Jumat, 30 Maret 2018

Komunitas Spiritual Finance di Museum Hagia Sophia, Turki



Salah satu cara kita memahami betapa pentingnya peranan UANG adalah dengan melihat masa lalu sebuah peradaban.


Jika dahulu Katedral Aya Sofya berdiri kokoh lebih dari 1000 tahun pada masa Byzantium alias Konstantinopel atau sering juga disebut Romawi Timur membuat warga sekitarnya merasakan dampak ekonomi yang tidak sedikit.

Seiring jatuh bangunnya sebuah peradaban, dari yang dulunya sebuah gereja lalu beralih menjadi masjid pada masa Sultan Muhammad Al Fatih 1453 M dan akhirnya sekarang menjadi museum terbesar di Turki, tetap memberi sebuah aset yang bernilai bagi warga sekitarnya.

Dan Alhamdulillah kami (Konsorsium Asphurindo dalam Program Spiritual Finance Umroh) sempat merasakan aura kebesarannya di peralihan musim dingin ke musim semi yang notabene dinginnya air di sekitar Masjid Biru dan Musem Hagia Sophia merasuk ke tulang.

Belajar Spiritual Finance, tidak mesti bicara tentang UANG an sich, tetapi bagaimana Memaknai Peranan Uang dalam Kancah Spiritual yang membuat kita semakin Melek Keuangan yang ujungnya selalu membesarkan Tuhan Semesta Alam, Allah SWT.

Wallahu'alam Bisshowab

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#KomunitasSpiritualFinanceDiMuseumHagiaSophiaTurki
#KomunitasSpiritualFinance
#UmrohBersamaMotivatorKeuangan
#IlfaTravel
#Asphurindo
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 23 Maret 2018

Air Hajar Aswad, Rezeki yang tidak terduga

Saya menyebutnya Air Hajar Aswad.

Kenapa?


Karena air inilah (air dalam kemasan yang saya bawa selalu ketika saya lagi tawaf) yang menjadi saksi bahwa untuk mencium hajar aswad perlu perjuangan yang tidak kecil.










Bermula dari memegang kiswah yang membungkus sekitar hajar aswad, lalu mencoba berd'oa di samping hajar aswad hingga 'terbang' dengan gaya miring di angkat kaum muslimin yang memiliki tujuan yang sama, mencium Sang Batu Hitam dari Syurga.



Mengusap Rukun Yamani dan Mencium Hajar Aswad

Hanya kepasrahan total dengan niat untuk mencium hajar aswad tanpa memikirkan hasil akhir.

Karena hasil akhir adalah milik Allah SWT, yang kita perlukan hanyalah Tawakkal Sempurna dan Usaha Maksimal.

Kenapa harus Tawakkal Sempurna terlebih dahulu?

Karena dengan keyakinan inilah, 51% pencapaian mulai akan terlaksana.

Hanya persoalan kapannya itu yang masih menjadi misteri illahi.

Yakin saja bahwa kita akan bisa mencium hajar aswad.

Sebelum ke Air Hajar Aswad, saya akan sedikit cerita untuk shalat tepat di Maqom Ibrahim (bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS) dalam jarak yang sangat dekat.

Dan ternyata Allah SWT belum menaqdirkan saya untuk shalat dekat sana.

Jika tidak bisa ke bapaknya, saya coba lewat anaknya di Hijr Ismail, tempat Nabi Ismail AS sering berdo'a kepada Allah SWT.

Dan untuk sampai ke Hijr Ismail, untuk masuknya mungkin tidak terlalu sukar, asal bisa secara tepat masuk ke lingkaran tawaf, tapi buat shalat sepertinya harus memikirkan ulang waktunya.

Jadi alih-alih ingin shalat disana, cukup berdo'a saja agar kami meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.
Aamiin....

Dan disini sejarah bagi saya ini di mulai.

Sebelum kita menuju Hajar Aswad, kita akan melewati sudut Yamani.
 
Antara sudut Yamani dan Hajar Aswad inilah yang disebut Multazam, salah satu tempat yang cepat di ijabah buat kita berdo'a.

Sepanjang dinding yang tertutup kiswah ini, di pojoknya ada pintu Ka'bah.

Banyak sekali orang-orang yang mencoba memasukkan tangannya ke pintu Ka'bah ini.

Balik lagi ke cerita tentang Hijr Ismail, banyak yang memegang kiswah sembari berdo'a di Hijr Ismail, maka saya mencoba melakukan hal yang sama.

Dan ternyata, itulah cara Allah SWT untuk mengajari saya agar bisa mencium Hajar Aswad.

Tinggal menyusuri Sudut Yamani, maka sampai juga saya dan seorang Sahabat ke wilayah Hajar Aswad.

Dan inilah yang cukup menarik ceritanya.
 
Di rukun Yamani ini banyak orang meletakkan tangannya di kiswah.
 
Saya pun melakukan hal tersebut.

Awalnya dari luar ke dalam, kami hanya bisa 'memegang' dari jarak 1 tapak tangan saja, karena terhalang tubuh tinggi besar saudara-saudara kami yang lain.

Lalu, kami mulai bisa mendekati titik kiswah tersebut dan bisa memegangnya, mengusap rukun yamani serta merasakan batu/marmer Ka'bah tersebut dari luar kiswah.

Karena desak-desakkan, tubuh kecil saya terangkat hingga berjalan miring seperti terbang di antara 'lautan' manusia.

Dari 'atas' inilah saya bisa melihat beragam karakter manusia, ada yang tetap fokus tawaf, ada yang saling sikut-sikutan, ada yang emosi karena teriknya matahari, ada juga yang sangat bernafsu untuk mencium Sang Batu Hitam, dll.

Panasnya matahari berlomba dengan semakin membanjirnya keringat orang-orang yang melakukan tawaf tersebut.

Perlahan namun pasti, saya tetap bertasbih dan semakin memperhebat bacaan tasbih saya.

Tidak berapa lama kemudian, saya mengikuti tangan orang-orang yang mencari pintu Ka'bah.

Lalu sempat kepala saya di toyor dari belakang, agar bergeser lebih cepat lagi menuju hajar aswad.

Perihnya pinggang dan sakitnya punggung sudah tidak saya rasakan lagi.

Mau rasanya saya balas, tetapi hati kecil saya mengatakan jangan, malah saya mempersilahkan bapak-bapak disamping saya untuk memegang pintu Ka'bah tersebut.

Lalu setelah itu, ini drama paling menarik untuk mencium hajar aswad.

Beberapa kepala dengan sangat memaksa untuk bisa mencium batu hitam tersebut, ada yang bisa, ada juga yang terlempar dari arus  manusia.

Teman saya, tinggal terhalang 1 badan orang saja, akhirnya keluar arena juga.

Tinggal-lah saya yang harus menyelesaikan etape perjuangan ini.

Jika Bunda Siti Hajar saja bisa berlari-lari untuk mencari air buat anak orok-nya, masa saya tidak mampu bertahan!

Akhirnya atas Izin Allah SWT, saya bisa mencium Hajar Aswad walau cuma beberapa detik.


Dan kembali saya 'terbang' alias kaki saya sudah tidak menginjak bumi akibat dorongan yang sangat kuat terhempas ke luar.

Dengan nafas tersengal-sengal dan keringat membanjiri badan saya, diiringi sakit pinggang dan kaki, saya meninggalkan hajar aswad untuk shalat sunnah di sudut Maqom Ibrahim.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari Mengusap Rukun Yamani dan Mencium Hajar Aswad tersebut?

1. Selalu berbaik sangka kepada Allah SWT

Terkadang pahitnya hidup yang kita rasakan, tidak seberapa dibanding dengan ujung indah yang Allah SWT telah persiapkan.

Selalu hasil akhir dari episode kehidupan kita yang terbaik.
Dan itu pilihan dari Sang Pencipta.

2. Rezeki tidak akan tertukar ketika kita Tawakkal Sempurna dan Usaha Maksimal

Jangan pernah berkecil hati dengan kondisi kita hari ini, tetapi latilah karakter kaya atau karakter sejahtera.

Karakter yang akan membuat kita hidup 2/3-nya dengan Spiritual (Spirit dan Ritual).

3. Selalu menikmati proses yang sudah Allah SWT kita tetapkan

Yakinilah selalu bahwasanya menikmati proses itu lebih nikmat ketimbang hasil akhirnya.

Dalam kita berproses, satunya Kata, Ucapan dan Tindakan adalah Tanda Orang yang Bersyukur.

Wallahu'alam Bisshowab

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#AirHajarAswadDanRezekiYangTidakTerduga
#UmrohBersamaMotivatorKeuangan
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 16 Maret 2018

Ku tunggu Umroh-mu bersama Ku!

Berikan SURPRISE kepada Keluarga Anda, walau itu hanya kiriman kartu "Ku tunggu Umroh-mu bersama Ku" ~ Hari 'Soul' Putra

Salah satu sisi romantika dalam keuangan keluarga adalah ketika kita atau pasangan kita memberikan kejutan atau surprise.

Bisa hadiah-hadiah kecil, momen-momen istimewa atau sekedar ucapan sayang yang menggugah jiwa.

Dan salah satu 5 bahasa cinta adalah Receiving Gift atau
Hadiah buat hiburan.

Alangkah Indahnya jika kita merencanakan bisa liburan bersama keluarga sembari beribadah seperti "Ku tunggu Umroh-mu bersama Ku".


#KuTungguUmrohmuBersamaKu
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#KeuanganKeluarga
#SehatKeuanganSehatKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 15 Maret 2018

Kemandirian Keuangan Keluarga

"Ketangguhan Keuangan Keluarga berawal dari Kemandirian Keuangan Pribadi" ~ Hari 'Soul' Putra

Sahabat, banyak dari kita ingin agar keuangan keluarga kita, kokoh seperti batu karang.

Yang tetap tegak berdiri walau di hantam gelombang air laut.

Tapi, tidak sedikit juga yang paham bahwasanya persoalan keuangan keluarga bukanlah perkara sim salabim selesai.

Tapi memerlukan proses yang panjang yang di bangun dari pola pikir, tindakan, kebiasaan hingga menghasilkan karakter keuangan kokoh yang sejatinya.

Agar punya ketangguhan keuangan yang kokoh, bisa kita mulai dari bangun Fondasi Keuangan, mulai dari memiliki DANA DARURAT.


#KeuanganKeluarga
#SehagKeuanganSehatKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 08 Maret 2018

Investasi dari leher ke atas



Investasi terbaik ketika memulai memasuki dunia kerja atau dunia usaha adalah Investasi dari Leher ke atas


#InvestasiDariLeherKeAtas
#WorkshopSehatKeuanganSehat Keluarga
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#KeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Rabu, 07 Maret 2018

Edukasi Kelola Keuangan Karyawan dan Pekerja Mandiri



Salah satu kesamaan antara karyawan dan pekerja mandiri pemula adalah belum Melek Keuangan.

Dan ini juga melanda pada diri Pebisnis Pemula yang Skala Usahanya masih Mikro.

1. Sulit memisahkan antara Kebutuhan dan Keinginan

2. Susah memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha-nya
 
 3. Selalu ingin instan dan 'gelap mata' ketika mendapatkan uang besar
 
4. Dll....

Kebanyakan Karyawan dan ini juga melanda Pekerja Mandiri, begitu menerima gaji/komisi/fee pertama, tidak pernah memikirkan untuk menabung dan investasi secara jangka panjang dikarenakan tidak Melek Keuangan.

Maka dari itu, agar Melek Keuangan, mulailah dari :
1. Perubahan pola pikir
Paradigma yang benar tentang UANG.
2. Tindakan yang benar
Aksi adalah hasil dari Melihat, Mendengar dan Merasakan baik dari Pengalaman atau Keilmuan
3. Kebiasaan yang efektif
Jangan membenarkan hal yang biasa dalam keuangan, tetapi biasakanlah untuk melakukan tindakan yang benar dalam keuangan
4. Karakter yang mengakar
Jika kebiasaan positif selalu di pupuk, jadilah karakter sejati dalam Melek Keuangan
5. Nasib berubah
Insya Allah, jika 4 langkah di atas kita lakukan secara konsisten, maka perubahan nasib kita dalam keuangan akan berubah atau naik Maqom.


#EdukasiKelolaKeuanganKaryawanDanPekerjaMandiri
#WorkshopSehatKeuanganSehat Keluarga
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#KeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Selasa, 06 Maret 2018

FOKUS dalam setiap latihan kehidupan



Mr Tony Robbins, Creator dari NAC (Neuro Associative  Conditioning) yang merupakan turunan dari NLP, ketika memodelling seorang Sniper/Penembak Jitu, beliau meneliti bagaimana sniper tersebut melihat, mendengar dan merasa bahkan pada level bertanya, apa yang beliau pikirkan ketika akan menarik picu dari senjatanya.

Dari beberapa murid-murid beliau yang belum pernah sama sekali memegang senjata laras panjang, setelah melakukan modeling dari diri sniper terbaik tersebut, hampir 90% menembak tidak jauh dari target, artinya untuk seorang pemula sekali, latihan di atas bisa dikatakan 90% berhasil.

Tetapi masih ada yang kurang, kenapa tidak tepat menghujam ke jantung si target?

Ternyata rahasianya ada pada jiwa si sniper tersebut.
Jika yang lain lebih kepada latihan biasa dan mengandalkan skill dan knowledge-nya, si sniper memfokuskan pada sasaran dengan sepenuh hati.

“Jika bukan target yang mati, berarti saya yang mati.”

Begitu kira-kira ujarnya.

Inilah kenapa, di hampir setiap tembakan-nya tidak pernah meleset.

Karena sniper terbaik tersebut mencurahkan seluruh kemampuan, jiwa dan raganya untuk menembak si target.

Maka, hadirkan fikiran, hati dan seluruh indera kita untuk menentukan arah yang Anda tuju, nikmatilah setiap lesakkan peluru yang Anda tembakkan di kehidupan..

Inilah esensinya untuk kita FOKUS dalam setiap latihan kehidupan.


#WorkshopSehatKeuanganSehat Keluarga
#FokusDalamSetiapLatihanKehidupan
#KeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow