Sabtu, 16 Juni 2018

Kisah Haji Eko yang utangnya Lunas secara Ajaib!

Pada penghujung Ramadhan tahun ini, 1439 H, sore menjelang maghrib saya kedatangan tamu dari Depok. Haji Eko dengan istri dan anak anaknya.



Haji Eko saya kenal 4 tahun lalu, dia adalah Pengusaha Angkot yang jatuh bangkrut dan terlilit utang milyaran rupiah.



Haji Eko datang untuk melaporkan bahwa hari ini kehidupannya telah jauh lebih baik dibanding pertama ketemu dulu.

Dia mengaku semenjak kenal dengan IIBF cara berfikirnya berubah sama sekali, merasa lebih mantap dalam berusaha, dan sangat yakin bahwa hal terbaik bagi kehidupannya akan datang suatu saat.

"Saya selalu ingat pesan Bapak, harus saling redho dengan istri" demikian ungkapnya.

Dia mengaku tidak pernah mengeluh kepada istrinya apapun yang terjadi, demikian juga sebaliknya.

Kalau dengan pasangan aja nggak pernah mengeluh apalagi kepada  Allah, "Saya tidak pernah dan tidak akan pernah kecewa dengan apa yang telah Allah tetapkan kepada saya" imbuhnya.

Dia datang melaporkan bahwa bisnisnya sudah mulai tumbuh, masih di bisnis angkot dan bisnis baru bidang properti.

Persoalan terbesarnya telah selesai, rumahnya sudah tertebus lunas.


Mahalnya Harga Sebuah Kemerdekaan Keuangan

Menurutnya ini adalah sebuah kegembiraan tersendiri, hanya sekedar bisa membuka jendela rumah, menyalakan lampu rumah, atau sekedar duduk-duduk di teras dengan perasaan bebas, ternyata adalah sesuatu yang dia tidak bisa lakukan dalam waktu bertahun tahun, karena selalu dihantui kekhawatiran akan penagih utang yang sewaktu waktu bisa datang menyatroni rumahnya.

Demikianlah dia menggambarkan mahalnya harga sebuah kemerdekaan.

Haji Eko dan istrinya berkisah  bahwa rumahnya lunas secara ajaib.

4 tahun dia lalui dengan susah payah berusaha membangun kembali bisnis hanya cukup untuk melunasi utang-utangnya yang kecil-kecil dan banyak, rumahnya tidak sempat tersentuh hingga suatu ketika dia terkaget kaget karena rumahnya telah jatuh ke tangan orang lain melalui proses yang tidak dia sadari.

Pemilik baru memberikan waktu hanya beberapa hari kepada H Eko dan keluarga untuk meninggalkan 'rumahnya' kecuali  dia sanggup membeli kembali 'rumahnya' tersebut dengan harga yang sangat berat.

Di tengah usahanya untuk meminta kelonggaran kepada pemilik rumah yang bersikukuh meminta dia segera hengkang atau rumahnya dibeli dengan harga tertentu, H. Eko merasa hanya bisa berpasrah, menangis sepanjang malam beserta istrinya di hadapan Allah.

"Ya Allah, Aku mohon pertolonganMu.."

Demikianlah, nampaknya pintu langit terbuka, Allah ternyata tidak tega melihat air mata pasangan suami istri ini tertumpah hampir setiap waktu di sepertiga malam.

Hingga tiba pada satu saat Haji Eko mengaku dirinya seperti melayang-layang, hidup terasa ringan sekali ketika di saat saat itu rejeki datang sangat deras dari berbagai penjuru.

Temannya mengabarkan bahwa  harga cryptocurrency sedang  melonjak tinggi sekali, Haji Eko-pun baru ingat bahwa dia dulu pernah berinvestasi sebesar 30 juta disitu, dia segera jual dan mendapatkan lebih dari 700 jt dari investasinya, pada saat yang berasamaan dia juga mendapat komisi cukup besar dari penjualan properti.

Dan yang aneh, di tengah bisnis angkot yang hancur karena adanya taksi online dia justru dapat berkah karena banyak dititipi angkot-angkot yang di jual murah untuk dia jual kembali ke daerah dengan pembayaran CASH.

Semua terjadi dalam waktu yang singkat, uang datang dalam jumlah besar yang tidak pernah dia alami sepanjang hidupnya dulu.

Rumahnya berhasil dia tebus sebelum tenggat waktu itu jatuh tempo, Allahu Akbar!

Saya sendiri termangu mangu mendengar kisahnya, sebuah kisah di mana Allah menunjukkan kebesaranNya bagi orang-orang yang berfikir.

"Apa amalanmu Mas?"

Tanya saya penasaran.

"Tidak ada pak, tapi saya  tidak pernah melewatkan seharipun tanpa bersholawat kepada Rasulullah SAW minimal 1.000 kali"

Saya teringat Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Barang siapa sulit keperluannya, maka hendaklah memperbanyak dengan sholawat, dalam satu riwayat : lalu ia memperbanyak dengan sholawat kepadaku, maka sesungguhnya itu bisa membuka kesedihan dan kesempitan dan bisa memperbanyak rizki dan semua hajjat akan terpenuhi.

Hati saya menangis..Wahai Allah, betapa luasnya rahmatMu..

Kita sering lupa, di tengah semua usaha yang kita lakukan, di tengah semua kelelahan berfikir, di tengah rasa cemas dan khawatir, sesungguhnya semua ketentuan hanyalah milik Allah, kekuasaan yang sesungguhnya hanyalah  kekuasaan Allah.
 
Maka tugas kita adalah berjuang untuk mendapat redhoNya.

Berusaha dengan sungguh-sungguh, berfikir dengan sungguh-sungguh, dan yakin dengan sungguh-sungguh adalah bagian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain.

Tugas kita menyamakan diri dengan ayat, berusaha semampunya untuk memenuhi syarat-syarat dalam meraih janji Allah.

Haji Eko memenuhi ketiganya, tetap berusaha, tetap berfikir, dan tetap yakin kepada janji Allah SWT.

Investasinya bukanlah pada cryptocurrency yang berhasil dia jual dengan harga tinggi, investasi cryptocurrency hanya sebuah ikhtiar yang bisa saja tidak membuahkan hasil.

Bershalawat yang dia lakukan, adalah investasi sebenarnya yang telah dia lakukan setiap hari.
 
Investasi yang pasti membuahkan hasil.


Heppy Trenggono President IIBF (Indonesian Islamic Business Forum)

Rabu, 06 Juni 2018

Etape Perjalanan Keuangan

“Jika Perjalanan Keuangan kita harus tahu TUJUANnya, maka memulainya pun kudu tahu kondisi AWALnya, sehingga menikmati setiap ETAPE PERJALANAN KEUANGAN menjadi Indah pada akhirnya” ~ Hari ‘Soul’ Putra

Jika Sukses Keuangan ada sebuah pola, tentulah Gagal Keuangan pun akan ada sebuah polanya.

Misalnya orang-orang yang hidupnya selalu mengeluh dan frustasi, biasanya berteman dan bersahabat dengan orang-orang yang tidak jauh dari karakter tersebut.

Begitupun dengan Sukses Keuangan.

Jika parameter sederhananya adalah SURPLUS, maka POSITIF adalah pedanannya dalam kehidupan.

Tetapi sebelum SURPLUS, perlu ada perencanaan dan langkah-langkah menuju kesana, paling tidak kita tahu UJUNG perjalanan Keuangan kita akan kemana, lalu menarik garis START-nya dimana, sehingga setiap etape atau fase dari pejalanan Keuangan tersebut bisa kita nikmati sembari selalu Tes dan Ukur.

Banyak orang yang terlalu fokus pada tujuan sehingga tidak bisa menikmati setiap perjalanan Keuangan, dan ada juga yang berkutat pada masalahnya sehingga tidak beranjak dari titik awal mulannya.

Dengan membuat perencanaan dan langkah-langkah-nya, maka MENIKMATI setiap ETAPE PERJALANAN KEUANGAN akan terasa lebih indah.

Misalkan, kita baru Melek Keuangan di usia 30 tahun, berarti jika rata-rata orang pensiun di usia 55 tahun, maka masih ada 25 tahun untuk menikmati ‘turbulensi’ Keuangan kita.

Sehingga proses menikmati ini jauh lebih membahagiakan, karena kita tahu bahwasanya setiap periode tertentu akan ada sebuah SIKLUS KEUANGAN.

Katakanlah setiap 5 tahun sekali kita EVALUASI Keuangan kita, berarti ada 5 periode yang ‘mendebarkan’ apakah kita masih on the track terhadap tujuan akhir dari keuangan kita.

Jika belum, dimana letak ‘error’ nya, sehingga tahu solusi dan antisipasinya.

Jika saya gambarkan hal sederhananya seperti gambar di bawah ini.


Baru Sadar Keuangan di Usia 30 tahun, kira-kira hal apa saja yang menjadi KEBUTUHAN Anda 5 tahun ke depannya, misalnya ingin menikah, umroh atau melakukan perjalanan spiritual di usia muda dll.

Lalu kendaraan apa yang akan digunakan untuk mencapai kebutuhan keuangan tersebut, dan yang paling krusial adalah bahan bakar apa saja yang diperlukan, apakah cukup dengan satu income ataukah perlu membuat Income Generator yang lainnya?

Inilah yang menjadi PR kita bersama agar bisa menikmati setiap Etape dari Perjalanan Keuangan kita.

Wallahu'alam...


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#EtapePerjalananKeuangan
#TurbulensiKeuangan
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 31 Mei 2018

Jembatan Silaturrahim Keuangan

Silaturrahim atau Silaturahmi dalam Bahasa Indonesia adalah tali persaudaraan, sebuah cara untuk mengikat antara satu orang dengan orang lainnya.


Dalam Perspektif Keuangan Spiritual (Spiritual Finance) ini adalah cara langit dalam menapaki dan menjemput rezeki.

Bahwasanya rezeki adalah sebuah kepastian, tetapi sebagai makhluk, kita perlu langkah-langkah teknis dan strategis dalam mendapatkannya.

Berapa banyak dari kita, ketika bertemu orang, yang terjadi hanya interaksi secara fisik, setelah itu selesai.

Harusnya, ibarat sebuah jembatan, dimana disana ada : Input-Process-Output.

Ada sebuah ujung yang kita tuju, tetapi ada juga pangkal untuk kita melangkahkan kaki kita.

Tinggal nantinya, ketika kita melangkahkan kaki dan menggunakannya, maka RASA dan RASIO dalam balutan IMAN menyatu pada desiran lembut angin keuangan.

Gejolak badai keuangan pastilah akan menghampiri kita, tetapi tujuan keuangan sejatilah yang menjadikan kita terus menjalaninya.

Di awali niat untuk bertemu saudara kita ketika kita bersilaturrahim, yang sebelumnya dipanjatkan dalam do'a-do'a kita, lalu hati ketemu hati tidak sekedar fisik, dan begitu ingin berpisah, saling mendo'akan.

Inilah indahnya persaudaraan sejati.

Terkadang rezeki, entah dalam bentuk kesehatan, ketenangan atau uang sekalipun, akan terjadi jika ada jembatannya.


Miracle Ujug-Ujug

Misalnya, ketika kita bertemu teman lama kita, dan secara pemahaman sama dengan kita, lalu kita ngobrol tentang sesuatu, tiba-tiba beliau curhat tentang permintaan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Padahal pada waktu yang bersamaan, ada permintaan juga untuk melakukan perjalanan ke suatu daerah di tanah air.
Karena awalnya sudah ada TRUST dengan kita, maka salah satu dari pilihan tersebut, beliau rekomendasikan ke kita.
Ini yang teman saya sering katakan sebagai, Miracle Ujug-Ujug, sebuah keajaiban atau rezeki dari langit yang tiba-tiba.

Walaupun begitu, tidak semua orang siap menerimanya.

Kecuali yang sudah mempersiapkan infrastruktur 'keuangan'nya.

Infrastruktur inilah yang seharusnya kita persiapkan.
Ibarat Jembatan tadi, maka Infrastruktur Penarik Rezeki ini :

1. Fondasi yang kokoh
Jika kita ingin bepergian ke suatu daerah, mininal bekal komunikasi kudu disiapkan.
Ini adalah karakter diri yang akan menjadi dasar TRUST buat orang lain.

2. Pilar-pilar yang tegak berdiri.
Kompetensi apa yang telah kita punyai sehingga orang menjadi TRUST terhadap kita.

3. 'Atap' yang menaungi jembatan tersebut.
Ini adalah 'kapital' yang telah kita siapkan, misalnya ketika ingin berkunjung ke luar negeri, maka pasport menjadi syarat utamanya, dst.

Insya Allah, jika ke-3 hal di atas telah kita siapkan, siap-siap akan terjadi Miracle Ujug-Ujug.

Wallahu'alam...

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#JembatanSilaturrahimKeuangan
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 24 Mei 2018

Membimbing anak memahami UANG

Ajari dan Praktekkan kepada anak, cara bertransaksi menggunakan media UANG hingga menembus alam bawah sadarnya (Hari 'Soul' Putra)



Di Zaman NOW, dimana anak-anak sudah terbiasa dengan Gadget yang canggih, membiasakan mereka agar Melek Baca dan Melek Keuangan merupakan salah satu pintu untuk berfikir kreatif.

Salah satunya melalui BUKU Konvensional, seperti yang ada di toko buku.



Walau banjir informasi melanda keluarga kita hari ini lewat internet, tetapi Cara Belajar Klasik Konvensional tidak harus di tinggalkan.

Dan ini adalah cara yang ampuh untuk membiasakan mereka menghargai Karya Intelektual seseorang.

Di mulai dari Pemahaman Pentingnya UANG, lalu melakukan transaksi dengan Uang, misalnya  meminta anak kita memilih buku apa saja yang mereka maui, yang di awal sudah di beri pemahaman batasan berapa budget uang yang akan kita keluarkan.

Misalnya, mau beli buku dengan batasan Rp 100.000, maka membawa anak ke toko buku dengan aktivitas menyenangkan, adalah salah satu jurus jitunya.

Sehingga jika pola ini terus kita lanjutkan, akan mempengaruhi alam bawah sadarnya, bagaimana cara bertransaksi dengan media UANG.

Siap praktekkan buat buah hati tercinta?

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com 

Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#MembimbingAnakMemahamiUang
#KeuanganBuatAnak
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Senin, 21 Mei 2018

Karakter Asli dalam Perjalanan

“Untuk menyelami Karakter Asli seseorang, salah satunya adalah dengan mengadakan Perjalanan Bersama” ~Hari ‘Soul’ Putra~


Ibarat air mengalir sampai jauh, maka menjelajahi salah satu Situs Kuno Warisan Dunia yang sudah terdaftar oleh UNESCO tidak sekedar ‘memanjakan mata’ saja, tetapi disana ada :

1.    Budaya
Kota kuno Hierapolis menyimpan sejarah panjang dari zaman ke zaman, dari paganisme ke sistem Tauhid.

Dari kebudayaan Yunani, Romawi hingga hari ini menjadi bagian dari Republik Turki dimana sebelumnya Dinasti Kekhalifahan Ustmani meneranginya.

2.    Seni alam
Cotton castle adalah teras dan kolam putih yang terjadi oleh aktivitas alami dengan perairan air panas berkapur yang mengalir menuruni gunung.

Jika kita lihat dari kejauhan, maka kolam pemandian air panas ini seperti kapas.

Tidak sekedar memanjakan mata, tetapi airnya bisa menjadi terapi buat penyembuhan bagi yang sakit jasmani.

3.    Kehidupan
Air adalah sumber kehidupan, tanpa adanya air maka kehidupan bisa dipastikan akan berakhir.  Bukankah bumi yang kita tempati ini, 70% terdiri dari air?

Seperti juga tubuh kita yang mayoritas terdiri atas air (Baca : Darah) yang mengaliri seluruh sendi-sendi kehidupan.
Dalam kehidupan tercermin semangat untuk mengabdi pada Sang Pemberi Kehidupan, Allah SWT.

Perjalanan bersama (Baca : Safar) merupakan salah satu cara memahami beragam karakter sejatinya teman-teman kita, selain Mabit dan Muamalah.

Atau jika kita ingin mengenal lebih detail tentang manusia yang yang diciptakan Sang Pemberi Kehidupan, kenali dahulu Sang Pembuatnya, Allah SWT.

Wallahu’alam


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#KarakterAsliDalamPerjalanan
#HappinessTravelling
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Sabtu, 19 Mei 2018

Sukses Sejati saat Giliran Tiba

Untuk menjadi SUKSES, tidak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu, tetapi berAKSIlah ketika GILIRAN itu TIBA (Hari ‘Soul’ Putra)


Jika shalat saja ada waktunya, misalnya shalat dzuhur atau maghrib maka kesuksesan, selain kita ciptakan, juga ada jadwalnya.

Terkadang, banyak dari kita memimpikan sukses instan, padahal waktunya belum sampai ke kita.

Ada satu rahasia yang saat ini saya yakini yang Insya Allah menjadi kesuksesan banyak orang, yakni “Untuk menjadi SUKSES, tidak perlu mengetahui semuanya, tetapi berAKSIlah ketika GILIRAN itu TIBA”

Kenapa harus menunggu giliran itu tiba?

Karena saat itulah  sebenarnya UJIAN KESUKSESAN itu terjadi.

Misalnya dalam dunia Motivasi Keuangan, sebelum sesorang itu menjadi ‘besar’, biasanya menjadi pemain cadangan dulu, bisa sebagai Co-Trainer, Co-Writer, Co-Speaker atau hanya ‘Membawakan Tas’ seorang Senior yang sudah sukses.

Ketika ‘pemain’ asli lagi bermasalah, misalnya karena cedera atau mengalami bentrokan jadwal manggung, maka pemain pengganti ini menggantikan posisinya.
Saat itulah sebenarnya kita harus menunjukkan performance kita yang sebenarnya, bukan melakukannya ogah-ogahan.

Karena sekali kita beraksi, akan menjadi Cambuk Diri buat Perbaikan Prestasi.

Are your ready?

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#SuksesSejatiSaatGiliranTiba
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow