Sabtu, 25 Februari 2017

Hukum Memberi dan Menerima dalam Irama Pahala yang tidak terputus

"The more you Give, the more you will Receive"

Jika kita belajar dari Konsep LOA (Law of Attraction) maka secara sederhana, ada 3 langkah yang mesti kita lakukan :
1. Ask (meminta)
2. Believe (yakin)
3. Receive (menerima)

Melihat cara pandang LOA, maka Yakinnya kita karena ada "Tuhan" Alam Semesta yang kita yakini, padahal Alam Semesta adalah Makhluq Allah SWT juga, jadi ketimbang berTuhankan kepada Alam Semesta, lebih baik menuhankankan Sang Pencipta Alam Semesta.

Saya mencoba melihat dalam cara pandang berbeda dari Konsep LOA, jika di mulai dengan meminta, kecendrungan kita di posisi tangan di bawah, sementara jika kita memberi posisi tangan kita ada di atas.

Dalam Perspektif Tangan Di Atas, maka pokok kemuliaan manusia adalah Iman dan Amalnya.
Iman yang merupakan Fondasi dari segala tindak tanduk kita di muka bumi, sedangkan Amal adalah manifestasi dari perilaku iman dalam diri kita.

Proses berIman tentulah melewati proses panjang, karena iman itu sendiri adalah sesuatu yang ditanamkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan.

Dalam iman, mencakup juga amal, artinya kesadaran beramal adalah bukti iman seseorang.
Jika kita mengimani bahwasanya memberi itu akan mendapatkan 10 kebajikan, maka bukan Take and Give yang kita kerjakan, karena jika hitung-hitungan matematis seperti itu, yang ada hanyalah transaksi bisnis semata.

Berbeda dengan Give and Receive, dimana ketika kita Give, Do it Forget It, lakukan dan lupakan.

Bahwasanya kita akan mendapatkan 10 kebajikan, itu adalah Hak Prerogatif Allah SWT untuk memberikannya kepada kita, apakah langsung hari itu juga, lusa, bulan depan, tahun depan atau nanti di akhirat.

Tetapi janji Allah SWT itu pasti setelah kita beriman dan beramal,seperti terlihat dalam QS At Tiin ke-95 ayat 6, "Kecuali orang-orang beriman yang mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya."

Juga ketika kita di beri cobaan rasa sakit misalnya, dan kita redho selalu bersyukur atas cobaan itu, lalu kita bisa melewatinya, maka kita seperti orang yang terlahir kembali dari rahim ibunya dimana dosa-dosanya tergugurkan dan mendapatkan pahala sebagaimana saat ia melakukan kebaikan ketika sehat.

Mari kita luruskan niat kita dalam beramal semata mengharapkan redho Allah SWT dengan selalu memperbaharuinya.

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#HukumMemberiDanMenerimaDalamIramaPahalaYangTidakPernahTerputus
#GiveAndReceive
#7PendekarRajaWali
#KarakterPengusahaSejati
#MotivasiJituJadiAhliKeuanganPribadiDanKeuangaan
#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya
   

Jumat, 24 Februari 2017

Panjang Umur dan Kelapangan Rezeki

Salah satu hadits populer menyatakan bahwasanya ketika kita melakukan silaturrahim, maka kita akan dipanjangkan umurnya dan di lapangkan rezekinya

Secara kasat mata, jika kita bepergian maka otomatis terjadi pergerakan dalam darah kita, akibat bergejolaknya darah lalu menyebar di kaki hingga kepala kita.

Ketika bergerak Insya Allah sehat yang akan didapatkan, apalagi jika diimbangi dengan ketenangan pikiran dan hati kita.

Jika dengan sehat dalam irama kesyukuran bisa kita raih, ketika bertemu teman atau relasi kita, maka ide-ide dalam pembicaraan bisa lebih bermanfaat dan bermakna.

Dalam perjalanan hidup masa lalu kita, tentu ada saja orang-orang yang menjadi kenalan kita belum 'jadi' orang, hanya karena pernah kita pupuk rasa persaudaraan itu, bisa jadi ketika mereka sudah jadi 'orang besar' yang keingat adalah kita.

Artinya ada sebuah konektivitas dari jejak perjalanan hidup kita.

Dari tersambung kembalinya silaturrahim tersebut, biasanya akan mendatangkan ide-ide brilian untuk sebuah kelapangan rezeki.

Misalnya, saya pernah ketemu klien yang lagi bermasalah dengan utang-utang usahanya.
 
Dan salah satu jalan agar perusahaan tersebut tetap bisa beroperasi adalah dengan menginjeksikan modal dan meningkatkan profitnya.

Di lain waktu, ketika saya ketemu teman lama untuk sebuah keperluan, dimana teman lama saya tersebut lagi mencari perusahaan untuk disehatkan dengan sistem bagi hasil dalam bentuk penyertaan saham.

Dari hasil silaturrahim tersebut, saya bisa membantu klien saya yang lagi menunggu fresh money untuk usahanya, sementara teman lama saya bisa menjalankan program bantuannya dan saya pribadi dilibatkan untuk program penyehatan keuangan perusahaan.

Semua happy dan merasa tertolong tanpa ada sebuah rekayasa, dan ini benar-benar alami, Skenario dari Langit.

Hanya dari silaturrahim, kelapangan rezeki dari arah yang tidak kita sangka-sangka terjadi.


Cara Silaturrahim
Jika pertama kali kita melakukan silaturrahim akan dipandang curiga dan mereka yang kita kunjungi menganggap kita melakukan zero sum game, dimana kita bisa menang total 100% dan mereka kita kalahkan, maka jika kita lakukan 5x silaturrahim secara istiqomah maka kecurigaan itu perlahan-lahan akan sirna dan akan menghasikkan kemanfaatan bagi bersama.
Intinya adalah lakukan terus silaturrahim dengan tanpa ada rasa bosan dan putus asa.

Seni Rezeki dalam Penjualan
Dalam dunia penjualan alias salesmanship, Hukum Pareto atau hukum rata-rata 80:20 menjadi hal mutlak dilakukan.

Semakin sering kita presentasi atau menawarkan barang atau jasa kita, semakin memiliki peluang untuk closing, apalagi jika ditambah jam terbang yang sudah mumpuni.
Dari 100% yang kita Komunikasikan, 80% menolak ide kita, hanya 20% yang menerima.
Bisa juga menggunakan Formula Pola 10:5:3:1
 
Dari 10 orang cold prospek, ada 5 orang yang menjadi hot prospek kita, dari 5 ada 3 orang yang mau di ajak ketemu untuk kita presentasikan barang/jasa dagangan kita.
Dari 3 tersebut, akhirnya 1 yang closing untuk membeli produk atau jasa kita.
Seiiring dengan perjalanan waktu, ada 3 orang yang kita presentasikan, dan ketiga-tiganya itu membeli dari kita.

Dalam Seni Manajemen Rezeki, misalnya Sales A memulai dari angka 1, 2, 3, 4 dst, sementara Sales B dari angka 10, 9, 8, 7, dst.
Jika Angka 7 adalah Angka closing, maka Sales A perlu melewati 6 rintangan dulu baru bisa closing ke-7, sedangkan Sales B hanya perlu 3 langkah untuk bisa closing ke-7.
Tetapi secara jam terbang, yang lebih matang atau jago dalam Presentasi adalah Sales A, asal dia tidak putus asa saja atau berhenti di tengah jalan, Insya Allah Rezeki nya sama dengan Sales B.
Berapa banyak dari kita yang tidak sabaran dan ingin Sukses secara instan, padahal jatah sukses dan jatah gagal dalam kehidupan kita itu sama.
Tinggal ada yang menikmatinya Sekarang atau di masa depan.

Maka tugas kita adalah hanya menjalankan dalam Irama Tawakal Sempurna dan Usaha Maksimal.

Mari kita perbanyak Istighfar dan Silaturrahim agar umur kita semakin panjang dan rezeki kita dilapangkan.

Wallahu'alam...


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#PanjangUmurDanKelapanganRezeki
#7PendekarRajaWali
#KarakterPengusahaSejati
#MotivasiJituJadiAhliKeuanganPribadiDanKeuangaan
#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya
   

Jumat, 17 Februari 2017

15 Wisdom for Investor

1. Tetap memiliki penghasilan, walaupun kita sudah pensiun
2. Harus memiliki perusahaan sendiri yang mapan agar memberikan penghasilan rutin
3. Buatlah aturan : Pola hidup dan Pola pikir yang harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari (hiduplah semurah mungkin)
4. Jika komputer saja harus di upgrade tiap tahun, harusnya Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman di upgrade tiap bulan (selalulah belajar)
5. Buatlah target hidup dengan jelas, terperinci sampai ke detailnya (Cukup menantang, Dapat diukur secara kuantitatif, Ada patokan waktu dan Realistis-SMRT Method)
6. Kunci KAYA (Sabar, Gigih, Percaya diri, Bersedia menjadi kaya raya)
7. Kendalikan pengeluaran dengan menyusun target pengeluaran
8. Ketika peluang bisnis muncul, kita harus sudah siap dengan dana untuk modal investasi (menabunglah untuk uang investasi)
9. Carilah tambahan penghasilan yang memiliki sistem deret kali, bukan deret hitung
10. Aturlah kemudi pengeluaran dan selalu menyisihkan penghasilan secara rutin dan tertib untuk di tabung, lalu diinvestasikan
11. Korbankanlah pola pengeluaran Anda dan jangan pernah mengorbankan tabungan Anda
12. Selalu menyisihkan tabungan, sebagiannya dalam bentuk lain yang lebih produktif
13. Aturlah waktu Anda dengan bijak dan hindari kebiasaan kurang bermanfaat
14. Prinsip Kaya : Menyisihkan penghasilan, Menngendalikan pengeluaran, Memelihara hubungan dengan teman, serta Memelihara kesehatan
15. Jika ada : Penawaran gaji, Saham dan Pembagian keuntungan dalam bisnis/pekerjaan, hal ini layak untuk dipertimbangkan.

Siap untuk menjalankannya?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#15WisdomForInvestor
#7PendekarRajaWali
#KarakterPengusahaSejati
#MotivasiJituJadiAhliKeuanganPribadiDanKeuangaan
#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Rabu, 15 Februari 2017

7 Pendekar RajaWali

"Yang lebih penting bukan ukuran besarnya perusahaan yang akan dibentuk, melainkan bagaimana perusahaan itu akan dijalankan, siapa yang akan menjalankan, apa pengalaman orang yang akan menjalankan, bagaimana selama ini dia menjalani hidupnya/Mabit-Safar-Muamalah"


Ada 7 Pendekar RajaWali, ketika mereka baru menyelesaikan masa belajarnya di sebuah pegunungan terpencil, lalu mereka hidup dan bekerja di kota.

Sembari bekerja di beberapa perusahaan top dunia, mereka kerap berkumpul untuk saling berbagi dan bertukar pengalaman di tempat kerja serta latihan jurus beladiri agar tetap gesit dan berstamina prima.

Pada suatu hari, mereka melahirkan gagasan yang luar biasa. 

Salah satu dari mereka meninggalkan pekerjaannya sebagai Sales Manager, lalu membentuk sebuah Usaha Dagang dengan Modal Arisan dari 6 Pendekar RajaWali yang terus bekerja.
Setiap anggota mengeluarkan 15% modal, kecuali si mantan Sales Manager yang mengeluarkan 100% modal.

Besarnya saham di tentukan masing-masing 10% kecuali mantan Sales Manager yang mendapatkan 40% saham.

Sang mantan Sales Manager mendapatkan gaji di perusahaan baru ini sebesar 70%, lebih kecil 30% dari gaji sebelumnnya.

Usaha dagang itu kemudian melangkah mantap dan meraih keuntungan pada tahun kedua.
Sebelum meraih keuntungan di tahun kedua, perusahaan pertama ini tentu harus melewati DVT/Death Valley Trap alias Jurang dari Lembah Kematian.

Ketika masa-masa DVT, seluruh biaya-biaya yang menyangkut keluarga Pendekar Pertama menjadi tanggungan 6 Pendekar lainnya, agar Pendekar Pertama tetap Fokus dan Konsentrasi pada usaha dagangnya.
Walau begitu, Keluarga Pendekar Pertama ini tetap memiliki Prinsip : Hidup Semurah Mungkin.

Setelah itu mereka, 7 Pendekar RajaWali ini, memutuskan sudah waktunya mereka membentuk perusahaan kedua dengan menunjuk teman berikutnya untuk membentuk sebuah perusahaan bahan kimia bagi kebutuhan industri tekstil. 

Pada saat itu, teman yang satu ini menduduki jabatan R&D di sebuah perusahaan asing.
Kesepakatannya sama dengan sebelumnya, yaitu sang mantan R&D menerima saham sebesar 40% dan gaji sebesar 70% dari gaji sebelumnya.

Dengan pengalaman 4 tahun di R&D perusahaan asing itu, dia dapat mencampurkan beberapa bahan kimia yang mudah ditemukan di pasar menjadi sebuah bahan kimia campuran yang dapat di jual ke beberapa perusahaan tekstil.

Dua tahun berikutnya, Pendekar RajaWali ketiga dari tujuh pendekar RajaWali ini membentuk perusahaan ketiga.  Dan proses ini berlangsung terus menerus, begitu mengagumkan.
Setelah 20 tahun kemudian, mereka telah memiliki saham di 14 perusahaan, yang semuanya memberikan laba, dan mandiri.

Ketujuh Pendekar RajaWali itu saling memiliki, saling percaya, dan saling mendukung.
Mereka tidak hanya berkomitmen untuk Sukses di dunia saja, tetapi juga Sukses di akhirat.
Bagaimana dengan kita hari ini?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


(Sumber : L.Y Wiranaga, dengan sedikit perubahan)
#7PendekarRajaWali
#KarakterPengusahaSejati
#MotivasiJituJadiAhliKeuanganPribadiDanKeuangaan
#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang

Seri Pengelolaan keuangan Keluarga dan UMKM (Bagaimana melejitkan potensi keuangan buat pebisnis pemula dan menengah)

Buku Cerdas dan Cerdik mengelola Uang, di prolognya dikatakan "Uang bukan segala-segalanya, tetapi  segalanya tidak berjalan lancar tanpa adanya uang."

Darimanapun sumber uang entah dari bekerja ataupun berwirausaha tetap butuh pengelolaan dengan baik agar tidak kebobolan oleh nafsu belanja, iming-iming kemudahan berhutang di depan mata maupun inflasi.

Inilah buku Pengelolaan Keuangan yang cukup komprehensif.

Jarang buku yang mengupas buku keuangan pribadi dan keluarga maupun keuangan bisnis dalam satu topik, umumnya diulas dalam buku yang berlainan. 

Namun buku ini lain dan lebih beragam karena memuat 2 bagian yaitu bagian pertama tentang mengelola keuangan pribadi dan keluarga dan bagian kedua mengelola keuangan bisnis.
Membeli buku ini tentu saja lebih efisien  karena ”two in one ’ jadi ada 2 bahasan dalam satu buku.

Ketika pebisnis pemula pertama kali memulai usahanya, tentu bingung harus memulai dari mana pengelolaan keuangannya.

Setelah bisnis berjalan, ada saja masalah pengaturan keuangan. 
Mulai dari bercampurnya uang usaha dan uang pribadi, hingga mengalami defisit keuangan kronis. 

Buku ini memberi jawaban, bagaimana seharusnya pengelolaan keuangan dalam bisnis & seharusnya dilakukan secara benar.

Buku ini patut menjadi bacaan wajib bagi rumah tangga sekaligus pelaku usaha kecil dan menengah yang masih awam dan bingung bagaimana mengelola keuangan dan perlu hal yang simpel dan mudah dimengerti.

Istimewanya lagi masing-masing bab ada contoh kasus nyata dalam bentuk format tanya jawab, jadi tidak hanya sekedar wacana. 


Buku ini hadir sebagai salah satu panduan bagi mereka yang menginginkan kehidupan keuangan pribadi maupun bisnis yang lebih terencana, teratur dan bijak. Anda layak memiliki dan membacanya!

Buku Soft Cover dengan ketebalan 156 halaman dan ukuran buku 150 mm x 230 mm bisa didapatkan melalui Badii Online Shop dengan menghubungi via sms 0815 1999 4916 www.P3KcheckUp.com

Kamis, 09 Februari 2017

Karakter Pengusaha Sejati


Sahabat, apa yang akan Anda katakan ketika menerima sebuah tawaran dari mantan bawahan Anda, yang baru memulai bisnis dan bisnisnya belum besar?

Mayoritas tentu akan mengatakan, "Emang bisnis ente sudah besar, mau ngajak ane join!"

"Maaf dulu ya, sy belum berminat"

"Terima Kasih" dst...

Itu juga terjadi pada sebuah usaha yang di kelola oleh dua orang mantan karyawan sebuah perusahaan Direct Selling, ketika membuka usaha-nya pada tahun 1959 di Ada, Michigan, USA.

Orang pertama yang diajak bergabung adalah mantan bos-nya waktu di perusahaan Direct Selling tersebut, yang menjual suplemen makanan sehat.

Dan tidak tanggung-tanggung, posisi yang ditawarkannya adalah 1 level di bawah mereka, artinya akan menjadi orang pertama atau orang nomor SATU, di luar kedua orang owner tersebut

Singkat cerita, setelah puluhan tahun kemudian, usaha yang di rintis oleh dua orang mantan karyawan ini berkembang pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia.

Suatu hari, bos dua orang mantan karyawan ini datang dan mau bergabung ke perusahaan yang sudah berkembang pesat tadi.

"Apakah penawaran kalian 15 tahun silam masih berlaku untuk saya?

Ini pertanyaan yang berat, dan tidak semua orang bisa dengan lugas menjawabnya, apalagi hal ini ditanyakan ketika kedua orang mantan karyawan tersebut sudah kaya raya dan berlimpah harta.

Berapa banyak teman-teman kita datang ketika kita sudah SUKSES.
 
Dan tidak sedikit yang mencemooh kita, ketika kita masih dalam tahap merintis.

Tetapi disinilah kehebatan Seorang atau Duaorang Pengusaha Sejati tersebut, dengan lugasnya mereka menjawab, "Penawaran 15 tahun lalu tetap berlaku dan Anda tetap menjadi orang nomor satu setelah kami berdua"

Sahabat, seorang atau duaorang yang memiliki mental kaya dan karakter kaya, tidak akan takut miskin oleh keadaan.

Sukses tidaknya seseorang, bukan ditentukan oleh keadaan hari ini atau esok, tetapi oleh Mentalitas dan Karakter Kaya Sejati, karena dengan Karakter inilah orang akan respek pada Anda.

Dalam bahasa yang sederhana, ini adalah KEJUJURAN alias integritas, Walk of Talk, apa yang diucapkan itulah yang dikerjakan.

Terakhir, jangan takut miskin ketika Anda harus berbagi kepada orang lain, karena pada dasarnya, apa yang kita punyai hari ini, semuanya adalah TITIPAN.

Siap memulai bisnis dengan kejujuran?

Wallahu'alam...


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


Sumber (Sharing Prof Abdul Basith)

#KarakterPengusahaSejati
#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Selasa, 07 Februari 2017

Panggilan Terakhir KEUANGAN


Di Gate 14 Garuda dalam penerbangan ke Palembang, saya sering mendengarkan last call alias panggilan terakhir yang diserukan oleh bagian informasi Garuda.

Layaknya panggilan terakhir, maka orang yang dipanggil namanya akan bergegas, entah berlari atau berjalan lebih cepat dari biasanya.

Apalagi jika, panggilan tersebut sudah panggilan ke-3, artinya tidak akan ada panggilan ke-4 dst.

Saat itu, pintu pesawat akan di tutup dan Anda akan siap-siap ditinggal pesawat.
Konsekuensinya, Anda harus membeli tiket baru untuk mengikuti penerbangan berikutnya.

Dalam Perspektif Keuangan, panggilan terakhir ini ibarat Anda memasuki usia tidak produktif lagi, dimana harusnya Anda sudah duduk manis di dalam pesawat yang akan memberangkatkan ke pulau/tempat tujuan.

Maka panggilan terakhir merupakan isyarat, agar Anda sudah harus bersiap-siap.

Jika saya bagi menjadi 3 fase, maka panggilan ini akan melewati:

1. Panggilan Usia 30

Semakin tinggi usia biologis seseorang, harusnya semakin tinggi usia kematangan keuangan orang tersebut.

Tetapi apa yang kita lihat hari ini, rata-rata di usia 20, anak muda Generasi Milineal hari ini masih Kuliah dan baru di usia 22 tahun, lulus kuliah, normalnya.

Setelah lulus kuliah dan bekerja, baru mereka dihadapkan pada kenyataan hidup yang sesungguhnya.

Pola pengaturan keuangan mereka, hanya mengikuti naluriah seorang fresh graduate.

Harusnya, seseorang begitu mendapatkan income atau gaji pertama kali, yang menjadi fokusnya adalah bagaimana ujung perjalanan keuangan seorang karyawan, ketika sudah tidak bekerja atau produktif lagi.

Artinya, Anda sudah harus memikirkan kapan Anda akan berhenti alias pensiun.

Biaya persiapan pensiun inilah, yang harus Anda persiapkan.

Setelah itu baru Anda susun, mimpi atau harapan keuangan apa saja di usia 20-an tahun menuju usia 30.

Artinya ada waktu 8 tahun untuk Anda mempersiapkan benar-benar karir perjalanan keuangan Anda.

2. Panggilan Usia 40

Setelah 8 tahun berkarir secara konsisten, baik sebagai profesional atau entrepreneur, harusnya Anda sudah menikah atau paling tidak sudah memiliki aset, baik aset intelektual maupun aset material.

Dengan aset inilah, Anda semakin produktif menjalani mimpi keuangan Anda.

Jika seorang entrepreneur, maka Anda sudah melewati Death Valley Trap alias Jurang dari Lembah Kematian Usaha 2 tahun.
 
Harusnya, usaha Anda sudah bisa memberi hasil yang optimal buat diri dan keluarga.

Tapi sayangnya, di usia menuju 40-an banyak yang masih belum memperjelas dirinya, masih berproses mencari bentuk.

Jika NIAT (Starting with the End) nya sudah Anda miliki, maka KONSISTEN dan KOMITMEN adalah kata kunci yang harus Anda pegang.

Melakukan Deviasi atau Perubahan kecil untuk variasi boleh-boleh saja, selagi titik tumpu nya tidak berubah.

Misalnya Profesi sebagai Trainer atau Speaker, lalu menjadi Writer masih dalam 1 titik tumpu.

Dengan kesadaran inilah, ketika menuju usia 40, Anda sudah mantap dalam Karir dan Keuangan Anda.

Bagi Anda yang bekerja sebagai profesional, sudah tidak zamannya lagi menjadi kutu loncat, Anda harus masuk Financial Comfort Zone, tetapi secara pikiran Uncomfort Zone, karena hal-hal baru akan terus mewarnai hidup Anda.

Jadi, istilah Hidup Baru Di mulai di usia 40 akan Anda rasakan.

3. Panggilan Usia 50

Jika finish keuangan kita di usia 55 tahun, maka proses/fase panggillan terakhir kita di usia 50 tahun.

Alih-alih sudah menyiapkan Suksesi Pekerjaan, Anda malah belum sama sekali siap.

Banyak sekali di last call ini yang belum memutuskan, akan hidup seperti apa ketika masa pensiun nanti.

Jika Anda ingin bekerja/berusaha, bukan dikarenakan faktor keuangan, seperti Matshushita misalnya, maka itu adalah baik-baik saja, tetapi jika Anda bekerja/berusaha dikarenakan 

Faktor Kesulitan Keuangan, maka ini adalah Alarm Terakhir untuk Anda siap-siap mengalami Turbulensi Kehidupan.

Maka solusinya adalah Anda harus menyiapkan The A TEAM agar bisa menyeimbangkan Kondisi Fisik yang sudah tidak muda lagi.

The A Team inilah yang harus Anda cari yang akan menjadi leverage Anda menikmati hari-hari indah di usia pensiun.

Jika ke-3 hal di atas Anda indahkan, maka siap-siap Anda harus ganti pesawat yang belum tentu 'senyaman' pesawat yang Anda akan tumpangi sekarang.

Zaman terus berubah, dan fisik Anda akan dituntut menyesuaikan dengan kondisi zaman yang ada.

Siap menjalan Mimpi dan Karir Keuangan, tanpa harus mendengar panggilan terakhir?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Building Money Management & Business Skills



Jika Anda memiliki Mental Miskin, walaupun berlimpah materi, ujungnya akan tetap miskin.  Tapi, jika Anda memiliki Mental Kaya (abundance mentality), dan Anda bisa Disiplin untuk Hidup Semurah Mungkin, Insya Allah ujungnya akan menjadi Kaya atau Sejahtera.

Disiplin Bisnis dan Disiplin Keuangan merupakan Dua Hal yang harus Anda miliki di samping Disiplin Diri dan Disiplin dalam berAgama.  Dengan memahami disiplin dalam bisnis dan disiplin dalam keuangan, Insya Allah akan mengantarkan Anda menuju Kekayaan dan Kesejahteraan sebenarnya.

Jika kita memberi (giving), maka tantangannya adalah seikhlash mungkin, semakin tinggi ikhlash kita semakin baik.  Namun ketika kita melakukan sebuah aktivitas bisnis, maka harus se-DISIPLIN mungkin.

Disiplin inilah yang menjadi ruuh dari bisnis, tanpa itu bisnis akan jalan di tempat atau bahkan mengalami kematian.

Dalam aspek Money Management, ada 4 disiplin yang jika kita konsisten melakukannya, maka tidak saja bisnis atau usaha kita yang akan berkembang, tetapi diri kita pun akan mengalami pertumbuhan mental yang signifikan.

Banyak para pebisnis hanya ingin dilihat besar, tanpa memikirkan atau membangun KEKUATAN fondasi bisnisnya.  Dalam beberapa hal, ingin terlihat BESAR akan berbeda jalan hidupnya dengan terlihat KUAT.

Bagaimana membangun bisnis yang KUAT adalah PR terbesar para pengusaha dalam berbagai level.

Pintu untuk menjadi KUAT ini adalah di mulai dari memahami The Power of Money Management and Business.

Pelatihan The Power of Money Management and Business adalah untuk Memahami kekuatan uang, Memahami Formula Bisnis dan Menjalankan 3 hal yang harus di kuasai agar pemilik bisnis (business owner) melek keuangan.

MANFAAT
  • The Power of Money Management & Business adalah training yang bersifat pragmatis. Yang memadukan Pengetahuan dan Keterampilan dalam suasana belajar yang menyenangkan.
  • Peserta benar-benar terlibat dalam penguraian materi belajar, sehingga didapat pemahaman lebih mendalam.
  • Games dan simulasi keuangan membuat peserta tidak hanya belajar, juga terhibur lahir dan batin.

BENEFIT
  • Bagi peserta akan mendapatkan ilmu tentang Motivasi Keuangan serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari paska pelatihan
  • Bagi perusahaan memberikan bekal pengetahuan soft skill tentang meningkatkan Literasi Keuangan perusahaan yang dijalankan oleh peserta training
  • Menjadikan peserta training sebagai aset intelektual perusahaan untuk menghadapi persaingan usaha

METODOLOGI PELATIHAN
Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Studi Kasus, Ice breaker.

MATERI TRAINING

  • Apa itu uang?
  • History of Money
  • 4 modal dasar
  • Formula bisnis
  • Dari filosofi dagang ke filosofi bisnis
  • Business life cycle
  • Memahami melek keuangan
  • Pengelolaan keuangan
  • Inflasi dan cara menanggulanginya
  • Sikap mental pebisnis
  • Check Up harta
  • 3 hal yang harus di kuasai agar pemilik bisnis (business owner) melek keuangan
  • Tata kelola keuangan keluarga
  • Aset otot Vs Aset lemak
  • 4 mesin kecerdasan orang kaya




Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#BuildingMoneyManagement&BusinessSkills
#BraindingYourSelf&YourBusinessTraining
#KeuanganUntukTenagaPenjualan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya


Branding Your Self & Your Business Training





Apa yang dikenal oleh orang lain atau konsumen Anda, itulah jati diri Anda sebenarnya.

Jika saya sebutkan Kentucky, Gudang garam dan Sosro, tentulah di benak Anda akan tergambarkan Ayam Goreng, Rokok dan Teh Botol.

Iya, apa iya!

Padahal yang saya maksudkan, Kentucky adalah salah satu wilayah atau nama kota di Amerika, Gudang garam adalah benar-benar gudang yang isinya garam dan Sosro adalah nama Pak De teman saya di Jogjakarta.

Tetapi kenapa, ketika saya menyebutkan Kentucky, Gudang garam dan Sosro, yang muncul di benak Anda langsung Ayam Goreng, Rokok dan Teh Botol?

Itulah yang disebut The Power of Branding alias kekuatan sebuah Branding.

Ada yang masih mikir-mikir ketika di ucapkan nama sebuah merek, ini dinamakan Branding Call, ada juga yang begitu disebutkan nama merek tertentu langsung AHA, ini yang dinamakan Branding Top of Mind.


BRAND adalah MEREK yang telah menjalin ikatan EMOSI dengan konsumennya. Kalau sebuah MEREK sudah punya pelanggan maka dia jadi BRAND. Ilmu Selling menghasilkan pembeli. Ilmu Branding menghasilkan pelanggan

Misalnya saya bikin PRODUK. Produk saya memberi manfaat yang bisa dirasakan secara fisik. Lalu saya kasih MEREK sebagai nama produk. Saya buatin LOGO sebagai tanda atas manfaat produknya. Jadi kalau konsumen melihat MEREK dan LOGO itu dia bisa yakin bakal dapat manfaat fisiknya.

Contoh : PRODUK saya ayam goreng tepung. Manfaatnya enak dan mengenyangkan. Saya kasih merek KENTUCKY. Saya buatin logo KFC. Jadi kalau calon pembeli melihat MEREK dan LOGO KFC maka dia akan yakin bakal mendapat ayam goreng tepung yang enak dan mengenyangkan.

Contoh lain : Gudeg Yu Djum itu gak punya MEREK dan LOGO. Seperti bayi baru lahir belum dikasih nama maka dikasih nama IBUNYA oleh perawat.

Demikian juga dengan gudeg tanpa merek itu dikasih nama IBUNYA oleh konsumennya. Nama ibunya Yu Djum. Maka jadilah Gudeg Yu Djum. Karena gigitan pertamanya enak maka merek Yu Djum berproses menjadi BRAND (Referensi : Pak Bi).


Pelatihan BRANDING YOUR SELF adalah untuk Memahami siapa diri Anda, Ingin di kenal sebagai apa alias janji apa yang Anda ucapkan kepada orang lain atau konsumen Anda & Bagaimana membina hubungan dengan pelanggan Anda.

MANFAAT
  • Branding Your Self adalah training yang bersifat pragmatis. Yang memadukan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman trainernya.
  • Peserta benar-benar terlibat dalam penguraian materi belajar, sehingga didapat pemahaman lebih mendalam.
  • Games dan simulasi branding membuat peserta tidak hanya belajar, juga terhibur lahir dan batin.

BENEFIT
  • Bagi peserta akan mendapatkan ilmu tentang branding diri dan branding produk serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari paska pelatihan
  • Bagi perusahaan memberikan bekal pengetahuan soft skill tentang meningkatkan branding perusahaan yang dijalankan oleh peserta training
  • Menjadikan peserta training sebagai aset intelektual perusahaan untuk menghadapi persaingan usaha

METODOLOGI PELATIHAN
Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Studi Kasus, Ice breaker.

MATERI TRAINING
  • Apa itu bisnis?
  • Ilmu Bisnis = Ilmu Kehidupan
  • The World is Flat
  • Five Generation at work and play
  • Millennial Era
  • Marketing to Millennial Generation
  • NARKETING
  • Creativity
  • Branding
  • Added Value of Branding
  • Formula 5 Langkah dalam Branding
  • The Power of Character Building in Business
  • Personal Brand
  •  What is Your Brand? 
   
      Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916