Selasa, 31 Juli 2018

Cerdas Finansial di ERA Milenial

Fenomena kekininian seperti punya Restoran tanpa restoran ala Go Food, Grab Food dll, punya Kantor tanpa kantor ala Co Working Space/Virtual Office dan punya Sekolah tanpa ruang kelas ala Home Schooling dan Guru yang mendatangi murid adalah sebagian dari distrupsi yang melanda negeri ini.


Itu, semakin terlihat di Era Milenial hari ini.

Selain tentunya dari Gaya Hidup yang Teknologi Minded, ide-ide atau terobosan mereka membuat berdecak kagum Generasi Baby Boomers dan Gen X, pendahulunya.

Generasi Milenial (Y) dan Generasi Neo Milenial saat ini, sebagian dari mereka sudah tumbuh dewasa dan memasuki usia bekerja.


Para Guru yang sebagian Generasi Milenial dengan Murid yang Generasi Neo Milenial (Gen Z) seperti hidup di 2 alam.

Di satu sisi, imbas dari Generasi X yang lebih cenderung menjadi Karyawan dengan Paradigma Keamanan kerja (job security), di sisi lain, fenomena anak-anak muda yang menjadi Pekerja Mandiri dan Pebisnis/Pengusaha Muda dengan Paradigma melihat Peluang (job opportunity).

Untuk lebih jelasnya mari simak Knowledge Sharing for Teacher's bersama :

HARI 'SOUL' PUTRA
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com 
Founder IBC/Indonesian Business Community & 
Aktivis Gaya Hidup Sehat Keuangan)

Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 2 Agustus 2018 M
🕐 15.30 Wib
🏠
KB/TK Yaa Bunayya
Celeban Baru UH III/622-D Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta
 
https://goo.gl/maps/4pWqz2wsnU52


FREE
Siapkan infak terbaik

Konfirmasi kedatangan dan Info lainnya
📞 : Narahubung
Monika : 0817 441 272
 


#CerdasFinansialDiEraMilenial

#GayaHidupSehatKeuangan
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Sabtu, 28 Juli 2018

Public Sharing Spiritual Finance bersama Hari 'Soul' Putra

d’biz club present,
Ngupi Pagi Bersama Pengusaha Kota Depok


1. LIPUTAN 6-Tiap tahun Anggaran gaji PNS habis untuk gaji pegawai (sekarang sebutannya ASN atau Aparatur Sipil Negara) tingkat pusat sebesar Rp 210 triliun.

Dan habis untuk gaji PNS di provinsi, kota dan kabupaten sebesar Rp 285 triliun. Atau total Rp 495 triliun.

2. TEMPO-Indonesia akan kehilangan 50 juta peluang kerja akibat penyimpangan (disruptive) ekonomi dari revolusi digital atau revolusi industri keempat (4.0) sehingga semua pihak harus siap menghadapinya termasuk pengelola badan pengelola jaminan sosial nasional.
 
"Fenomena tersebut sudah terjadi pada sejumlah sektor bisnis," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro.

Di sisi lain, perkembangan eksponensial Financial Technology akan mendistrup SDM yang banyak tersebut.

Persiapan apa yg akan kita lakukan utk generasi mendatang saat manusia tergantikan oleh mesin-mesin?
 

Bagaimana strategi menterjemahkan kurikulum sekolah saat lapangan pekerjaan semakin berkurang..?

Tanpa adanya kesiapan mengimbangi Ledakan Teknologi tersebut, bisa dipastikan akan semakin banyak pengangguran terdidik.
 
Efektivitas dan Efisiensi Kinerja menjadi kuncinya selain Keterampilan, Integritas dan Jaringan....

Edisi Perdana Public Sharing ini mengangkat Tema "Lompatan Raksasa SDM Kota Depok, akankah tergilas oleh FinTech?"

Bersama :
 
1. Hafid Nasir (Komisi D DPRD Kota Depok & Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok)

2. H. Acep Al Azhari (Pengusaha & Penyelenggara pendidikan, Ketua BMPS Kota Depok)

3. Didi Diarsa (Praktisi FinTech, Founder Code Margonda)

4. Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology, Spiritual Finance Expert)

Moderator : Tri Buana (Ketum HIPMI BPC Kota Depok)

Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 26 Juli 2018 M
🕐 10.00 Wib
🏠 RM Gabus Pucung Betawi Depok

Jl. Mampang Indah I, Grogol, Limo, Kota Depok

54 Peserta pertama akan mendapat voucer diskon 54% utk makan di GP

Konfirmasi kedatangan dan Info lainnya
📞 : Narahubung
Ika : 0878 8925 5704

Media Partner :
Depokpembaharuan.com / debar
Depokterkini.com
Kastara.id
Elshinta.com
Swarapendidikan.co.id
Poskota.com


#PublicSharingSpiritualFinanceIsBersamaHariSoulPutra
#MengenalDanMemahamiSpiritualFinance
#SuccessfullMoslemFamily
#SpiritualFinance
#KeuanganKeluarga                                                                                
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

#InspirasiKeluarga

Rabu, 25 Juli 2018

Atur Keuangan ala Orang Kaya Video Book

WealthTren Series (Cara Keren Memahami Uang)

Miliki dan Download Video Book, Video Pembelajaran KEUANGAN di Aplikasi PayTren Academy, judulnya "Atur Keuangan ala Orang Kaya"

Langkah-langkah-nya :
1. Buka Google Play Store
2. Ketik Paytren eMoney
3. Install Paytren eMoney
4. Ikutin petunjuk untuk mendapatkan ID PayTren eMoney secara FREE, contohnya : EP0009394
5. Top Up Deposit atau Isi e-money Anda dengan nominal rupiah, misal Rp  100.000 via Bank Mandiri atau CIMB Syariah atau Mitra PayTren di seluruh dunia
6. Buka Website PayTrenAcademy.com atau Install PayTren Academy via Google Play Store
7. ID PayTren eMoney yang didapatkan secara FREE tadi, bisa dipakai juga untuk LogIn ke Website atau Aplikasi PayTren Academy
8. Cari Video Book : Atur Keuangan ala Orang Kaya oleh Hari 'Soul' Putra
9. Download untuk bisa Kuliah Online

NB : Ada 19 Video Lecture dalam 1 Course
Atur Keuangan ala Orang Kaya, klik disini http://bit.ly/2mqAoxK

Selasa, 24 Juli 2018

Spiritual Finance is a Way of Life

Zaman NOW adalah Zamannya Spiritual.

Berapa banyak pendekatan mutakhir terkait teknologi, perusahaan, ruang angkasa, keuangan dll akhirnya akan menjadikan SPIRITUAL sebagai sebuah jalan (Baca : WAY).

Bahkan di barat, pendekatan dalam menjalankan perusahaan marak di kenal dengan istilah Spiritual Company.

Dalam hal keuangan, apa yang pertama kali Anda lakukan saat menerima pendapatan (gaji, fee, honor, sewa dll), sesungguhnya akan menentukan keberhasilan finansial dan spiritual Anda.

Apabila Anda langsung berbelanja, maka fokus gaya hidup keuangan Anda ada pada kebiasaan belanja tersebut.

Begitupun dengan utang, investasi, proteksi dll.

Bayar Utang dan Belanja ini, jika ini yang ada di kepala dan tindakan Anda, maka akan mempengaruhi kehidupan keuangan Anda (ketidaknyamanan keuangan, misalnya dll).

Untuk lebih jelasnya, Yuk, simak Program *INSPIRASI KELUARGA* (Ekonomi Keluarga) di Radio I Dream 1044 AM buat di Jabodetabek beserta jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia.

Rabu, 25 Juli 2018 M
09:00 Wib LIVE
Siaran Ulang 20:00 Wib

Hanya di 1 0 4 4 AM

Streaming kita

Download aplikasinya
http://bit.ly/idreamradio

Yang pengen dapat info terkini program-program I Dream yuk gabung sama kita disini:

Join juga di chanel Telegram kita
https://t.me/idreamradio

Untuk info lebih lanjut
☎ 021 7888 5300  
0822 9789 1044

#SpiritualFinanceIsAWayOfLife
#MengenalDanMemahamiSpiritualFinance
#SuccessfullMoslemFamily
#SpiritualFinance
#KeuanganKeluarga                                                                                
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

#InspirasiKeluarga

Keuangan Sederhana bagi Keluarga MomPreneur

Salah satu persoalan paling mendasar bagi seorang MomPreneur adalah memisahkan Pendapatan/Pengeluaran antara Kebutuhan Pribadi dan Usaha.

Awal-awal usaha, mungkin masih disiplin, tetapi lama kelamaan disiplin itu semakin memudar.

Apalagi bagi EmakPreneur yang tahu-nya hanya jualan.

Omzet, omzet, omzet...

Jualan, jualan, jualan...

Begitu butuh biaya anak sekolah, niatnya ingin 'minjam' uang usaha-nya, nanti juga dikembalikan lagi, pikirnya.

Biasanya yang terjadi, modal usaha yang harusnya diputar, digunakan buat menutupi biaya anak sekolah.

Ketika suami lagi gajian, uang suami digunakan bukan buat bayar 'utang' usaha tadi, tetapi menjadi Dana Segar buat beli barang lagi, tanpa mencatat di modal usaha.

Begitu seterusnya, belum lagi menjaga disiplin dalam semangat membangun usahanya.

Sebelum ke Keuangan Usaha, alangkah baiknya kita benahi dulu Keuangan Pribadi/Keluarganya.

Berikut Arus Kas sederhana terhadap proyeksi kebutuhan Keuangan Keluarga MomPreneur.

Pola pembuatannya, bisa vertikal 1 lajur, dimana pemasukan di bagian atas dan pengeluaran di bagian bawah

Atau

Horizontal 2 lajur, dimana pemasukan di bagian kiri dan pengeluaran di bagian kanan.

Untuk Pemasukan terdiri dari akumulasi pendapatan, biasanya dalam hitungan bulan.

Saya biasanya membagi 3 pos pendapatan, yakni :
 
1. Pendapatan aktif
Misalnya Gaji dari kantor, gaji pasangan (suami/isteri), fee/honor dalam 1 bulan kerja
 
2. Pendapatan produktif
Misalnya Royalti buku, Laba usaha, sewa kontrakan, pendapatan dari perpanjangan domain
 
3. Pendapatan akumulatif
Misalnya Bunga deposito, obligasi/sukuk, SHU koperasi, dividen.

Setelah itu di total semuanya, baru di kurangi pajak (biasanya sudah diterima bersih bila gaji atau royalti) dan zakat/sedeqah bulanan.

Untuk pengeluaran terdiri dari :
1. Tabungan
2. Investasi
3. Cicilan utang (rumah, kendaraan, kartu kredit, utang lainnya)
4. Proteksi/dana darurat (premi asuransi dll)
5. Biaya hidup bulanan
6. Keperluan pribadi/biaya lain-lain.

Semuanya di total untuk pengeluaran.

Jadi, total pemasukan di kurangi total pengeluaran itulah yang disebut pendapatan/pemasukan bersih.

Inilah sebenarnya riil 'UANG' kita.

Tinggal masalahnya, apakah minus atau surplus.

Jika minus, berarti perlu pemasukan tambahan atau meningkatkan pendapatan yang sudah ada, apakah mau bermain di pendapatan aktif, produktif atau akumulatif.

Atau sementara, Diet Keuangan buat Pengeluarannya.


Di Jabodetabek dibuka Workshop sehari tentang MomPreneur Workshop Series, Sukses Mengelola Keuangan Keluarga, Info http://bit.ly/2L0mQb6


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#KeuanganSederhanaBagiKeluarga MomPreneur
#KepepetKeuanganAlaMomPreneur
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Sabtu, 21 Juli 2018

Kepepet Keuangan ala MomPreneur

Apa yang Anda pikirkan ketika mengalami kondisi kepepet?

Misalnya, di akhir bulan Anda harus menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh atasan Anda di kantor?

Bagi ibu-ibu di awal tahun ajaran baru, adalah pencarian sekolah tanpa henti menjadi sebuah kewajiban buat si buah hati.

Atau di akhir bulan alias tanggal tua, biasanya persediaan saldo tabungan keluarga semakin menipis.

Dan buat para pengusaha, akhir bulan dan awal bulan adalah waktunya jantung berdetak lebih kencang.

Di satu sisi, apakah penjualan bulan ini tercapai atau tidak, di sisi lain, tercapai tidaknya penjualan, biaya operasional rutin seperti gaji karyawan dll sudah menunggu untuk di tunaikan sebelum keringat mereka habis.

Jika sudah kondisi KEPEPET seperti di atas, hanya ada dua kemungkinan, Fight or Flight.

Fight berarti, berjuang melakukan yang terbaik hingga taqdir langit menghampiri kita, ataukah terbang bebas melarikan diri dari masalah ataukah kita lebih besar dari masalah tersebut.

Jika fight yang Anda pilih, maka, selamat, Anda sudah di jalan yang benar.

Tapi masalahnya, lawan seperti apa yang Anda akan hadapi?

Jangan-jangan, kita tidak mengenal lawan kita dan kita tidak ada keterampilan buat mengatasinya.

Seperti berperang dengan tangan kosong, sementara musuh menggunakan senapan mesin.

Alih-alih ingin menang, yang terjadi malah mati konyol.
Ataukah Anda menghindarkan diri dari masalah?

Pointnya adalah, masalah Anda tidak selesai.

Misalkan Anda punya masalah yang pelik, lalu Anda pergi ke tempat dugem untuk refreshing.

Di tempat dugem, bisa jadi masalah Anda akan hilang, tetapi setelah selesai dugem dan Anda kembali ke rumah atau kantor Anda, masalah tersebut akan kembali menghantui Anda.

Artinya, pilihan flight pun, bukan solusi.

Biasanya, mereka yang memilih opsi flight, mereka terbang tinggi dari masalah tersebut, dan bertemu dengan teman atau mentor yang sudah pernah menghadapi masalah tersebut, atau paling tidak bisa memberikan solusi.

Kadang kala, solusinya tidak langsung teknis, tetapi kita di minta sabar, introspeksi diri dan memperbaiki karakter diri dan keluarga kita terlebih dahulu.


Fokus pada solusi

Seorang MomPreneur teman saya, setelah ketemu mentornya, beliau memilih Flight terlebih dahulu, baru fight habis-habisan hingga masalahnya selesai.

Dahulu, ketika beliau mengalami kepepet keuangan, yang beliau lakukan adalah :

1. Tidak bergantung lagi pada manusia

Artinya, ketika teman, saudara, coach, trainer dll tidak lagi menjadi tempat 'bergantung' saatnya kembali kepada yang memberikan masalah, yakni Tuhan Yang Maha Esa.

Jangan-jangan, masalah muncul buat kita introspeksi dan untuk menaikkan derajat kita ke posisi yang lebih tinggi lagi.

2. Fokus pada SOLUSI

Jika masalah kita 80%, berarti masih ada solusi 20%.

Banyak orang terjebak dan berputar di angka 80% tersebut, sehingga mereka tidak kemana-mana dan hanya masuk dalam perangkat tikus lebih dalam lagi.

Sementara, jika kita berfokus pada solusi 20%, memang masalah kita yang 80% tidak bisa langsung selesai, minimal jika solusi kita bertambah 10%, maka skor akhirnya menjadi 30% solusi dan 70% masalah.

Begitu seterusnya hingga solusi menjadi 100%.

Itu yang teman saya lakukan, seorang MomPreneur, melakukan akrobat Flight terlebih dahulu dengan menambah FINANCIAL SKILL-nya, lalu Fight berbekal keterampilan tersebut.

Ini yang harus kita ACTION-kan!

Di Jabodetabek dibuka Workshop sehari tentang MomPreneur Workshop Series, Sukses Mengelola Keuangan Keluarga, Info http://bit.ly/2L0mQb6


Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#KepepetKeuanganAlaMomPreneur
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 19 Juli 2018

From Professional Mother to MomPreneur

Teman saya seorang karyawan yang memiliki anak baru satu, biasa disebut MaMud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu), sedang galau terkait dengan anaknya yang beliau titipkan di sebuah Day Care.


Alih-alih ingin fokus kerja membantu suami meningkatkan perekonomian keluarga, yang terjadi malah anaknya Mall Nutrisi dikarenakan keteledoran dari pemilik penitipan tersebut.

Tidak berarti semua Day Care seperti itu, tetapi kebetulan tempat teman saya tersebut lagi bermasalah.

Di satu sisi ingin hidup sejahtera dengan 2 income, dari suami dan isteri, yang terjadi malah menghabiskan uangnya di pos pengobatan buat anak.

Ada juga teman yang lain, juga lagi galau ketika mencari sekolah buat anakknya yang termasuk kategori anak spesial, anak inklusi, dimana pendidikan yang dia idam-idamkan buat si buah hati belum dia temukan.

Alih-alih ingin 'menitipkan' anaknya pada lembaga pendidikan tersebut, hari ini teman tersebut memberanikan diri untuk mendidik sendiri anaknya, jadi biar lebih fokus mengembangkan bakat dan talenta si anak di rumah.

Beberapa contoh di atas adalah masalah-masalah yang lazim kita temui pada pasangan muda.

Di samping penghasilan yang pas-pasan, yang tidak kuat mengejar laju inflasi riil, keinginan menjadi pekerja mandiri yang berkembang, punya waktu buat keluarga dan tentunya ingin mendidik sendiri anak-anak mereka.

Kalaupun tidak dapat semuanya, minimal mereka bisa tetap memantau perkembangan si buah hati dan bisa bekerja dari rumah.


Kekhawatiran seorang ibu

Biasanya, ada 3 kekhawatiran seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja atau berpenghasilan, sementara disisi lain, seorang karyawan atau pekerja mandiri yang telah memiliki income, merasa belum mampu mengatur waktunya buat keluarga, penyebabnya antara lain :
 
1. Merasa dirinya belum mampu menjadi 'Super Mom' buat keluarga, baik di mata suami atau anaknya
2. Merasa cita-citanya tidak penting, jadi tidak ada bargaining position terhadap mimpi keuangan keluarga buat mewujudkannya
3. Tidak memerlukan mimpi pribadi yang perlu diwujud dan diperjuangkan.

Kekhawatiran ini kerap terjadi pada wanita umumnya dan juga para professional mother.

Seorang Professional mother adalah orang yang ahli dalam mendidik anak-anaknya, fokus pada kepentingan keluarga dan menjadi ratu rumah tangga sejati.

Professional Mother, tahu detail perkembangan anak-anaknya dan paham akan kemana anak-anaknya tersebut bertumbuh.

Kebanyakan Professional Mother adalah mereka yang kewajiban keuangannya dicukupkan oleh suaminya.

Sehingga tidak ada alasan lagi untuk mencari penghasilan tambahan.

Tetapi masalahnya, kadang kejadian di luar keluarga seperti kebutuhan keluarga yang tinggi, 'merusak' acara Sang Professional Mother.

Sementara itu, ada peluang untuk upgrade diri menjadi sosok MomPreneur.

MomPreneur adalah Emak-emak yang memiliki passion dan talent ingin bersatunya keluarga, tidak tercerai berai walau sekedar masalah keuangan.

Hidup berkecukupan secara keuangan dengan memiliki bisnis yang menghasilkan pendapatan & ingin menjadi diri sendiri, bukan hidup di bawah bayang-bayang orang lain.

Agar Professional Mother bisa meng-upgrade diri menjadi MomPreneur, maka Rumusannya MomPreneur adalah :
We love, We do (mencintai apa yang kita kerjakan).

Sehingga setiap langkah menjadi pekerja mandiri sejati atau pebisnis sejati, merupakan amal ibadah, walau seterjal apapun jalannya.

Untuk itu, sebelum menjadi The Real MomPreneur, ibu rumah tangga harus tahu kondisi keuangan keluarganya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berkarir menjadi MomPreneur.

Berikut 3 Langkah yang bisa diaplikasikan seorang MomPreneur :

1. Mampu mandiri secara keuangan

Bagaimana mungkin mandiri secara keuangan jika belum Melek Keuangan.

Artinya, Anda harus Melek Keuangan dan IQ Keuangannya meningkat dari waktu ke waktu.

Berarti Anda harus punya keahlian keuangan dan keahlian profesi.

Saat ini kita lihat, bagaimana para generasi milenial, berlomba-lomba untuk kerja di bidang dan sistem non konvensional, misal menjadi Selegram (selebriti instagram), youtuber, pengasuh blog dll yang kesemuanya bisa terjadi jika mereka punya jiwa mandiri.

2. Katalisator Penting dalam keluarga

Support system keluarga harmonis adalah memiliki para mentor sukses dan kawan-kawan seperjuangan yang mendukung langkah mereka.

Dengan adanya katalisator tersebut, sudah duka dalam mengarungi dunia MomPreneur akan lebih mudah menjalaninya.

Bahkan beberapa pasangan muda yang suaminya bekerja, memutuskan menjadi CouplePreneur agar bisa totalitas membantu usaha isteri yang terus berkembang.

Contoh Bunda Kartika, Sang Owner KEKE Fashion bisa dijadikan salah satu benchmark.

Artinya, saling menghargai dan bahu membahu dalam sebuah keluarga, selain mempererat ikatan keluarga, juga jadi penyemangat dalam mendidik anak dan berusaha.

3. Perlu cita-cita agar punya target dalam hidup

Sinkronisasi mimpi pribadi, keluarga dan bisnis adalah sebuah keharusan.

Ibarat bahan bakar, maka cita-cita adalah api penyemangat yang akan terus menggelorakan tujuan-tujuan keuangan keluarga.

Memperbaiki tingkat pendidikan anak, bisa beribadah ke tempat-tempat suci di seluruh dunia, pensiun yang menyenangkan, berbagi kepada yang membutuhkan dan bisa beraktualisasi diri secara totalitas adalah beberapa cita-cita yang sangat menggoda untuk di wujudkan.
..............................

Di Jabodetabek dibuka Workshop sehari tentang *MomPreneur Workshop Series, Sukses Mengelola Keuangan Keluarga*, Info http://bit.ly/2L0mQb6
..............................

Ini adalah salah satu sarana untuk membuat hidup Anda dan keluarga jadi lebih baik lagi.....


Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#FromProfessionalMotherToMomPreneur
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Selasa, 17 Juli 2018

3 Pendapatan yang bikin kita Cetar Membahana


REPUBLIKA.CO.ID, Seorang sahabat yang saya kenal sejak masih kuliah di Yogyakarta, suatu hari bercerita. Waktu SD, ada satu mata pelajaran yang beliau tidak sukai, yakni matematika.


Matematika adalah momok bagi banyak murid di sekolah tersebut. Parahnya, waktu pelajaran matematika, beliau malah membaca majalah kesayangannya.



Alhasil, akibat perbuatan tersebut beliau diusir keluar ruangan dan dihukum oleh gurunya.


Setelah dewasa, suatu hari sahabat saya tersebut bertemu lagi dengan guru matematikanya, dan beliau minta maaf atas kelakuannya di masa lalu dan berterima kasih sudah mengenal pelajaran matematika.


Ternyata sahabat saya ini sudah menjadi sastrawan wanita dan baru menyadari pentingnya belajar angka, yakni menghitung royalti dari buku-bukunya yang laris di pasaran.


Saat ini, sahabat tersebut mulai belajar bagaimana mengelola keuangannya secara efektif dan efisien.



Sahabat, layaknya sebuah film, baru menyadari AHA-nya ketika di akhir cerita dari film tersebut. Harusnya, kita bisa menikmati prosesnya hingga film berakhir.


Banyak dari kita, baru menikmati UANG ketika di usia senja karena buta finansial. Yang lain malah waktu usia senjapun, belum juga bisa menikmati uangnya tersebut. Padahal harusnya, sudah bisa menikmati hasilnya ketika usia kita masih produktif.



Berikut adalah 3 pendidikan dasar yang sebaiknya kita punyai sejak dini agar sukses di karir dan keuangan kita, selain tentunya pendidikan agama, budi pekerti dan lainnya yakni:


1. Pendidikan skolastik

Adalah pendidikan dasar yang mengajari kita cara membaca, menulis dan berhitung (calistung) hingga mempresentasikan IDE kita.


2. Pendidikan profesi

Adalah pendidikan yang dibutuhkan untuk mengasah bakat dan minat. Serta mendapatkan uang tentunya seperti belajar menjadi profesional antara lain dokter, pengacara, tukang ledeng, sekretaris, guru, trainer, penulis dan lainnya.


3. Pendidikan keuangan

Adalah pendidikan yang mengajari kita bagaimana agar uang bekerja keras buat kita dan kita tidak diperbudak oleh uang. Karena berapa banyak dari kita hari ini yang hidupnya hanya membayar cicilan utang, seperti utang kartu kredit, misalnya.


Sehingga hidupnya seperti mengalami Kiamat Finansial ketika di datangi oleh debt collector.



Di Jabodetabek dibuka Workshop sehari tentang MomPreneur Workshop Series, Sukses mengelola Keuangan Keluarga, Info http://bit.ly/2LcOKjw



Setelah membahas tiga pendidikan dasar yang harusnya sudah dipahami sejak dini. Mari lanjutkan pokok bahasan 3 pendapatan yang bikin kita cetar membahana.


Agar tidak diperbudak oleh uang, maka ada tiga pendapatan (income) yang wajib dimiliki. Yakni:


1. Pendapatan aktif (active income)
Pendapatan yang diperoleh dengan melakukan kerja atau usaha secara langsung. Bedanya pengangguran dan orang-orang yang bekerja adalah pengangguran punya waktu, tapi tidak punya uang, sementara orang yang bekerja, punya uang tapi relatif tidak punya waktu.

Seorang karyawan mendapatkan gaji, bonus, THR dan lembur, sementara pekerja mandiri mendapatkan fee, honor, komisi dari aktivitasnya menukarkan waktunya dengan uang.

Dan kabar baiknya hari ini, kita bisa melipatgandakan pendapatan lewat keajaiban internet. Manusia 4 kuadran bukan sebuah hal yang aneh lagi di era milenial hari ini.

2. Pendapatan produktif (productive income)
Pendapatan yang bisa diperoleh dengan atau tanpa harus melakukan kerja atau usaha secara langsung. Kepemilikan atas sebuah usaha tersistem dan Anda mencintai usaha tersebut adalah kuncinya.

Tanpa ada rasa cinta di dalamnya, Anda akan terjebak pada pola pikir passive income (pendapatan pasif). Pola pikirnya hanya duduk manis lalu uang datang menghampiri Anda, layaknya Anda menabung dengan pola deposito.

Orang-orang dengan pola pikir seperti ini, cenderung tidak peduli asal usul uang 'riba'-nya, padahal setiap uang yang kita dapatkan akan dimintai pertanggungjawabannya. Alangkah baiknya dengan pemahaman pendapatan produktif kita memiliki tim yang solid, apakah dengan pola syirkah ataukah berbasis gaji/komisi.

Jadi tetap kontrol di tangan Anda, tidak seperti teman saya. Karena sudah merasa 'financial freedom', akhirnya dikibuli karyawannya sendiri. Untungnya beliau cepat sadar dan akhirnya kembali ke posisi semula dengan bisnis yang tetap beliau kontrol.

Sebagai ilustrasi, ketika Anda punya kontrakan atau apartemen, tanpa adanya kontrol di tangan maka bisa jadi aset Anda tersebut jadi liabilitas yang menggerogoti pendapatan Anda.

Contoh lain pendapatan produktif adalah penghasilan dari royalti, yang dapat berupa  penghasilan dari lagu atau buku yang telah Anda tulis serta branding (merek dagang) dan penemuan (baik yang dipatenkan maupun tidak) yang telah Anda ciptakan.

Walau Anda punya tim yang solid sekalipun, jika tim Anda tidak mendo'akan usaha Anda, jangan berharap usaha Anda akan berkelanjutan.

3. Pendapatan akumulatif (accumulative income)
Pendapatan yang terakumulasi/terkumpul secara periodik. Dasarnya adalah setiap instrumen keuangan yang Anda jalankan, memahami cara kerja dan ilmunya adalah mutlak. Tanpa hal itu niscaya Anda akan termakan rayuan maut 'investasi bodong'.

Investasinya bisa riil, bisa di pasar modal dan di awasi oleh OJK sekalipun. Tetapi jika Anda tidak ada ilmunya, maka risiko bangkrut akan Anda alami, karena 'kebodohan' finansial Anda. Maka, update terhadap informasi yang terjadi dengan instrumen keuangan Anda wajib dilakukan.


Contoh lain pendapatan akumulatif ini adalah penghasilan residu, yaitu penghasilan dari bisnis. Seperti pemasaran jaringan, financial technology atau bisnis waralaba yang Anda miliki tetapi dijalankan oleh orang lain, termasuk juga koperasi yang Anda aktif di dalamnya. Juga penghasilan dividen, yang berupa penghasilan dari saham atau penghasilan bunga, yaitu penghasilan dari tabungan atau obligasi.

Orang-orang kaya seperti Bill Gates, Warren Buffet, Mark Zukerberg dan lainnya mereka tidak berhenti bekerja, walau mereka sudah 'financial freedom'. Tetapi mereka bekerja karena kecintaannya pada usaha dan minatnya.

Bagaimana dengan pendapatan kita hari ini?

Wallahu'alam


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#TigaPendapatanYangBikinKitaCetarMembahana
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Sabtu, 14 Juli 2018

MomPreneur Workshop Series, Sukses Mengelola Keuangan Keluarga



Jumlah ibu yang memutuskan menjalankan usaha dan menjadi pekerja mandiri, terus bertambah dari tahun ke tahun.
 
Salah satu motifnya adalah demi keleluasaan mengatur waktu dan membantu perekonomian keluarga.

 





Jika Anda Seorang Pengusaha Pemula, Ibu rumah tangga yang bingung mengatur keuangan keluarga, Freelancer, Investor, Online Retailer, Online Marketer dll.
 
Maka Workshop Ini Penting Untuk Anda IKUTI!

SEBELUM ANDA MELANGKAH LEBIH JAUH, SADARI DAN BANGUNLAH FUNDAMENTAL KEUANGAN KELUARGA YANG KOKOH AGAR DIRI DAN KELUARGA ANDA TERUS BERKEMBANG KESEJAHTERAANNYA.

 Jika Anda tidak tahu Kondisi Keuangan Keluarga Anda hari ini, apakah Sehat, Setengah Sehat, Sakit, atau Sakit Keuangan berat, berarti Anda memerlukan Financial Check Up

  Jika Anda dan Keluarga Anda punya banyak 'Aset' sementara Liabiliti Anda juga banyak, berarti Anda memerlukan Jalan Keluar dari masalah Anda

 Jika Anda bingung cara merencanakan kebutuhan keuangan Anda dari sekarang hingga nanti pensiun, berarti Anda memerlukan 3 langkap praktis untuk merumuskannya

  Jika Anda selama ini 'Terbang Buta' dalam menjalankan keuangan keluarga, maka Solusi Jitunya ada di Program kami.

Daftar dan Ikuti!!!

MomPreneur-Sukses Mengelola 
Keuangan Keluarga
 
Apa saja yang akan Anda dapatkan?

☝ Bagaimana Menghitung Aset Lancar, Aset Investasi dan Aset Guna pakai hingga bisa menggunakannya seumur hidup

☝ Memahami Pola Harta dan Rezeki yang benar buat Pribadi dan Keluarga

☝ Bagaimana Menciptakan Cash Flow yang Sehat dengan Ilmu Property (Real estateIntellectual dan Digital)

☝ Praktek yang terukur dalam mengembangbiakkan aset-aset strategis Anda

☝ Mampu membuat Strategi Pengelolaan Keuangan Jangka Panjang yang jitu buat Diri dan Keluarga Anda.

Apa saja Materinya?

Part 1
Diagnosis Keuangan yang Sehat
Tools : Financial Check Up

Part 2
Manajemen Harta dan Rezeki dalam Spiritual Finance
 
 Part 3
3 Langkah raksasa menjadi kaya tanpa gajian
Praktek dalam berinvestasi yang benar.

RASAKAN NILAINYA!

1. Workshop bersifat Eksklusif dengan durasi waktu 6 jam efektif
2. Makalah Ekslusif (ada Modul Kerja)
3. Materi powerfull
4. Studi kasus produk/jasa yang ada di pasar
5. Tanya jawab tidak terbatas
6. Ada after sales service
7. Ada LIVE Mentoring
8. Ada Evaluasi berkesinambungan
9. Tempat mudah di jangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi atau KRL Commuter Line
10. Ruangan Full AC.

Bersama :

1. Hari 'Soul' Putra
Motivator  Keuangan Indonesia, Founder IBC/Indonesia Business Community, Managing Director WealthFlow 19 Technology

2. Maria Linda Hidayat,RFP®
Registered Financial Planner, Entrepreneur, English Private Teacher, Owner "Chic by Linda", Business partner WealthFlow Technology.

Mark on your calendar 🎯
📆 Kamis, 26 Juli 2018 M
🕐 08.30 Wib - 17.00 Wib
🏠 Perkantoran Apartemen Taman Melati Lt. 5
Jl. Margonda Raya No. 525 A (samping Tugu Selamat Datang), Kota Depok.

Investasi Rp 600.000 (Include Snack, Lunch dan Tools Kit)

DAFTARKAN DIRI ANDA

*Untuk Pendaftaran dan Info lainnya:*
📞 :  Narahubung :
Bu Tunjung
Telp. 021 2950 3963
WA.   0812 9100 1570.

Hotline  :  +62 815 1999 4916

Website :
www.P3KCheckUp.com
www.LavenderPrograms.com


#MomPreneurSuksesMengelola KeuanganKeluargaWorkshop
#KeuanganKeluarga
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Senin, 09 Juli 2018

Mengenal dan Memahami Spiritual Finance



"Spiritual Finance bukan sekedar context, tetapi ia adalah content yang menghiasi seluruh aktifitas kehidupan" ~ Hari 'Soul' Putra





Setiap Orang adalah Guru
Setiap Tempat adalah Sekolah
Setiap Waktu adalah Belajar.

Belajar dimanapun dan pada siapapun, karena esensinya kita adalah Pembelajar Sejati.







Sahabat, alih-alih ingin membagikan pengetahuan saya tentang Ilmu Motivasi Keuangan buat jama’ah yang saya bimbing, di tanah suci, malah saya dapat ‘Pembelajaran’ Ilmu Keuangan berbasis Spiritual yang saya namakan Spiritual Finance.

Apa itu Spiritual Finance?

Spiritual Finance (SF) adalah Ilmu yang mempelajari tentang angka-angka yang berhubungan dengan semangat memahami dan disiplin dalam menjalankannya serta tidak melanggar etika dan prinsip-prinsip keuangan spiritual.

Sederhana-nya, Parameter Keberhasilan SF adalah :
1. Making money
Tenang menerimanya
2. Keeping money
Lapang ketika menyimpannya
3. Distributing money
Bahagia ketika membelanjakannya.

Yang kesemuanya itu akan dimintakan pertanggungjawabannya, hatta sebesar biji dzarra sekalipun.

Seperti apa Update Pembelajaran Ilmu Motivasi Keuangan yang saya dapatkan waktu di tanah suci?

Untuk lebih jelasnya, Yuk, simak Program INSPIRASI KELUARGA (Ekonomi Keluarga) di Radio I Dream 1044 AM dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community & Motivator Keuangan Indonesia).

Rabu, 11 Juli 2018 M

Pukul 09.00 Wib LIVE & 20.00 Wib Siaran Ulang

Di I Dream Radio 1044 AM (untuk Jabodetabek)
atau Streaming

http://idreamradio.id

bisa juga Download di Google Play Store :
I-DREAM RADIO


#MengenalDanMemahamiSpiritualFinance
#SpiritualFinance
#KeuanganKeluarga                                                                                  #InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan