bulan ini dan seterusnya bisa membiayai pengeluaran bulanan kita tersebut.

Langkah selanjutnya adalah melakukan Tawakal Sempurna dan Usaha Maksimal dalam Irama Kerja Keras, kerja cerdas dan kerja ikhlash.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Minggu, 06 November 2016

Gerakan Kebangkitan Ekonomi Ummat


Kebangkitan ekonomi ummat di mulai dari Penguasaan Pasar-Pedagang-Paguyuban-Produsen-Pembeli. 

Dimulai dari Pola Pikir lalu menjadi Sikap Mental dan di lingkupi dengan Perilaku Keuangan yang Amanah.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia 
0815 1999 4916

Pasar mengikuti Sunnah Masjid



Rasulullah SAW bersabda : "Pasar mengikuti Sunnah Masjid, siapa dapat tempat duluan berhak duduk sampai dia berdiri dan kembali ke rumah atau menyelesaikan perdagangannya (Al Hindi,   Kans Al Ummal, V 488 No. 2688)

Bermain Kaya


Cara bermain seseorang dalam karir dan bisnisnya akan menentukan besar kecilnya pendapatan mereka.

Jika hari ini Anda bermain seperti orang miskin, walaupun berlimpah materi,maka di akhir kehidupan Anda akan tetap miskin.

Tetapi jika Anda hari ini terlihat biasa-biasa saja, dan Anda terus bermain seperti orang Kaya, Anda akan berakhir menjadi orang kaya.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#BermainKaya
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Sabtu, 05 November 2016

Cerdas finansial bagi pengusaha

Berbicara tentang para pengusaha (entrepreneur) seperti tidak akan ada habisnya. Selalu dan selalu ada kejutan, apalagi di era inovasi sekarang ini. Meminjam istilah Gede Prama, Inovasi atau Mati.

Artinya jika tidak ada inovasi, maka bisa dipastikan, sebuah perusahaan lama-lama akan menjadi dinosaurus dan punah ditelan zaman. Hanya akan menjadi catatan sejarah saja, salah satu contoh yang cukup fenomenal adalah brand Nokia. Dulu adalah raksasanya smartphone, tetapi hari ini inovasi sudah beralih ke teknologi berbasis android, dan untuk menjadi market leader, mungkin bisa tetapi perlu memulai dari TITIK NOL kembali.

Walau begitu, teknologi sehebat apapun dan inovasi terbaik sekalipun, jika tidak ditopang oleh sistem keuangan yang baik, maka siap-siap akan mengalami kepunahan.

Jika ada 4 pilihan dari bagian dalam sebuah bisnis, mana yang akan Anda pilih?
SDM/Sumber Daya Manusia (human resources), Produksi (production), Pemasaran dan penjualan (sales & marketing) ataukah Keuangan (finance)?

SDM/Sumber Daya Manusia, Produksi, Pemasaran dan penjualan itu penting dan tetapi jika jantungnya, yakni keuangan tidak Anda kuasai dan pahami, maka siap-siap akan ditipu oleh partner bisnis atau bawahan Anda. Untuk hal keuangan, seorang pengusaha ABSOLUT harus paham, sementara yang lainnya, bisa didelegasikan.

Paling tidak, Anda tidak harus tahu secara teknis teori akuntansi, tapi Anda WAJIB PAHAM bagaimana alur dan prosesnya, sehingga Anda tahu kapan harus ekspansi dan harus memotong bagian-bagian yang tidak produktif.

Cerdas keuangan bagi pengusaha bisa kita mulai belajar dari sebutir telur.

Kenapa harus telur?

Jika teori konvensional Investasi ada adagium yang mengatakan “Jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang, karena jika keranjangnya terbalik, maka semua telur tersebut akan pecah.”

Sementara cerdas finansial dari sebutir telur adalah harga telur tersebut. Semakin hari semakin menurun.

Sebelum krisis moneter tahun ‘97-‘98 di Jakarta, rata-rata harga 1 kg telur Rp 2.000, ketika pasar modal di Amerika sempat ambruk tahun 2008, 1 kg telur berharga Rp 7.500 sampai Rp 8.000, hari ini harga telor 1 kg di kisaran Rp 21 ribu.

Jika tahun ‘95-‘96 Anda punya uang Rp 100 ribu maka Anda bisa mendapatkan 50 kg telor, tahun 2008 dengan uang yang sama, Rp 100 ribu Anda hanya dapat 12,5-13,3 kg, hari ini Anda dapat 4,6-5 Kg.
 
Uangnya sama, sama-sama Rp 100 ribu dan telornya pun sama, berbentuk bulat, tetapi kenapa yang kita dapatkan berbeda?

Itulah yang dinamakan inflasi, sementara jika kita bandingkan dengan dinar (uang emas) yang abad ke-7 bisa membeli 1 kambing, hari ini pun tetap bisa membeli 1 kambing dan dirham (uang perak) yang bisa membeli 1 ayam, tetap bisa membeli 1 ayam.

Hanya dalam konteks keuangan modern, emas dan perak hanya menjadi alat hedging(lindung nilai), tidak menjadi alat bayar lagi, kecuali dibeberapa komunitas seperti Wakala Nusantara dan Dinar First.

Setelah kita paham tentang dasar uang, masih kah kita akan menabung dalam mata uang rupiah secara jangka panjang?

Hal selanjutnya adalah Strategi dalam mengelola uang, jika dalam dunia usaha kita harus memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha/perusahaan. Metodologinya adalah, yang pertama, Strategi Sejahtera(financial literacy) untuk keuangan perusahaan dan yang kedua adalah Strategi Hidup Sejahtera (money management) untuk keuangan pemilik perusahaan. 
Buat financial literacy, akan kita bahas dalam artikel tersendiri, sekarang mari kita fokus terlebih dahulu dengan money management.

Paling tidak ada 3 hal yang wajib dipahami oleh pemilik perusahaan agar cerdas secara finansial :

1.    Knowledge (jenis uang)
Apa itu uang?
Untuk memahami sejarah uang, silahkan Anda baca buku Jack Weatherford bagaimana proses terjadinya uang dari Fase 1 Tunai klasik (barter), Fase 2 Dwi metal/logam mulia (dinar/emas dan dirham/perak), Fase 3 Uang kertas dan Fase 4 dan 5 Uang kartu dan Uang elektronik.

Poin-nya adalah bahwasanya uang hanyalah sebuah IDE, ide yang dilaksanakan. Tinggal masalahnya ada ide yang baik dan ada ide yang buruk terhadap uang, sehingga nanti Anda akan mempelajari 3 jenis pendapatan : Biasa, Portofolio dan Pasif.

Di luar dari itu, konsep global dari uang apa yang kita kenal dengan nama PAD, bukan Pendapatan Asli Daerah, tetapi Proteksi, Akumulasi dan Distribusi. Kapan kita harus punya proteksi, kapan sudah harus menabung dan Investasi serta mempersiapkan untuk mendistribusikan uang kita.

Bagi para pengusaha, paling tidak ada 4 hal yang wajib dipunyai dalam money management ini, yakni uang hidup atau uang untuk hidup, berarti uang untuk keperluan sehari-hari. Sebagai seorang pengusaha, Anda wajib digaji atau dihargai sebelum menggaji atau menghargai karyawan Anda,pay your self first.

Metodenya bisa menggunakan persentase dari profit, artinya karena profit seorang pengusaha fluktuatif, maka target profit atau mengejar omset bisa menjadi patokan awal. Selanjutnya ada uang darurat atau bermakna juga uang proteksi atau uang jaga-jaga, lalu uang impian dan uang Investasi.

Dengan adanya 4 jenis uang ini: Uang Hidup, Uang Darurat, Uang Impian dan Uang Investasi, maka Anda tahu akan kemana alur keuangan seorang pebisnis atau pemilik bisnis (business owner).

2.    Skill (laba rugi)
Tidak ada yang namanya impas dalam kondisi nyata, kecuali di teori akuntansi.  Yang namanya impas mungkin iya secara keuangan, tetapi ketika Anda telah mengeluarkan tenaga, pikiran, penolakan oleh konsumen dll sebenarnya Anda lagi mengalami defisit secara intelektual.

Sehingga parameternya adalah Anda surplusatau minus! Untuk mengetahui Anda mengalami surplus (berlebih) atau minus(berkurang) adalah hitung pemasukan yang pasti bulanan Anda.

Sekarang Anda coba cek dari mana saja asalincome Anda, dan ini juga berlaku untuk karyawan Anda, yakni dari Gaji/gaji yang Anda tetapkan persentasenya (termasuk bonus dan THR), Fee atau honor, Komisi penjualan, Bagi hasil tabungan/deposito, Royalti atau karya intelektual, Keuntungan Investasi emas, Reksadana, Obligasi/Sukuk, Saham dll, Profit usaha yang dijalankan pihak lain dan seterusnya.

Hitung pemasukan dari yang pasti-pasti saja, dan ambil siklus bulanannya. Begitupun dengan menghitung pengeluaran rutin bulanan, mana saja yang menjadi kewajiban rutin dan kebutuhan (necessity) Anda.
 
Tinggal mengurangkannya, pemasukan di kurang pengeluaran, apakah surplus atau minus.
Adapun Rumus Alokasi Pemasukan adalah1234.

Maksudnya 1234 berarti persentase, yakni :
10 persen untuk Sosial (Zakat, Sedeqah, Infaq)
20 persen untuk Masa Depan (proteksi, menabung, Investasi)
30 persen uang Angsuran (bisa semakin kecil, jika profit meningkat)
40 persen uang Necessity (uang kebutuhan sehari-hari)

3.    Experience (Management By Amplop)
Mungkin ide MBA/Management By Amplop ini ide yang sudah tidak relevan lagi di tengah gencarnya rekening di bank, tetapi poin yang ingin saya sampaikan adalah membuat sebuah pembiasaan sehingga menjadi sebuah karakter diri Anda. Satu kata kuncinya adalah DISIPLIN.

Walau Anda hari ini sudah punya banyak rekening di sebuah bank, tanpa adanya sebuah disiplin terhadap uang Anda, maka fenomena banyaknya orang yang stres akibat salah dalam menggunakan kartu kredit akan menimpa Anda juga.

4 Langkah sederhana yang bisa Anda terapkan dalam MBA ini adalah ;
a.    Masukkan amplop uang yang sudah Anda alokasikan
b.    Lem yang kuat
c.    Beri nama alokasi di setiap amplop
d.    Buka amplop ketika membutuhkan, ingat KEBUTUHAN bukan KEINGINAN.
 
Godaan pasti akan menimpa Anda dalam beberapa hari ke depan ketika Anda mempraktekkan saran dari saya, tetapi jika Anda konsisten, paling tidak melewati 21 hari saja dan menjadi kebiasaan pada bulan-bulan berikutnya, Insya Allah Anda akan semakin SADAR akan uang Anda  

Selamat menjadi cerdas finansial!

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
   

Kamis, 03 November 2016

Menjadikan TUBUH sebagai ASET

Aset menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan aktiva dan pasiva, kekayaan atau modal.  Definisi umum yang kita pahami, bahwasanya aset adalah segala sesuatu yang kita miliki yang memiliki harga tertentu.

Ketika kita ditanya berapa aset atau harta kita, tentulah secara keuangan kita konversi ke dalam suatu bentuk, misalnya nilai uang. Makanya setiap tahun aset atau harta kita selalu berubah nilai uangnya, bisa naik atau turun, bergantung konversinya.

Jika saya sederhanakan lagi, aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke dalam kantong kita, artinya disebut aset ketika ada yang masuk ke dompet kita. misalnya, kita punya kulkas di rumah, dimana kulkas tersebut menghasilkan es batu dan es batu tersebut kita jual, berarti ada pemasukan ke kantong atau dompet kita.

Berbicara tubuh kita, saya jadi teringat pada Arnold Schwarzenegger, atlet binaragawan dan bintang film yang pernah jadi Gubernur di salah satu Negara bagian di Amrik sana. Sebelum pindah ke Amerika, Mr Arnold mendayagunakan fisiknya secara maksimal.  Dari sebuah desa kecil, beliau joging atau lari secara maksimal tiap hari untuk sebuah mimpi memiliki tubuh yang sehat dan indah.

Jadilah awalnya, tubuh Mr Arnold sebagai sebuah liabilitas, yang mengeluarkan uang dari dompet dikarenakan harus melakukan perawatan, dari mulai pola hidup sehat dengan mengonsumsi makan-makanan yang bergizi hingga suplemen yang mahal.
Sebuah pengorbanan akan selalu terbayar dengan sebuah hasil yang signifikan ketika ditekuni. Dari ikut lomba binaraga tingkat desa dan seterusnya hingga jadi seorang bintang film terkenal, menjadikan tubuh Arnold menjadi sebuah aset yang memasukkan uang ke kantongnya.

Begitupun dengan aset dalam diri kita, ada yang disebut aset otot dan aset lemak.
Masih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Lemak adalah pertama zat minyak yang melekat pada daging, gemuk. Kedua berarti sedap atau enak.

Artinya walau lemak bisa menghangatkan tubuh kita, tetapi jika terlalu banyak timbunan lemak dalam tubuh, akan mengakibatkan gangguan pada tubuh kita. Seperti yang mentor saya sering katakan, makanan berlemak tidak akan membuat Anda terserang stroke, kecuali Anda makan setiap hari.

Lemak dalam perspektif motivasi Keuangan, berarti aset lemak yang secukupnya saja kita punya, yang betul-betul kita butuhkan, misalnya barang-barang atau benda-benda yang menunjang aktivitas pekerjaan atau bisnis kita, misalnya kendaraan.

Yang kedua adalah aset otot. Otot adalah urat yg keras, mengotot atau berkeras hati, tidak mau mengalah, tegar hati. Dengan memiliki aset otot, kita akan bisa menghasilkan uang seperti yang Arnold lakukan. Dengan aset otot inilah yang harus kita perbanyak agar menjadi sebuah pemasukan, tentu dengan melihat kondisi tubuh kita masing-masing.

Tiga Bentuk Aset Otot
Saya membagi aset otot tersebut menjadi 3 bagian, yakni:

1. Fisik (Physic)
Aset otot berbentuk fisik berarti yang saya contohkan di atas.  Bisa saja aktivitas fisik yang melibatkan tubuh kita, misalnya para atlet sepakbola, bola basket dan lain sebagainya.
Apa yang membedakan antara pesepakbola negeri kita dengan pesepakbola tingkat dunia seperti Lionel Messi dan Ronaldo? Mereka sadar betul bagaimana mendayagunakan aset otot fisik mereka untuk menghasilkan pundi-pundi uangnya.

Padahal secara teknik, apa yang dikerjakan oleh pesepakbola negeri ini sama dengan pesepakbola tingkat dunia tersebut, sama-sama berkeringat di lapangan hijau dengan mengejar dan menendang si bola bundar.

2. Pengetahuan (Knowledge)
Aset otot berbentuk pengetahuan adalah sebuah aset yang akan terus meningkat.  Semakin langka sebuah ilmu atau pengetahuan, semakin mahal harganya.
Hari ini kita lihat fenomena 4G, gelombang ke 4 dalam bidang telekomunikasi.Hampir semua produsen atau provider telekomunikasi menawarkan paket 4G dengan berbagai kemudahannya. Tentulah royalti dari penemu tersebut, akan semakin meningkat jika semakin banyak yang menggunakan teknologi tersebut.

The Power of Knowledge (Kekuatan Pengetahuan), IT atau teknologi informasi adalah sebuah pengetahuan yang sangat mahal untuk dasawarsa terakhir ini. Dengan Anda memiliki aset otot pengetahuan yang dikolaborasikan dalam dunia industri dinamis maka Anda akan bisa meningkatkan pendapatan Anda secara signifikan.

3. Keterampilan (Skill)
Aset otot yang tidak kalah bagusnya adalah keterampilan. Berapa banyak lembaga sertifikasi negeri ini yang hadir untuk menyesuaikan kondisi zaman.

Ketika kita lulus dari bangku kuliah, ijazah yang kita punyai belum tentu menjadi daya tarik sebuah perusahaan untuk merekrut kita menjadi karyawannya. Masih diperlukan sebuah keterampilan yang mendukung dan sangat dibutuhkan sebuah industri.

Apa saja industri tersebut, bisa Anda cek di BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).  Dalam bidang pengembangan diri, para pengajar tradisional seperti guru, dosen dan pelatih di kampus-kampus tradisional secara uang, penghargaan mereka sangat kecil, bandingkan dengan para pengajar non formal seperti trainer, coach, mentor yang hidupnya bergerak dari satu seminar, kursus, pelatihan dan sebagainya. Keterampilan yang mereka ajarkan, hal-hal praktis dalam menghadapi hidup dan kehidupan.

Jika seorang dosen di kampus negeri terkenal di negeri ini mengantongi Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu per jamnya, sementara si trainer, coach dan sebagainya bisa mengantongi Rp 500 ribu tak terhingga per jamnya. Bahkan ada yang per jamnya dihargai Rp 150 juta sekali seminar.

Sama-sama ngajar dan berbagi, tetapi yang satu dihargai tinggi sekali, yang lainnya biasa saja. Kuncinya ada pada keterampilan yang merupakan aset otot.

Selamat memiliki dan memaksimalkan aset otot!



Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia