Kamis, 23 November 2017

Generasi Milenial dalam Branding

"Jangan terjebak dalam Gaya Hidup Semu, tetapi Masuklah dengan Keimanan dalam Gaya Hidup Hakiki yang mengedepankan Akhirat" ~ Hari 'Soul' Putra


Sahabat, jika di sebutkan Kentucky, Gudang garam dan Sosro, tentulah di benak Anda akan tergambarkan Ayam Goreng, Rokok dan Teh Botol.

Iya, apa iya!

Padahal yang dimaksudkan, Kentucky adalah salah satu wilayah atau nama kota di Amerika, Gudang garam adalah benar-benar gudang yang isinya garam dan Sosro adalah nama Pak De Sosro di Jogjakarta.

Tetapi kenapa, ketika disebutkan Kentucky, Gudang garam dan Sosro, yang muncul di benak kita langsung Ayam Goreng, Rokok dan Teh Botol?

Itulah yang disebut The Power of Branding alias kekuatan sebuah Branding.

Menurut Guru Kami, Pak Bi (Subiakto Priosoedarsono), Pakar Branding Indonesia, Branding dari dulu hingga sekarang sama saja esensi-nya, hanya yang membedakannya adalah cara mengaktivasi-nya.

Tetapi masalahnya, jika kita sendiri masih bingung dengan 'branding' kita, bagaimana kita akan Memahami siapa diri Anda, Ingin di kenal sebagai apa alias janji apa yang Anda ucapkan kepada orang lain atau konsumen Anda & Bagaimana membina hubungan dengan pelanggan Anda dll.

Apalagi jika Target Market Anda hari ini adalah Generasi Y atau Generasi Milenial dan Generasi Z atau Generasi Neo Milenial.

Bagaimana menanamkan Branding Anda dalam benak mereka dan mengaktivasinya?

Yuk, simak Program KBI (Komunitas Bisnis Indonesia) di Radio Bina Swara Depok dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia).

Dengan Host Senior Radio Bina Swara, Bu Sonaria.

Jum'at, 24 November 2017 M

Pukul 10.00 Wib

http://www.binaswara.id

Atau bisa di dengar melalui 107,8 FM Depok, Jawa Barat

Download di Google Play Store :
Bina Swara FM


#GenerasiMilenialDalamBranding
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Rabu, 22 November 2017

Spiritual Finance dalam Bisnis

Sahabat, dengan adanya kita memiliki Dashboard Financial, Insya Allah akan memudahkan kita mengecek apakah pekan ini kita lagi menang apa kalah (Laporan Rugi Laba) dalam bisnis kita masing-masing.


Misalkan :
Pekan 1 Win
Pekan 2 Win
Pekan 3 Lose
Pekan ke-4, Misteri Illahi 
Jika berkaca dari DATA di atas, paling tidak SKOR Bisnis kita masih di atas angin, walaupun pekan ke-4 masih misteri.

Ibarat sebuah pertandingan sepakbola, kita akan paham posisi kita hari ini, pekan ini, tahun ini dst hingga kita bisa ambil sebuah keputusan berdasarkan data-data tersebut.

Sekarang, mari kita coba lihat dalam Perspektif SF/Spiritual Finance.

Adagium yang umum dalam SF, "Bisnis itu bukan sekedar Untung Rugi, tapi Syurga Neraka"

Kenapa bicara bisnis dan keuangan, di larikan ke Syurga Neraka?

Sering saya katakan, jika permainan sepakbola saja ada bahasa-nya, misal striker, gelandang serang, offside, penalty dst, apalagi bisnis dan keuangan.

Salah satu atau salah empat dari bahasa bisnis adalah Produk/produksi/jasa, Sumber daya manusia/SDM, Marketing, Keuangan.

Jika kita spesifikkan dari bahasa bisnis tersebut adalah keuangan (finance), maka jantungnya bisnis adalah keuangan.

Jantunglah yang memompakan darah bisnis (Baca : CASH), sehingga mengaliri seluruh persendian bisnis kita.
Tanpa adanya jantung, maka bisnis akan mati.

Walau hari ini, ada banyak bisnis tanpa jantung, apa yang sering kita sebut sebagai Zombie Company.

Perusahaan yang tetap 'hidup' dari mengandalkan FCF (Financing Cash Flow) alias Utang, hidup dari utang.
Pertanyaan-nya, mau sampai kapan hidup bagai Zombie (mayat hidup)?


Perlunya OCF Positif (+)

Kembali ke dashboard financial kita, secara matematika keuangan, tentu apa yang kita tulis di atas, itulah yang mencerminkan sejatinya kondisi keuangan perusahaan/usaha kita.

Tetapi apakah kita pernah berfikir lebih detail, jika menggunakan hitungan matematis di atas, itulah sejatinya usaha kita?


Mari saya bawa Anda ke alam Spiritual Finance.

Kita bisa menuliskan Skor Kemenangan kita ketika Penjualan lebih besar dari HPP/Harga Pokok Produksi (COGS), di kurangi Biaya umum (Expense), di kurangi Pajak.

Sehingga ketemu angka yang kita sebut Nett Profit alias CASH.

Misalkan Anda punya penjualan/sales 100, sementara seluruh total biaya Anda adalah 81, maka OCF +19.
Itulah sejatinya Performance Anda.

Beda jika OCF Anda Negatif, misalkan Penjualan Anda 100, sementara total biaya Anda 119, maka OCF -19.

Kembali ke alam Spiritual Finance.

Mari kita lihat lebih detail, jika penjualan kita dikarenakan kita menggunakan cara yang salah, katakanlah dengan menyuap, apakah masih bisa kita katakan kita mencetak skor menang?
 
Walau secara angka-angka, kita menang!

Disinilah masalahnya, ketika kita menghilangkan 3 kata dalam Laporan Keuangan kita, yakni :
1. Jujur
2. Tekun
3. Sabar
 
Maka sebenarnya, kita lagi menuju Kekalahan Sejati.
Karena, apa-apa yang kita lakukan, selalu berimbas pada sisi akhirat kita nantinya.

Pun begitu juga kebalikannya, jika sepertinya kita kalah dalam skor pertandingan bisnis kita, tapi sudah kita anggarkan buat Sedeqah Terstruktur misalkan, tanpa harus menunggu skor di papan pertandingan bisnis kita, paling tidak dalam skor Akhirat, kita sudah menang.

Memberi tanpa harus punya, itu lebih dahsyat ketimbang ketika kita sudah punya.

Makanya, beberapa perusahaan berbasis Spiritual Company, mereka sedeqah-nya di awal, bukan di akhir layaknya CSR (Corporate Social Responsibility).

Jadi, Spiritual Finance akan mendidik kita :
1. Bermain dengan bahasa bisnis secara benar
Membaca angka-angka dan menerapkannya dalam sebuah kebijakan
2. Jika kalah dalam bahasa bisnis, kita harus mengetahui-nya bahwa kekalahan tersebut, sudah menjadi konsekuensi dari apa yang kita telah lakukan.
Toh semuanya tinggal kita ulang
3. Membaca skor bisnis secara benar adalah mutlaq bagi seorang pebisnis.
 
Makanya memahami berat bisnis dengan neraca, tahu lagi menang atau kalah dalam satu lembar laporan keuangan, perlu kita membacanya tiap hari.

Di luar dari ke-3 hal di atas, Spiritual Finance memberikan energi positif untuk berbisnis dengan JUJUR, tanpa ada kejujuran maka di laporan keuangan akan menjadi angka-angka tanpa makna.

Wallahu'alam Bisshowab

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#SpiritualFinanceDalamBisnis
#CaraKerenMemahamiUang
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 09 November 2017

Generasi Milenial : Menabung dan Berinvestasilah agar menjadi Sejahtera

"Formula menjadi Sejahtera yang hakiki itu, selain adanya IMAN juga Istiqomah dalam Bagi (:), Tambah (+), Kali (x) dan Kurang (-) dalam irama Redho Allah SWT" ~ Hari 'Soul' Putra


Jika jum'at kemaren kita sudah membahas 3 kesalahan mendasar dari Generasi Milenial dan solusi praktisnya, yakni :
1. Kebiasaan kumpul-kumpul, sehingga tidak ada kesempatan untuk menabung, apalagi investasi
2. Ketersediaan sarana atau platform ekonomi berbagi (sharing economy) yang melenakan
3. Experiential learning
Cara baru Generasi Gadget ini menikmati hidup.

Maka kali ini kita akan membedah, Karir Keuangan seperti apa yang harusnya Generasi Milenial punyai, agar bisa menabung dan berinvestasi agar menjadi sejahtera.

Tentu, setiap person anak-anak jaman NOW akan berbeda Kebutuhan dan Keinginan-nya, tetapi umur mereka akan terus menanjak seiring waktu.

Hanya masalahnya, apakah semakin tinggi umur, aset mereka juga akan naik?

Ataukah malah kebalikannya?

Yuk, simak Program KBI (Komunitas Bisnis Indonesia) di Radio Bina Swara Depok dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia).

Dengan Host Senior Radio Bina Swara, Bu Sonaria.

Jum'at, 10 November 2017 M

Pukul 10.00 Wib

http://www.binaswara.id

Atau bisa di dengar melalui 107,8 FM Depok, Jawa Barat

Download di Google Play Store :
Bina Swara FM


#GenerasiMilenial
#MenabungDanBerinvestasilahAgarMenjadiSejahtera
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan