Katalisator Keuangan Pribadi dan Keluarga


Happy Friday-Katalisator menurut KBBI daring adalah seseorang atau sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa.

Katalisator Keuangan
Sementara menurut disiplin ilmu kimia, katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi-reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.

Sementara katalisator adalah orangnya yang berperan mempercepat perubahan tersebut.

Disadari atau tidak, katalisator keuangan pribadi kita adalah ayah dan ibu kita, atau kakek dan nenek yang mengasuh kita.

Bagaimana mereka mengelola uang, seperti itulah sejatinya kita.

Tetapi semakin kesini, Pola Pengelolaan Uang itu berubah dari waktu ke waktu, walau secara Prinsip dan Asas tidak akan berubah.

Dahulu di zaman Baby Boomers dan Generasi X, istilah menabung di bank sangat populer, tapi hari ini walau inflasi menurut BPS (Badan Pusat Statistik) atau pemerintah sudah sangat kecil, tetapi inflasi riil tetap lebih tinggi dari inflasi menurut BPS tersebut.

Sehingga, menabung sudah tidak relevan lagi di zaman NOW, tetapi Investasi-lah yang menggantikannya.

Tetapi secara Prinsip dan Asas Dasar Keuangan, orang hanya bisa kaya jika Punya Penghasilan, Membiasakan Menabung, lalu Mendidik dan mempraktekkan Investasi dan punya Karakter dan Gaya Hidup semurah mungkin.

Disini peran katalisator menjadi signifikan terhadap pertumbuhan keuangan seseorang.

Lingkungan juga bisa menjadi katalisator yang baik untuk bisa menjadi kaya raya atau miskin raya.

Bagaimana seorang Pegolf Profesional seperti Tiger Wood yang dibesarkan dari seorang caddy, akhirnya nasib beliau bisa berubah.

Sementara teman-temannya yang lain, nasibnya tidak sebaik Mr Tiger tersebut.


Proses menjadi Katalisator Keuangan

Setelah 3 tahun menjadi Karyawan di beberapa bank, saya ketemu seorang Mentor di tahun 2005, yang menjadi titik balik saya untuk Melek Keuangan.

Aqad pertama yang saya ajukan ke beliau untuk berguru adalah ingin menjadi seorang Professional Trainer.

Apa itu Professional Trainer?

Seseorang yang mentransfer Skill (keterampilan) suatu disiplin ilmu agar orang tersebut terjadi proses development (bertumbuh, berkembang) dalam dirinya.

Selama kurun waktu 5 tahun berguru tersebut dan 1 tahunnya berproses untuk menjadi diri saya yang aslinya, saya mencari panggung sendiri agar bisa menjadi seorang Professional Trainer.

Bermula dari staf EO (Event Organizer) punya orang lain hingga punya EO sendiri, Ice Breaker, Asisten Trainer, Trainer Magang hingga akhirnya menjadi seorang Professional Trainer.

Butuh waktu memang, tapi waktu itu jualah yang akhirnya mendewasakan karakter dan kompetensi saya.

Pada tahun 2010, dari yang awalnya palugada (apa lu mau gue ada), akhirnya mulai fokus menjadi katalisator keuangan.

Adapun yang namanya educator, teacher, trainer, mentor, coach, motivator, inspirator, terapis konsultan dll adalah sebuah penamaan yang dibentuk pasar merupakan katalisator bagi diri, keluarga, bisnis, negara, agama dll.

Waktu itu 'Kawah Candradimuka' nya adalah :
1. Ikut pelatihan terstruktur dan terukur Concept of Financial Planning selama 1 tahun
2. Melakukan tantangan menulis 30 artikel seputar keuangan
3. Studi kasus membuat dan menghandle Rencana Keuangan Klien (book plan)
4. Handling Objection berupa menjawab pertanyaan riil pembaca portal berita
5. On the job training (radio & TV talk show, client, seminar, training dll).
6. Membuat Komunitas Melek Keuangan sebagai ajang Taking, Giving, Sharing dan Acting.

Walau saat itu saya sudah menulis 1 buku Motivasi setebal 500 halaman, tetapi menuliskan artikel seputar keuangan populer bukan perkara mudah.

Beberapa teman saya 1 perguruan, ada yang mentok di kepalanya saja, walau secara teknis beliau jago.

Maka tema-tema sederhana seperti Deposito, Dana Darurat, Emas dll adalah permulaan yang baik.

Tantangan kedua, dinaikkan kuantitasnya dari 30 menjadi 100 artikel, disini mulai ada yang layu sebelum berkembang.

Alhamdulillah, saya berkesempatan menjadi fasilitator dan 'editor' di sebuah Portal Berita.

Dari sanalah saya banyak belajar bagaimana berkomunikasi dengan media, orang lain atau konsumen jasa di bidang keuangan.

Smart Money Game

Ada hal menarik yang mentor saya ajarkan kepada kami agar Melek Keuangan.

Alat bantu itu bernama Smart Money.

Sebuah permainan ala Monopoli yang diperuntukkan agar Financial Intelligent kita naik alias meningkat.

Awalnya kita di suruh memilih Profesi, misalnya Pengacara, Dokter anak, Perawat, Guru, Pilot, Polisi dan Arsitek.

Lalu kita disodori Lembar Laporan Keuangan yang berisi Neraca dan Arus Kas dari masing-masing profesi.

Setelah itu kita bisa bermain layaknya monopoli dimana setiap bidak/profesi yang dijalankan akan mendapat kartu : Wow, Oye, Berita dan Ops layaknya Kesempatan dan Dana Umum di Monopoli Konvensional.

Adapun setiap putaran kita akan menerima gaji layaknya karyawan.

Dengan uang yang ada kita bisa membeli rumah atau hotel di monopoli konvensional, tapi di Smart Money Game menyesuaikan dengan Instrumen Keuangan yang ada seperti Obligasi, Reksadana, Saham dll.

Tujuan permainan ini adalah untuk :
1. Menghilangkan atau menurunkan utang
2. Memulai akumulasi kekayaan bersih
3. Menyiapkan pensiun.

Siapa yang paham akan aturan mainnya dan tahu mengelola uangnya, bisa dipastikan akan menang, walau faktor luck juga berpengaruh.

Misal profesi tertentu, ketika penghasilannya tinggi, tapi gaya hidupnya tetap maka untuk akumulasi kekayaan akan lebih cepat, ketimbang dengan profesi tertentu yang incomenya bisa di takar.

Fokus permainan ini adalah agar kita Melek Keuangan.

Dalam sebuah games tersebut, istilah-istilah keuangan di buat secara sederhana.

Jadi akhirnya, kenapa kita tidak Melek Keuangan, karena tidak ada pembiasaan untuk mengetahui, memahami dan akhirnya sadar bahwa mengerti Story Behind the Number adalah pintu gerbang menuju kekayaan, minimal secara mental.

Dan menurut saya, menjadi seorang Katalisator Keuangan Pribadi dan Keluarga itu menuntut untuk selalu belajar dan bertanya kepada yang lebih ahli.

Belajar meng-up grade diri tiap waktu, menjawab soal-soal di masyarakat yang tingkat persoalannya selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman.

Misal, jika dahulu orang cenderung menyimpan aset lancarnya di bank, hari ini bergeser ke FinTech (Financial Technology).

Sebagai Katalisator Keuangan adalah sebuah kebahagiaan sendiri ketika orang yang kami sentuh, bisa berubah punya tujuan keuangan yang jelas dalam hidup nya dan bisa mewujudkan mimpi-mimpi keuangan nya.

Di luar dari itu, Melek Keuangan adalah Masalah HIDAYAH apakah hatinya akan tersentuh untuk berubah ibarat zat yang bereaksi atas zat-zat lain disekelilingnya.

Wallahu'alam Bisshowab.....

 
Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan

 
#KatalisatorKeuanganPribadiDanKeluarga
#MotivatorKeuangan
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow
#MengaturPendapatan
#HariSoulPutra
#ManajemenKeuangan