Minggu, 31 Desember 2017

Bisnis Berubah atau Punah?

Setelah kita membahas bagaimana punya Network tanpa Network (OPN), lalu punya Time tanpa Time (OPT), yang terakhir kita akan bahas bagaimana punya Uang tanpa Uang (Other People Money/OPM).



Seperti di Era Disrupsi hari ini dimana kita harus menyiapkan mental kita terhadap :
 
Punya kantor tanpa kantor
Punya mobil tanpa mobil
Punya resto tanpa resto
Punya bank tanpa bank
Punya duit tanpa cash

Misalnya Punya resto tanpa resto, artinya untuk membuka Restoran hari ini dan mendapatkan konsumen, kita tidak harus punya gedung atau ruko atau tempat yang strategis.
Cukup punya dapur yang bisa memasak makanan kita dan pasang GoFood dll.


Jadilah Restoran di rumah ala GoFood.

Sebegitu mudahnya untuk berusaha di zaman NOW.

Maka konsep Ekonomi Disrupsi hari ini dengan Sharing Economy adalah bisa punya uang tanpa uang.
 
Ini menandakan babak baru bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.
 
Tidak harus menggunakan modal yang besar, cukup menjadikan aset tidur kita menjadi aset produktif.

Pointnya adalah :
1. Prinsip Bagi Hasil
2. Prinsip Ekonomi Berbagi
3. Prinsip Jangan Monopoli

Mari kita bahas satu demi satu sembari menyeruput teh nikmat di pagi hari.

1. Prinsip Bagi Hasil
Selama ini, kita sering di ninabobokkan oleh iming-iming bagi hasil tanpa harus berbagi resiko secara nyata.
Cukup setor dana Rp 1jt, maka Anda akan mendapatkan bagi hasil 10% tiap bulan, jadi Rp 1,1Jt.
Menarik?
Iya, sangat menarik.
 
Dan berapa banyak masyarakat kita, mulai dari level grassroot hingga para pejabat dengan iming-iming di atas menjadi korbannya.
Mulai dari angka ratusan ribu, hingga jutaan dan miliaran.
Mereka menancapkan sebuah DATA dan FAKTA yang NYATA, artinya pola di atas bekerja.
Hanya yang tidak disadari, pola 'yang bekerja' ini, semuanya bersifat SEMU.
 
Inti-nya uang investor juga yang dipake buat 'bagi hasil semu' tadi, dari 'investor' selanjutnya (downline).
Jadi bagi hasil yang saya maksud adalah siap berbagi untung dan siap berbagi rugi.
Bukan dengan pola riba kapitalistik hari ini.

2. Prinsip Ekonomi Berbagi
Ketika ekonomi berbagi di gerakkan oleh kumpulan orang yang bersyirkah (berkongsi), maka semua aset, baik tangible maupun intangible disatukan dan bisa menggerakkan aset-aset tidur yang tidak produktif.
Atau yang selama ini jadi beban/liabiliti, bisa menjadi produktif.

Intinya siap berbagi kue untung dengan orang lain.
Ketika sudah bersyirkah, maka lakukanlah dengan totalitas, agar usahanya bisa berkesinambungan, untung dan berkah tentunya.

3. Prinsip jangan monopoli
Setelah untung, disinilah point pamungkasnya, jangan serakah.
Alirkan lagi keuntungan tersebut kepada yang membutuhkan, karena di sebagian harta kita ada hak orang lain.

Berapa banyak yang saya lihat para pebisnis yang jatuh karena terlalu rakus alias serakah.
Inginnya, semua keuntungan di makan sendiri.
 
Padahal ketika kita mengajak orang lain, berarti keluarganya juga ikut mendo'akan bisnis kita bersama agar sukses.
Paling tidak kita punya panduan dalam meneruskan bisnis kita atau tidak.
Jadi, jika kita ingin bisnis kita berubah, lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan cari partner atau investor yang mau di ajak kerja sama.



Siap Bisnis kita Berubah?

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#BisnisBerubah
#Pemberdaya
#FundamentalBisnis
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
_______________________________

Note :

Workshop “Business Fundamental”  Depok akan jadi Pembuka tahun 2018.


Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 11 & 25 Januari, 8 & 22 Februari 2018 M
🕐 09.00 Wib - 12.00 Wib
🏠 Perkantoran Apartemen Taman Melati Lt. 5
Jl. Margonda Raya No. 525 A (samping Tugu Selamat Datang), Kota Depok.

Investasi Rp 650.000 per sesi

Atau Dapat HADIAH menjadi Rp 2.300.000 untuk 4x Pertemuan.

DAFTARKAN DIRI ANDA
Untuk Pendaftaran dan Info lainnya:

📞 : Narahubung :
Bu Tunjung 0812 9100 1570.

Hotline  :  +62 815 1999 4916
Email      : wealthflow19@p3kcheckup.com 
Website : www.P3KCheckUp.com

Jumat, 29 Desember 2017

Superman Vs Superteam bagi Pebisnis



Di artikel yang lalu, saya sudah membahas OPN (Other People Network) sebagai Success Leverage bagi pebisnis.

Sekarang mari kita lanjutkan dengan pembahasan OPT (Other People Time).


SWAT SQUAD

Waktu itu ibarat Pedang, itu yang dikatakan Al Imam Asy Syafi'i Rahimahullah, jika kita tidak menebasnya maka dialah yang akan menebas kita.

Dalam bahasa Keuangan, ada istilah ASET, dimana jika bukan dia yang memberi makan kita, maka kita dimakan aset tersebut.

Misalnya, kendaraan mobil. Jika mobil dikatakan aset (walau dalam konteks petugas pajak, pastilah itu aset, entah mendapatkannya dengan cara kredit atau cash), maka pertanyaan adalah apakah dengan mobil tersebut bisa memasukkan uang ke kantong kita (memberi kita makan) ataukah mobil tersebut justru mengeluarkan uang dari kantong kita (yang makan kita)?

Dalam konteks waktu tadi, maka 24 jam sehari semalam, 7 hari dalam sepekan, 30 hari dalam sebulan, 365 dalam setahun, apakah waktu tersebut kita gunakan untuk kebaikan ataukah kesia-siaan.

Bagi pebisnis, waktu yang berdetak tiap detik tentulah sangat berharga sekali.

Jika waktu bisa bertambah jadi 25 jam sehari semalam, tentulah akan di beli oleh mereka.

Betapa berharganya waktu tersebut.

Tapi masalahnya, tiap orang cuma di jatahi 24 jam.

Sehingga, solusinya adalah dengan memiliki tim yang hebat.

Seperti apa tim yang hebat itu?

Kalo dulu seseorang dikatakan hebat jika bisa seperti Superman, manusia super yang bisa segala-galanya.



Tapi hari ini, Superman tidak bisa kerja sedirian dikarenakan permasalahan dunia semakin kompleks, sehingga muncullah Superteam bernama Justice League, kumpulan Super Hero yang menjadi penyelamat bumi.



Itu kan di dunia fiksi!

Bagaimana dengan dunia non fiksi-nya alias dunia realitas?

Sama saja, seorang leader tentulah harus memiliki tim yang kuat, bahu membahu, bersinergi dalam irama saling mensupport.

Disinilah wilayah OPT bermain.

Siapa saja tim yang hebat itu?

Pertama, orang yang memiliki keterampilan berhubungan dengan orang lain.
Suka tidak suka, jika hari ini Anda menjadi Ahli dalam bidang tertentu, misalnya akunting, maka itu belum cukup, masih diperlukan keterampilan lain, yakni teknik berhubungan dengan orang dan mempersuasi orang lain.
Karena itulah sejatinya keterampilan komunikasi.

Tanpa itu, maka ide atau gagasan Anda, akan mentok di meja Anda saja tanpa bisa orang lain lihat kemanfaatannya.

Kedua, partner kerja yang berkualitas.
Bisa jadi bisnis kita hanya berputar dari A ke B, bolak balik saja, dengan adanya partner kerja yang berkualitas, maka bisa jadi muncul Bisnis C, D, E dst.

Ketiga. Konsultan yang berpengalaman.
Bedanya alumni perguruan tinggi fresh graduate dengan praktisi yang mungkin hanya tamat SMA tapi berpengalaman adalah jam terbang atau pengalaman dan prestasi-nya.

Konsultan adalah orang yang ahli, baik sebagai pakar atau sebagai praktisi.

Adapun gelar dan sertifikasi profesi hanyalah pelengkap dari kredibilitasnya.

Tetapi yang paling esensi adalah sejauh mana dia sudah berpengalaman dan bisa membuat sesuatu yang rumit jadi sederhana serta bisa diaplikasikannya.

Keempat, advisor/penasehat yang memberikan advice-nya berbasis data.
Para pembisik bisnis hari ini, haruslah berbasis data.
Baik data primer maupun sekunder, sehingga setiap pengambilan keputusan oleh Business Owner, selalu bisa diukur validasinya.

Kelima, SDM yang profesional
Cara paling gampang untuk menjalankan bisnis adalah dengan membajak SDM Profesional dari bisnis sejenis.

Tetapi, kita juga harus siap ditinggalkan jika mereka ada tawaran yang lebih dari kompetitor Anda.



Terakhir, agar waktu Anda bisa berkali-kali lipat didayagunakan, maka kuncinya :
1. Talent Anda harus punya daya percepatan membangun bisnis
2. Talent Anda tahu apa yang harus dikerjakan
3. Talent yang bisa membantu kita, mengajari kita, produktif dan inovatif serta bisa membuat sesuatu yang rumit jadi sederhana.

Ibarat pesawat terbang, jika talent Anda sudah melakukannya sesuai SOP, maka Business Owner tinggal sesekali mengontrol-nya agar pesawat bisnis Anda sesuai melewati track yang ada.

Selamat Mencari Superteam?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#SuccessLeverage
#Pemberdaya
#FundamentalBisnis
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

_______________________________

Note :

Workshop “Business Fundamental”  Depok akan jadi Pembuka tahun 2018.


Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 11 & 25 Januari, 8 & 22 Februari 2018 M
🕐 09.00 Wib - 12.00 Wib
🏠 Perkantoran Apartemen Taman Melati Lt. 5
Jl. Margonda Raya No. 525 A (samping Tugu Selamat Datang), Kota Depok.

Investasi Rp 650.000 per sesi

Atau Dapat HADIAH menjadi Rp 2.300.000 untuk 4x Pertemuan.

DAFTARKAN DIRI ANDA
Untuk Pendaftaran dan Info lainnya:

📞 : Narahubung :
Bu Tunjung 0812 9100 1570.

Hotline  :  +62 815 1999 4916
Email      : wealthflow19@p3kcheckup.com 
Website : www.P3KCheckUp.com

Ekonomi Kreatif berbasis Kearifan Lokal



"Jika di tahun 2018 pendulum bangsa menuju Leisure Ekonomi, maka Ekonomi Kreatif-lah yang akan menjadi fondasinya " ~ Hari 'Soul' Putra




Sahabat, hari ini pemerintah menggalakkan 16 bidang ekonomi kreatif, yang salah satunya adalah CRAFT.
Dan hari ini, Craft tidak semata produk yang terlihat, tapi memberikan sebuah pengalaman bagi yang menggunakan dan merasakannya.

Untuk itu, Komunitas Bisnis Indonesia, pagi ini mengundang Narasumber Tamu spesial yang akan berbagi bagaimana melihat Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Kearifan Lokal.

Sekaligus sebuah refleksi dalam menyambut tahun 2018, Digital Economy & Leisure Economy.

Untuk lebih jelasnya, Yuk, simak Program KBI (Komunitas Bisnis Indonesia) di Radio Bina Swara Depok dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia).


Jum'at, 92 Desember 2017 M

Pukul 10.00 Wib

Dengan Bintang Tamu : Ibu Sri Alderina (Ketua Komunitas Crafter Depok)

Yang akan dipandu oleh Host Senior Radio Bina Swara, Bu Sonaria.


Atau bisa di dengar melalui 107,8 FM Depok, Jawa Barat

Download di Google Play Store :
Bina Swara FM


#EkonomiKreatif
#KearifanLokal
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Kamis, 28 Desember 2017

Success Leverage buat Pebisnis



Tadi pagi saya lewat kolam pemancingan ikan di bilangan Jakarta Selatan.

Kalau pagi memang terlihat sepi, tetapi mendekati sore hingga malam, semakin banyak para mancing maniak yang berdatangan, tidak hanya seputaran Jakarta Selatan, tetapi juga dari Depok, Jawa Barat yang langsung berbatasan.

 



Saya jadi ingat kata-kata teman saya, jika ingin mendapatkan Ikan Paus, mancingnya jangan di empang, apalagi selokan.


Tapi, mancing atau carilah di lautan bebas. Karena disanalah Ikan Paus tersebut berada.

Memang tidak banyak yang berani mengambil resiko tersebut, selain butuh keterampilan khusus, juga butuh support system yang memadai.

Tetapi jika Anda penyuka ikan bawal, ikan lele, ikan emas, datanglah ke pasar atau datanglah ke pemancingan ikan, karena disanalah bisa dipastikan para ikan berkumpul.

Dalam dunia bisnis, ketika kita sudah tahu tempat atau pasar kita, maka kesanalah kita pergi.

Jika Anda tipe orang yang rajin membangun kepercayaan (trust building), tidak ada salahnya Anda buat kolam atau pemancingan sendiri.

Memang butuh waktu, tetapi dari hari ke hari, kolam Anda akan berisi 'ikan-ikan' yang siap di panen.

Panennya tidak sekali, tetapi terus menerus asal Anda juga rajin merawatnya.

Tapi bagaimana, jika Anda bukan tipe Network Builder alias pembangun jaringan, maka solusinya adalah lakukan OPN.

Apa itu OPN?


OPN merupakan singkatan dari Other People Network alias bersinergi dengan menggunakan jaringan orang lain.

Anda mungkin butuh 'ikan-ikan' tersebut, tetapi Anda tidak harus memilikinya.

Cukup bekerja sama dengan si pemilik kolam atau pemancingan tersebut, maka setidaknya Anda sudah 'memiliki' kolam atau pemancingan tersebut.

Karena pada dasarnya, menangkap 100 ikan dalam kolam atau pemancingan, lebih mudah daripada menangkap 1.000 ikan dalam danau yang luas.

Tinggal masalahnya, bagaimana meyakinkan si pemilik kolam atau pemancingan tersebut untuk bersinergi dengan kita.


Kata Kunci-nya KOMUNIKASI

Jika Anda bisa berkomunikasi dengan baik terhadap beberapa pemilik kolam, maka kesuksesan sudah di depan mata.

Kenapa harus melakukan komunikasi?

Karena lewat jalur tersebut, Anda bisa saling mendapatkan keuntungan secara bersama.

Hari ini, setiap masalah selalu ada jalan keluar, tinggal melihat NICHE-nya apa.

Beberapa teman saya sesama Pemberdaya Bisnis, menjadikan dirinya sebagai Content & Character Development.

Ada yang masuk ke media konvensional seperti koran dan majalah, ada juga yang bersinergi dengan beberapa pemilik 'kolam komunitas' baik secara offline atau online.

Ketika mereka memberikan content yang dibutuhkan oleh para pemilik komunitas tersebut, maka dipastikan, mereka secara tidak langsung menjadi shareholder-nya.

Jika Anda masih bingung menentukan kolam pemancingan Anda, ada baiknya Anda menjawab 2 pertanyaan berikut :

1. Siapa target market bisnis Anda?
Satu kalimat kunci-nya yakni : "Satu bulan ke depan, apakah calon customer Anda akan membeli atau tidak"

2. Jaringan siapa yang hari ini menyentuh target market Anda?
Jika pertanyaan pertama sudah terjawab, maka akan mudah mensinkronisasi jawaban kedua.

Silahkan merenungkan jawabannya, syukur-syukur Anda mengembangkannya menjadi lembar questioner kepada rekan-rekan Anda.

Selamat Berkreatifitas!


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#SuccessLeverage
#Pemberdaya
#FundamentalBisnis
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan




_______________________________



Note :

Workshop “Business Fundamental”  Depok akan jadi Pembuka tahun 2018.


Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 11 & 25 Januari, 8 & 22 Februari 2018 M
🕐 09.00 Wib - 12.00 Wib
🏠 Perkantoran Apartemen Taman Melati Lt. 5
Jl. Margonda Raya No. 525 A (samping Tugu Selamat Datang), Kota Depok.

Investasi Rp 650.000 per sesi

Atau Dapat HADIAH menjadi Rp 2.300.000 untuk 4x Pertemuan.

DAFTARKAN DIRI ANDA
Untuk Pendaftaran dan Info lainnya:

📞 : Narahubung :
Bu Tunjung 0812 9100 1570.

Hotline  :  +62 815 1999 4916
Email      : wealthflow19@p3kcheckup.com 
Website : www.P3KCheckUp.com

Rabu, 27 Desember 2017

Positioning Sejati kita apa di dunia ini?



Jika Sukses adalah kombinasi Keimanan dan Strategi, maka peganglah keimanan, karena Iman-lah yang akan membawa Sukses yang Abadi.


Bahwasanya dalam menapaki IMAN kita akan menemukan jalan terjal dan berliku dimana di ujung-nya ada pedang yang sewaktu-waktu menikam kita, itu adalah konsekuensi yang akan kita temui.

Karena dasarnya, hidup dan kehidupan kita tidak bebas dari kesulitan, godaan dan persoalan.

Sebagai Muslim, jelas ujung-nya adalah Husnul Khotimah, 


dimana kebahagiaan hakiki itu, akan kita dapatkan setelah kita berjuang dengan penuh ketawakkal-an dan kesabaran.

 



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu' Alaihi wa Sallam bersabda, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : Sedekah jariyah, Ilmu yang dimanfaatkan, atau Do'a anak yang sholeh dan sholehah" (HR Muslim no 1631)


Paling tidak, sederhananya kita memahami hadits di atas :

1. Jadilah orang kaya, yang dengan harta dan kekayaannya itu akan sering-sering bisa bersedeqah buat sesama.

Karena dengan kekayaan tersebut, akan membawa kita menuju syurga-nya, Allah SWT.

Beberapa Sahabat Nabi SAW seperti Umar Ibn Al Khattab RA, Utsman Ibn Affan RA, dan Abdurrahman Ibn Auf RA, semakin mereka kaya raya, semakin mereka bertaqwa.
Bahkan mereka adalah 10 Sahabat yang dijamin masuk syurga.

Bahkan, kekayaan peninggalan 'Sumur Utsman RA' di Saudi Arabiyah, hingga kini masih ada dan Insya Allah, pahala-terus mengalir sejak 14 abad yang lalu.

2. Jadilah orang yang berilmu, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu yang membawa kebaikan untuk ummat.

Ilmu yang dimanfaatkan buat kebaikan, Insya Allah pahala-nya akan terus mengalir hingga ke akhirat nanti.

Sahabat Abu Bakar As Siddiq RA dan Ali Ibn Abi Thalib RA adalah contoh dari sahabat yang sangat luas ilmu-nya.
Yang langsung dididik oleh Manusia Paling Mulia, Rasulullah Muhammad SAW.

3. Jadilah orang tua yang mendidik anak-anaknya menjadi Sholeh dan Shalehah, agar bisa mendo'akan kita nantinya.

Seperti Bunda Siti Khadijah dan Bunda Siti Fatimah, yang hari ini keturunannya masih terus berdakwah buat kebaikan ummat manusia.

Paling tidak, ada 3 pilihan yang bisa kita ambil, syukur-syukur ketiga-tiganya bisa kita jalani.

Adapun bentuk Model-Model Sukses yang lainnya, bisa kita ambil dari Suri Tauladan ke 313 Sahabat Nabi lainnya.


Jadi, jika ada yang merasa dengan kekayaannya bisa menjadi manusia paling sukses dan mulia, silahkan melakukannya.

Jika ada yang merasa dengan keilmuwannya bisa menjadi manusia paling sukses dan mulia, silahkan melakukannya.

Jika ada yang merasa dengan kependidikannya dalam membimbing anak-anaknya menjadi shaleh dan shalehah bisa menjadi manusia paling sukses dan mulia, silahkan melakukannya.

Atau ada amalan-amalan lain yang tidak bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah, silahkan dilakukan.

Inti-nya mari Fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba menuju kebaikan.

Beriman, Berilmu dan Beramal selaras dengan Ayat-AyatNya

Bagi seorang muslim, Sukses itu sesuatu yang sudah dijanjikan. Artinya, seorang muslim itu pasti bisa sukses.

Syaratnya adalah menyamakan diri dengan ayat, beriman, berilmu dan beramal.

Kalau sudah tahu hidup ini isinya adalah persoalan dan kesulitan, mengapa kita tidak memilih dengan iman?

Dengan iman yang kokoh, ibaratnya seperti pohon yang akarnya menghujam ke bumi, batangnya menjulang ke langit dan berbuah setiap musim.

Inilah esensi positioning kita nantinya.



Jadi, tidak usaha di perdebatkan mana yang paling baik, apakah pengusaha dengan kekayaannya, pemberdaya dengan ilmunya, pendidik anak-anak dengan kesabarannya, karena masing-masing saling mengisi satu sama lain.

Wallahu'lam Bisshowab


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#PositioningSejati
#Pemberdaya
#FundamentalBisnis
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan


_______________________________

Note :

Workshop “Business Fundamental”  Depok akan jadi Pembuka tahun 2018.


Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 11 & 25 Januari, 8 & 22 Februari 2018 M
🕐 09.00 Wib - 12.00 Wib
🏠 Perkantoran Apartemen Taman Melati Lt. 5
Jl. Margonda Raya No. 525 A (samping Tugu Selamat Datang), Kota Depok.

Investasi Rp 650.000 per sesi

Atau Dapat HADIAH menjadi Rp 2.300.000 untuk 4x Pertemuan.

DAFTARKAN DIRI ANDA
Untuk Pendaftaran dan Info lainnya:

📞 : Narahubung :
Bu Tunjung 0812 9100 1570.

Hotline  :  +62 815 1999 4916
Email      : wealthflow19@p3kcheckup.com 
Website : www.P3KCheckUp.com