Minggu, 15 April 2018

Keterampilan mengolah 'Masakan Keuangan'

Keterampilan mengolah 'Masakan Keuangan' layaknya Koki Handal yang lagi memadukan Bahan-Bahan Makanan bernama Pendapatan, Pengeluaran, Utang, Investasi, Proteksi dan Distribusi (Hari 'Soul' Putra)


Koki (Juru Masak) yang baik adalah yang bisa menyajikan masakan terbaik yang dibuatnya buat diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Bukan seberapa mewahnya masakan yang akan dihidangkan, tetapi bagaimana cara koki tersebut meramu, meracik dari bahan baku yang terbatas menjadi masakan nikmat yang terhidang dengan cara yang elegan.

Rezeki tingkat satu (Rezeki Makhluk) dan Rezeki tingkat dua (Rezeki Orang yang Berusaha) itu adalah sebuah kepastian dari Sang Maha Pemberi Rezeki, tetapi jika salah mengolahnya, maka usaha dari menjemput rezeki tersebut akan terasa sia-sia.


Sadar Uang

Jika kita persempit menjadi 3 bagian bahan baku bernama uang, maka, sudah selayaknya kita SADAR UANG :
1. Masa lalu (utang)
2. Masa kini (cash flow)
3. Masa depan (investasi)
agar tidak menjadi Budak Uang.

Untuk itulah dengan kita menjadi Koki bagi Diri Pribadi dan Keluarga kita, maka kita dapat menyajikan 'Masakan Nasi Goreng' yang Halal, Toyyib, Higienis, Organik dan Lezattttt.

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#KeterampilanMengolahMasakanKeuangan
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 13 April 2018

Lokomotif Kesuksesan adalah Kesulitan

Jika Lokomotif Kesuksesan adalah Kesulitan, Gerbong-nya adalah Rasa Sabar, maka Masinis-nya adalah Rasa Syukur (Hari 'Soul' Putra)


Lokomotif adalah bagian dari rangkaian kereta api di mana terdapat mesin untuk menggerakkan kereta api tersebut.

Biasanya lokomotif terletak paling depan dari rangkaian kereta api.

Lokomotif yang dikemudikan oleh Masinis ini, membawa gerbong-gerbong yang berisi barang dan penumpang.


Masinis Pemberdaya

Di tangan seorang pengemudi kereta api (Baca : Masinis), lokomotif ini tentulah harus bekerja sangat keras agar bisa membawa gerbong-gerbong ini menuju puncak kesuksesan yang menjadi tujuannya.

Dan mau tidak mau, gerbong-gerbong yang sejatinya hanya menjadi 'pengikut' ini, haruslah secara sadar dan sabar mengikuti semua perjalanan sang lokomotif.

Tanpa adanya kesadaran dan kesabaran itu, maka gerbong-gerbong ini tidak bisa secara bersama-sama mencapai tujuan yang diinginkan.

Hidup kita pun hari ini, merupakan kombinasi dari rasa sulit dalam irama sabar dan syukur.

Tinggal, seberapa sulitnya pun kehidupan kita hari ini, bersama-sama kesulitan, Insya Allah selalu ada kemudahan, bagi yang berfikir.

Wallahu'alam Bisshowab

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#LokomotifKesuksesanAdalahKesulitan
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 06 April 2018

Visi Gerakan Perubahan Indonesia EMAS 2029

INDONESIA EMAS (Evolusi Maju-Aktif-Sejahtera) 2029


“Sejahtera suatu bangsa adalah Akumulasi Sejahtera Spiritual, Sosial dan Personal”

# IndonesiaEmas2029
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 30 Maret 2018

Komunitas Spiritual Finance di Museum Hagia Sophia, Turki



Salah satu cara kita memahami betapa pentingnya peranan UANG adalah dengan melihat masa lalu sebuah peradaban.


Jika dahulu Katedral Aya Sofya berdiri kokoh lebih dari 1000 tahun pada masa Byzantium alias Konstantinopel atau sering juga disebut Romawi Timur membuat warga sekitarnya merasakan dampak ekonomi yang tidak sedikit.

Seiring jatuh bangunnya sebuah peradaban, dari yang dulunya sebuah gereja lalu beralih menjadi masjid pada masa Sultan Muhammad Al Fatih 1453 M dan akhirnya sekarang menjadi museum terbesar di Turki, tetap memberi sebuah aset yang bernilai bagi warga sekitarnya.

Dan Alhamdulillah kami (Konsorsium Asphurindo dalam Program Spiritual Finance Umroh) sempat merasakan aura kebesarannya di peralihan musim dingin ke musim semi yang notabene dinginnya air di sekitar Masjid Biru dan Musem Hagia Sophia merasuk ke tulang.

Belajar Spiritual Finance, tidak mesti bicara tentang UANG an sich, tetapi bagaimana Memaknai Peranan Uang dalam Kancah Spiritual yang membuat kita semakin Melek Keuangan yang ujungnya selalu membesarkan Tuhan Semesta Alam, Allah SWT.

Wallahu'alam Bisshowab

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#KomunitasSpiritualFinanceDiMuseumHagiaSophiaTurki
#KomunitasSpiritualFinance
#UmrohBersamaMotivatorKeuangan
#IlfaTravel
#Asphurindo
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 23 Maret 2018

Air Hajar Aswad, Rezeki yang tidak terduga

Saya menyebutnya Air Hajar Aswad.

Kenapa?


Karena air inilah (air dalam kemasan yang saya bawa selalu ketika saya lagi tawaf) yang menjadi saksi bahwa untuk mencium hajar aswad perlu perjuangan yang tidak kecil.










Bermula dari memegang kiswah yang membungkus sekitar hajar aswad, lalu mencoba berd'oa di samping hajar aswad hingga 'terbang' dengan gaya miring di angkat kaum muslimin yang memiliki tujuan yang sama, mencium Sang Batu Hitam dari Syurga.



Mengusap Rukun Yamani dan Mencium Hajar Aswad

Hanya kepasrahan total dengan niat untuk mencium hajar aswad tanpa memikirkan hasil akhir.

Karena hasil akhir adalah milik Allah SWT, yang kita perlukan hanyalah Tawakkal Sempurna dan Usaha Maksimal.

Kenapa harus Tawakkal Sempurna terlebih dahulu?

Karena dengan keyakinan inilah, 51% pencapaian mulai akan terlaksana.

Hanya persoalan kapannya itu yang masih menjadi misteri illahi.

Yakin saja bahwa kita akan bisa mencium hajar aswad.

Sebelum ke Air Hajar Aswad, saya akan sedikit cerita untuk shalat tepat di Maqom Ibrahim (bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS) dalam jarak yang sangat dekat.

Dan ternyata Allah SWT belum menaqdirkan saya untuk shalat dekat sana.

Jika tidak bisa ke bapaknya, saya coba lewat anaknya di Hijr Ismail, tempat Nabi Ismail AS sering berdo'a kepada Allah SWT.

Dan untuk sampai ke Hijr Ismail, untuk masuknya mungkin tidak terlalu sukar, asal bisa secara tepat masuk ke lingkaran tawaf, tapi buat shalat sepertinya harus memikirkan ulang waktunya.

Jadi alih-alih ingin shalat disana, cukup berdo'a saja agar kami meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.
Aamiin....

Dan disini sejarah bagi saya ini di mulai.

Sebelum kita menuju Hajar Aswad, kita akan melewati sudut Yamani.
 
Antara sudut Yamani dan Hajar Aswad inilah yang disebut Multazam, salah satu tempat yang cepat di ijabah buat kita berdo'a.

Sepanjang dinding yang tertutup kiswah ini, di pojoknya ada pintu Ka'bah.

Banyak sekali orang-orang yang mencoba memasukkan tangannya ke pintu Ka'bah ini.

Balik lagi ke cerita tentang Hijr Ismail, banyak yang memegang kiswah sembari berdo'a di Hijr Ismail, maka saya mencoba melakukan hal yang sama.

Dan ternyata, itulah cara Allah SWT untuk mengajari saya agar bisa mencium Hajar Aswad.

Tinggal menyusuri Sudut Yamani, maka sampai juga saya dan seorang Sahabat ke wilayah Hajar Aswad.

Dan inilah yang cukup menarik ceritanya.
 
Di rukun Yamani ini banyak orang meletakkan tangannya di kiswah.
 
Saya pun melakukan hal tersebut.

Awalnya dari luar ke dalam, kami hanya bisa 'memegang' dari jarak 1 tapak tangan saja, karena terhalang tubuh tinggi besar saudara-saudara kami yang lain.

Lalu, kami mulai bisa mendekati titik kiswah tersebut dan bisa memegangnya, mengusap rukun yamani serta merasakan batu/marmer Ka'bah tersebut dari luar kiswah.

Karena desak-desakkan, tubuh kecil saya terangkat hingga berjalan miring seperti terbang di antara 'lautan' manusia.

Dari 'atas' inilah saya bisa melihat beragam karakter manusia, ada yang tetap fokus tawaf, ada yang saling sikut-sikutan, ada yang emosi karena teriknya matahari, ada juga yang sangat bernafsu untuk mencium Sang Batu Hitam, dll.

Panasnya matahari berlomba dengan semakin membanjirnya keringat orang-orang yang melakukan tawaf tersebut.

Perlahan namun pasti, saya tetap bertasbih dan semakin memperhebat bacaan tasbih saya.

Tidak berapa lama kemudian, saya mengikuti tangan orang-orang yang mencari pintu Ka'bah.

Lalu sempat kepala saya di toyor dari belakang, agar bergeser lebih cepat lagi menuju hajar aswad.

Perihnya pinggang dan sakitnya punggung sudah tidak saya rasakan lagi.

Mau rasanya saya balas, tetapi hati kecil saya mengatakan jangan, malah saya mempersilahkan bapak-bapak disamping saya untuk memegang pintu Ka'bah tersebut.

Lalu setelah itu, ini drama paling menarik untuk mencium hajar aswad.

Beberapa kepala dengan sangat memaksa untuk bisa mencium batu hitam tersebut, ada yang bisa, ada juga yang terlempar dari arus  manusia.

Teman saya, tinggal terhalang 1 badan orang saja, akhirnya keluar arena juga.

Tinggal-lah saya yang harus menyelesaikan etape perjuangan ini.

Jika Bunda Siti Hajar saja bisa berlari-lari untuk mencari air buat anak orok-nya, masa saya tidak mampu bertahan!

Akhirnya atas Izin Allah SWT, saya bisa mencium Hajar Aswad walau cuma beberapa detik.


Dan kembali saya 'terbang' alias kaki saya sudah tidak menginjak bumi akibat dorongan yang sangat kuat terhempas ke luar.

Dengan nafas tersengal-sengal dan keringat membanjiri badan saya, diiringi sakit pinggang dan kaki, saya meninggalkan hajar aswad untuk shalat sunnah di sudut Maqom Ibrahim.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari Mengusap Rukun Yamani dan Mencium Hajar Aswad tersebut?

1. Selalu berbaik sangka kepada Allah SWT

Terkadang pahitnya hidup yang kita rasakan, tidak seberapa dibanding dengan ujung indah yang Allah SWT telah persiapkan.

Selalu hasil akhir dari episode kehidupan kita yang terbaik.
Dan itu pilihan dari Sang Pencipta.

2. Rezeki tidak akan tertukar ketika kita Tawakkal Sempurna dan Usaha Maksimal

Jangan pernah berkecil hati dengan kondisi kita hari ini, tetapi latilah karakter kaya atau karakter sejahtera.

Karakter yang akan membuat kita hidup 2/3-nya dengan Spiritual (Spirit dan Ritual).

3. Selalu menikmati proses yang sudah Allah SWT kita tetapkan

Yakinilah selalu bahwasanya menikmati proses itu lebih nikmat ketimbang hasil akhirnya.

Dalam kita berproses, satunya Kata, Ucapan dan Tindakan adalah Tanda Orang yang Bersyukur.

Wallahu'alam Bisshowab

Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916


#AirHajarAswadDanRezekiYangTidakTerduga
#UmrohBersamaMotivatorKeuangan
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Jumat, 16 Maret 2018

Ku tunggu Umroh-mu bersama Ku!

Berikan SURPRISE kepada Keluarga Anda, walau itu hanya kiriman kartu "Ku tunggu Umroh-mu bersama Ku" ~ Hari 'Soul' Putra

Salah satu sisi romantika dalam keuangan keluarga adalah ketika kita atau pasangan kita memberikan kejutan atau surprise.

Bisa hadiah-hadiah kecil, momen-momen istimewa atau sekedar ucapan sayang yang menggugah jiwa.

Dan salah satu 5 bahasa cinta adalah Receiving Gift atau
Hadiah buat hiburan.

Alangkah Indahnya jika kita merencanakan bisa liburan bersama keluarga sembari beribadah seperti "Ku tunggu Umroh-mu bersama Ku".


#KuTungguUmrohmuBersamaKu
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#KeuanganKeluarga
#SehatKeuanganSehatKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Kamis, 15 Maret 2018

Kemandirian Keuangan Keluarga

"Ketangguhan Keuangan Keluarga berawal dari Kemandirian Keuangan Pribadi" ~ Hari 'Soul' Putra

Sahabat, banyak dari kita ingin agar keuangan keluarga kita, kokoh seperti batu karang.

Yang tetap tegak berdiri walau di hantam gelombang air laut.

Tapi, tidak sedikit juga yang paham bahwasanya persoalan keuangan keluarga bukanlah perkara sim salabim selesai.

Tapi memerlukan proses yang panjang yang di bangun dari pola pikir, tindakan, kebiasaan hingga menghasilkan karakter keuangan kokoh yang sejatinya.

Agar punya ketangguhan keuangan yang kokoh, bisa kita mulai dari bangun Fondasi Keuangan, mulai dari memiliki DANA DARURAT.


#KeuanganKeluarga
#SehagKeuanganSehatKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow