Senin, 11 Februari 2019

Berutanglah dengan mulut yang 'Manis'


Apakah Anda pernah susah???

Jika iya, bagaimana rasanya hidup susah tersebut?

Pasti tidak enak, kan!

Misalnya saat ini, Anda butuh dana buat berobat anak Anda yang lagi sakit.

Pasti segala cara akan Anda lakukan.

Dari yang terbiasa Disiplin dalam Good Character, bisa jadi akan switching ke 'bad character'.

Anda mungkin sudah tidak memperdulikan lagi yang namanya gengsi, rasa malu, jaim (jaga image alias pencitraan), asal anak Anda selamat dan sehat dari sakitnya.

Biasanya, Anda akan datang ke orang terdekat.
Berharap dapat pinjaman/santunan, yang terjadi malah penolakan.

Orang yang kita sangka bisa menjadi 'Dewa Penolong' kita, malah menjadi 'Dewa Sakit Hati'.

Lalu, mulailah kita akan lakukan segala macam cara, dari persuasif hingga 'intimidatif'....

Saat itu, mungkin kita baru sadar, siapa sejatinya teman-teman kita.

Banyak yang menjadi teman di kala kita senang, tapi tidak banyak yang jadi teman di kala kita lagi mengalami kesulitan.

Jika nasibnya sama dengan kita, jangan-jangan begitulah kualitas diri kita aslinya.


Memberi Pinjaman dengan Tegas

Cerita seorang teman, sebut saja A, pernah meminjami sahabatnya, si B uang Rp 250rb, saat itu kebetulan beliau lagi kosong.

Betapa senangnya si B yang dapat pinjaman.

Baru satu hari dapat pinjaman dari sahabat baiknya si A, si A  langsung WA sahabatnya tersebut, kapan mau dikembalikan uangnya?

Saat itu juga, dengan berbagai cara, si B mengembalikan uang Rp 250rb tersebut.

Singkat cerita, sejak saat itu, si B kapok meminjam kepada sahabatnya si A, padahal si B termasuk yang punya 'Good Character'.

Lain lagi cerita si C yang ketiban menjadi ketua sebuah organisasi kemanusiaan.

Atas dasar rekomendsi teman baiknya si D, beliau mengangkat si E menjadi salah satu pengurus di organisasi tersebut.

Si C yang sudah berteman lama dengan si D, menjadikan si D sebagai 'Personal Guarantee', jika terjadi apa-apa.

Singkat cerita, si E meminjam uang organisasi tersebut buat keperluan pribadinya.

Dan hingga hari ini, si E belum mengembalikan uang tersebut.

Ternyata, uang tidak mengenal kawan, jika si E ini termasuk 'bad character' maka kewajiban si D lah untuk mengingatkannya.

Lain lagi cerita si F, bagaimana beliau lepas dari belitan mulut manis seorang peminjam.

Atas dasar trauma, si F setiap akan meminjamkan uangnya kepada siapapun, selalu bertanya 3 hal :
1. Berapa yang akan dipinjam?
2. Kapan akan mengembalikan?
3. Bersediakah untuk menandatangani perjanjiannya di atas materai?

Setelah peminjam mengiyakan, misalnya hari senin, biasanya butuh 1 hari untuk si F jawab, yakni hari selasa.

Artinya, bagi si G, sang peminjam, harus menunggu layaknya orang minjam di lembaga keuangan.

Perlu verifikasi terlebih dahulu lewat isterinya si F.

Alasannya, keuangan keluarga saat ini satu pintu lewat menteri keuangan keluarga, yakni isteri si F.

Baru 2 hari kemudian, hari rabu, si F memberitahu si G, bahwasanya beliau baru bisa transfer.

Hari kamisnya, beliau akan mengabarkan bahwasanya beliau lagi terkena deadline.

Jadi, jika sempat ke ATM, akan di transfer.

Sementara si G yang terlalu lama menunggu, sudah mulai gelisah.

Si F Handphone nya tidak aktif, lalu hari Jum'at sore, baru mengabarkan jika rekening giro nya baru bisa dijalankan hari senin siang.

Akhirnya, dengan kekecewaan, si G pulang dengan tangan hampa setelah 5 hari di PHP-in oleh temannya.


Hikmah berteman

Sahabat, berapa banyak dari kita yang ringan tangan membantu saudara atau temannya yang lagi kesusahan.

Tanpa menanyakan alasannya, langsung saja beliau bantu.

Seperti misalnya, Pak Puspo Wardoyo, selalu mengusahakan membantu orang-orang disekitarnya.

Tapi tidak sedikit pula, yang enggan membantu teman atau saudaranya, walaupun dia lagi dalam keadaan lapang.

Rumus di dunia pertemanan, "Bahwasanya Giving harus seikhlash mungkin, dan Business harus sedisiplin mungkin"

Jika babnya adalah kebutuhan, bantulah sebisa mungkin atau terus teranglah jika lagi tidak mampu.

Tapi, jika babnya adalah keinginan, maka katakan dengan lantang, mohon maaf, kami belum bisa bantu.

Jangan sampai 'mulut manis' berubah jadi 'racun'.

Wallahu'alam.....


Hari 'Soul' Putra  
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com  
Founder IBC/Indonesian Business Community  
Motivator Keuangan Indonesia  
0815 1999 4916


#BerutanglahDenganMulutYangManis
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Senin, 14 Januari 2019

Lunas Utang ala 'Samurai'

Seorang Sahabat yang telah berkecimpung 12 tahun sebagai Professional Trainer bertemu temannya di sebuah kota.

Singkat cerita, setelah mengenang perjalanan persahabatan mereka, temannya yang sudah sukses sebagai pengusaha bertanya kepada si professional trainer.

"Bang, saya lihat hidupmu hari ini bahagia sekali, nyaman dengan kondisi yang ada.  Apakah tidak ada masalah?....."

Dengan tegas si professional trainer berkata, "Semua orang pastilah punya masalah, tapi ada yang menampakkan wajah topengnya, dan ada juga yang hidup apa adanya.

Saya termasuk, orang yang menggunakan topeng di kehidupan saya hari ini.

Di luar saya terlihat gagah, apalagi ketika di panggung, tetapi sebenarnya saya memiliki utang Rp 1 M (miliar).

Dan saya hidup dalam tekanan utang Rp 1 M tersebut, ujarnya.

Si pengusaha sukses akhirnya memberikan Nasehat Emasnya kepada Sang Professional Trainer.

Jika hari ini kita punya masalah, bisa jadi kita tidak mau berubah.

Dan perubahan hanya bisa terjadi ketika mengalami 3 hal berikut, ujarnya.
1. Karena Ilmu
2. Karena Keadaan (peristiwa)
3. Karena otoritas.

Dan untuk berubah secara permanen perlu switching ke arah berbeda dari tindakan biasanya, atau Perbesar wadah (organisasi) dimana Anda tinggal hari ini.


Recovery Psikis

Sahabat, mungkin Uang Rp 1 M kelihatannya besar bagi kita hari ini, tapi katakanlah jika kita menukarkan 1 Ginjal kita pada orang yang membutuhkan dan beliau punya uangnya, maka solusi jalan tol akan kita dapatkan.

Utang kita bisa lunas seketika, dengan konsekuensi kita hidup dengan 1 ginjal.

Tapi, cara seperti ini tidak akan saya sarankan kepada Anda, karena merecovery fisik lebih sulit ketimbang merecovery psikis.

Jadi solusi jalan biasanya adalah kita harus memacu hormon adrenaline dan endorphine psikis kita lebih berat.

Kerja lebih keras
Kerja lebih cerdas
Kerja lebih tuntas
Kerja lebih ikhlash

Di mulai dari mana?

Menunda Kesenangan
 
Lebih banyak bersyukur
 
Lebih banyak bersabar.

Karena recovery psikis, lebih gampang ketimbang Recovery Fisik.

Jika saya menganalogikan layaknya seorang Samurai, maka kita harus senantiasa melakukan yang terbaik di sepanjang kehidupan kita.

Maka nilai-nilai seperti Jujur, tanggung jawab, hormat, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli adalah beberapa dari semangat seorang samurai.

Ada 4 credo dari Samurai yang saya dapatkan dari Mentor saya :

1. Jangan ragu

Yakinilah bahwasanya utang kita sebesar apapun itu, akan lunas selunas-lunasnya.

Seorang samurai tidak pernah ragu untuk maju dalam peperangan.

Dan mereka siap mati untuk membela orang dan organisasi yang dicintainya.

Tetapi anehnya, yang terjadi justru kebalikannya, mereka hidup terus dalam keyakinannya.

2. Jangan sungkan

Selagi dalam koridor 'jihad' terhadap utang, apalagi utang ribawi, maka tidak perlu sungkan, segan dan malu untuk memulai hidup Anda dari 0 lagi.

Kembali ke titik NOL, dimana kita tidak punya apa-apa, akan lebih baik ketimbang hidup dalam kepura-puraan.

Orang yang kelihatan kaya dengan gaya hidup mewah, tidak lebih berharga dari orang biasa-biasa saja dengan hidup semurah mungkin.

Lepaskan topeng kemunafikan dalam diri dan keluarga kita.
Jangan sungkan mengakui bahwasanya hari ini kita masih punya utang.

3. Jangan takut

Apa yang manusia modern hari ini takutkan?

Cuma dua hal, yakni Cinta dunia dan Takut mati.

Padahal, Dunia akan kita tinggalkan dan mati adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa di tawar-tawar lagi.

Maka hiduplah dengan gagah berani, tinggalkan warisan (legacy) yang mendunia, syukur-syukur bisa tetap di catat hingga alam akhirat.

4. Jangan kagetan

Hidup itu pastinya memiliki siklus.

Hari ini ada orang yang sangat kuat, suatu hari juga akan jatuh.

Dimana hari ini Fir'aun, Namrudz, Julius Caisar, Hitler, dll, semuanya akan hilang.

Setiap masa punya orangnya
 
Setiap orang punya masanya

Semuanya akan dipergilirkan, termasuk juga utang kita hari ini.

Ada saatnya utang itu hidup dan membelit kita bak ular yang sangat kuat.

Ada saatnya juga utang itu akan mati dan kita bebas dari utang tersebut.

Wallahu'alam Bisshowab.....


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology 
www.P3KCheckUp.com

Founder IBC/Indonesian Business Community  
Motivator Keuangan Indonesia  
0815 1999 4916


#LunasUtangAlaSamurai
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Sabtu, 12 Januari 2019

Menjadi Pemain Global (Becoming a Global Player)

Di sebuah percakapan group WA, seorang Sahabat berbagi lokasi, bahwasanya beliau lagi makan siang di sebuah mall di Singapore.


Padahal esok paginya, beliau ada janji sama kami untuk bertemu di bilangan Jakarta Selatan.

Mungkin, banyak yang mengatakan, apa istimewanya peristiwa di atas.

Dengan teknologi, semua bisa dilakukan.

Sebelum menjawabnya, izinkan dulu saya bercerita satu hal.

Suatu pagi di bilangan Depok, Ba'da Shubuh, kami dikumpulkan oleh Mentor kami buat Kajian Rutin.

Saat itu, Sang Mentor bercerita bagaimana Positioning kita di muka bumi.

Beliau mengutip Surat Al-Jumu'ah 62 : Ayat 10 "Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah SWT dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

Misalkan, pagi ini kita lagi Tadabbur Quran di Depok, Jawa Barat, waktu  Dhuha meeting sama karyawan tentang produktivitas di bilangan Sudirman, Jakarta.

Ba'da Dzuhurnya makan siang di Singapore dengan rekanan bisnis, malam atau Ba'da Isyanya sudah meeting lagi dengan rekanan bisnis yang lain di Turki, atau siap-siap untuk Umroh dst.

Saat itu, kami yang masih 'unyu' dan belum punya pengalaman terbang ke luar negeri cuma bengong dan terdiam.

Dalam hati, boro-boro mau ke luar negeri, passport saja belum punya.

Jadi, mikirnya sudah Mental Block, gak mungkin, gak bisa.

Apa iya?

Padahal belum di coba.

Setelah sekian tahun kemudian, kami yang dulu duduk melingkar di hadapan Sang Mentor, bertemu kembali dan membenarkan Nasehat dari Sang Mentor atas kebenaran nasehatnya.

Ada yang saban hari, bolak balik negeri jiran tetangga, ada yang dalam 1 bulan, bisa 4x pulang pergi ke Makkah Madinah, ada juga yang dalam 1 tahun, bisa 2-3x ke Amerika dan Eropa, dll.

Dan hari ini, banyak sekali Mentee dari Sang Mentor yang menjadi orang-orang hebat di bidangnya masing-masing.

Kembali ke laptop, istimewanya cerita di atas, bahwasanya kita hidup di dunia ini, sehebat-hebatnya kita, jangan hanya menjadi jago kandang.

Ibarat katak dalam tempurung, dunia kita ya hanya tempurung.

Harusnya, ke luar dari 'tempurung berfikir' kita, lihatlah dunia begitu indahnya, yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa buat orang-orang yang berfikir dan mensyukuri nikmatnya, lalu BERTEBARANLAH.

Jadilah pemain global (global player), tidak hanya di dunia semu (Baca : Online), tetapi juga dunia nyata.

Tidak hanya populer di bumi, tetapi juga populer di akhirat.

Tidak hanya bermanfaat untuk segelintir orang, tapi bermanfaat untuk semua manusia.

Jadilah Istimewa, mulai dari Berfikir besar dengan 1 langkah kecil, Take Action!

Insya Allah, apa yang kita impikan menjadi NYATA.

Wallahu'alam Bisshowab.....


Hari 'Soul' Putra  
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com  
Founder IBC/Indonesian Business Community  
Motivator Keuangan Indonesia  
0815 1999 4916


#MenjadiPemainGlobal
#BecomingAGlobalPlayer
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Rabu, 02 Januari 2019

Resolusi Keuangan Ala Spiritual Finance

Baru 1 hari tahun 2019 terlewati, ada yang kembali ke rutinitas semula, bekerja seperti biasa.


Ada yang baru di PHK, ada yang mulai membangun usaha Start Up, ada yang manapaki hidup baru dll.

Disisi lain, ada yang dengan semangat menggebu-gebu mendeklarasikan Resolusi-nya, baik di Catatan Harian, di status media sosialnya atau diikrarkan di depan keluarga dan teman-teman terdekat.

Tapi ada juga yang akhirnya kembali seperti semula, tidak membuat resolusi apa-apa.

Karena buat atau tidak buat Resolusi, sama saja.

Apa pun yang kita akan lakukan, menapaki tahun 2019 seyogyanya kita melakukan evaluasi atau refleksi terlebih dahulu.

Apa saja yang sudah kita lakukan sepanjang tahun 2018, dan kemudian menjadikannya pelajaran untuk melangkah di tahun depan.

Kenapa harus membuat evaluasi?

Karena harus ada pembanding antara tahun kemaren dengan tahun yang akan datang.

Dalam Spiritual Finance, Evaluasi ini meliputi 3 Dimensi :
1. Masa Lalu (past)
2. Masa Depan (future)
3. Masa Sekarang (present)

Dengan 5 langkah jitunya, yakni :
1  Cek kondisi keuangan kita hari ini!
2. Apakah Tujuan keuangan kita?
3. Bagaimana Cara mencapai tujuan keuangan tersebut?
4. Seperti apa Eksekusi detail tujuan keuangan tersebut, dan
5. Monitoring dan evaluasi keuangan.

Untuk lebih jelasnya, Yuk, simak Program INSPIRASI KELUARGA (Ekonomi Keluarga) di Radio I Dream 1044 AM buat di Jabodetabek beserta jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community &
Motivator Keuangan Indonesia.


📆 Rabu, 2 Januari 2019 M
🕐 09:00 Wib LIVE
Siaran Ulang 20:00 Wib

Hanya di 1 0 4 4 AM

Streaming kita
www.idreamradio.id

Download aplikasinya
http://bit.ly/idreamradio

Yang pengen dapat info terkini program-program I Dream yuk gabung sama kita disini:
https://chat.whatsapp.com/CtTGJiylttN1fQdfWeFDOS

Join juga di chanel Telegram kita
https://t.me/idreamradio

Untuk info lebih lanjut
☎ 021 7888 5300
  0822 9789 1044

#ResolusiKeuanganAlaSpiritualFinance
#SpiritualFinanceIsAWayOfLife
#MengenalDanMemahamiSpiritualFinance
#SuccessfullMoslemFamily
#SpiritualFinance
#KeuanganKeluarga
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Selasa, 25 Desember 2018

The Ultimate Financial Resolution 2019

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata Resolusi Keuangan?


Sekedar eforia membuat Rencana Keuangan tahun depan?
Ataukah Anda secara Tahu-Paham-Sadar (TPS) untuk melaksanakannya?

Bagi kebanyakan orang, membuat Resolusi Keuangan seperti kita mengucapkan 'Harapan' pada saat ketika meniup lilin di acara ulang tahun.

Jika tercapai, kita bersyukur, jika tidak tercapai, ya tidak apa-apa.

Tidak ada suatu hal yang dipertaruhkan, tidak ada gregetnya.

Beda konteksnya, jika ini menyangkut 'hidup mati' dan 'harga diri' apalagi memiliki nilai spiritual, misalnya.

Jika saya tidak mencapai target tersebut, akan mengganggu kestabilan keuangan keluarga dan saya akan di kejar-kejar debt collector.

Ini bisa jadi pemicu yang powerfull untuk kita laksanakan.
Otomatis, kita akan berjibaku untuk mencapai target tersebut.

Dalam Dunia PerMentoringan, ada satu Metode Klasik yang menjadi Pavorit para Pemberdaya Manusia.

Namanya, GROW.

Mari kita merefresh metode di atas sembari menikmati secangkir teh hangat di hari yang cerah ini.

GROW merupakan singkatan dari Goal, Reality, Obstacle dan Way forward.

Goal/tujuan adalah titik akhir.  Sering di sebut, starting with the end.
Di mana nanti, kita ingin berada.
 
Tujuan tersebut harus didefinisikan sedemikian rupa sehingga sangat jelas bagi kita, ketika kita telah mencapainya.
Misalnya : Kita ingin keluar negeri.
 
Maka Rumus 5W+1H+1M bisa kita terapkan.

"Saya ingin ke luar negeri (what), yakni ke : Turki (where) pada tanggal 29 Mei 2019 M (when) karena ada Festival Al Fatih di Kota Istanbul (why) bersama pasangan hidup saya (who) naik pesawat Turkish Airlines (how) dengan bekal Rp 20jt (money) selama 5 hari.

Setelah membuat GOAl, dilanjutkan dengan :
Reality/realitas adalah tempat kita sekarang berpijak. Apa masalah, tantangan, dan seberapa jauh kita dari tujuan tersebut?

Berarti secara waktu, kita membutuhkan goal tersebut 5 bulan ke depan, agar bisa terealisasikan.

Dalam konteks  Motivasi Keuangan, jika kita butuh Dana Rp 20jt lima (5) bulan lagi, jika menggunakan cara menabung, maka kita perlu Rp 4jt per bulannya, agar tercapai tujuan tersebut.

Jika tidak, kita bisa berbisnis yang menghasilkan Rp 20jt dalam 5 bulan ke depan.

Atau bisa juga kita mulai berinvestasi secara rutin, agar 2 atau 3 tahun lagi, investasi kita bisa berkembang, tetapi konsekuensinya, mimpi keuangan 5 bulan lagi otomatis akan mundur dari rencana.

Inilah masalah, tantangan, dan seberapa jauh kita dari tujuan kita tersebut.

Atau jika kita nekat, kita bisa berutang terlebih dahulu, dengan segala konsekuensi logisnya.

Di luar itu semua, jika kita yakin bisa ke Turki sesuai tanggal yang di targetkan, maka Insya Allah, semesta akan mendukung untuk mempercepat Mimpi Keuangan tersebut.
Sekarang kita masuk ke :

Obstacle/rintangan yaitu akan ada Hambatan yang menghentikan kita dari tempat kita berada sekarang ke tempat yang kita inginkan.

Jika tidak ada Rintangan, maka kita sudah akan mencapai tujuan tersebut.
Misal, tidak punya uang sama sekali, bukan berarti tidak ada jalan keluar.

Selalu ada jalan ke luar untuk menuju Mimpi Keuangan tersebut.

Rintangan, sebesar apapun  masalahnya, jika kita potong kecil-kecil, akan terlihat kecil.

Justru inilah yang membuat Hidup kita menjadi bergairah, agar kita bisa mengurai masalahnya satu demi satu.

Kita list, apa saja rintangannya, misal untuk ke Turki, kita harus punya pasport, maka langkah pertama kita keluar dari rintangan tersebut adalah dengan membuat pasport.

Lalu kedua, kita harus punya bekal uang Lira (mata uang Turki) atau membawa mata uang Euro atau Dollar, artinya kita harus punya rekening di bank, yang nantinya bisa kita ambil via ATM ketika berada di Turki.

Atau kita menukarkan uang rupiah kita ketika masih di Indonesia, dst.

Selain obstacle, bersama-sama rintangan, ada pilihan-pilihan menjawab masalah di atas.

Option/pilihan muncul setelah Hambatan telah diidentifikasi, kita perlu menemukan cara untuk menghadapinya.
 
Jika kita ingin membuat kemajuan, maka pilihan-pilihan inipun, kita harus list jalan keluar nya satu demi satu.

Bisa pilihan Simpanan, Menabung atau berInvestasi demi tercapainya tujuan.

Jika kita ingin ke luar negeri, minimal ada 3 kategori kelompok :

1. Tourist, bisa group/kelompok atau privat (spesial) dari Biro Perjalanan.

Kelebihannya adalah bisa dipastikan Terjadwal dari rencana, karena semua sudah di atur dan dipersiapkan secara detail baik di Indonesianya, atau di luar negeri.

Adapun kekurangannya, kita tidak bisa explor secara mendalam 1 atau beberapa objek wisata yang sangat kita senangi.

2. Traveler : bisa secara berkelompok atau pribadi.
Sifatnya lebih ke Personal, Mandiri, Tergantung sikon dan dana.

Untuk traveller sendiri juga ada 2 kategorisasi :
 
a. Backpacker, yang biaya/budget menjadi titik tumpu, mengunakan prisip-prinsip ekonomi, bagiamana dengan pengeluaran semininal mungkin akan mendapatkan hasil semaksimal mungkin.

Untuk tipe ini, kita tidak bisa dadakan, perencanaannya harus sangat matang, karena minimal tiket pesawatnya harus tiket promo, yang bisa di pesan 1 tahun sebelumnya.

b. Flashpacker, yang uang-nya mungkin bukanlah sebuah persoalan, tapi lebih kepada rasa nyaman (comfort), tapi juga bukan kemewahan (luxury) layaknya jadi tourist.

Kekuatan traveller, bisa explor daerah dan budaya setempat secara mendalam.

Waktupun, asal memang bermanfaat bisa lebih panjang di sebuah titik kedatangan.

3. Adventurist : Berpetualang, Semi bekerja dan SERU.
Untuk seorang petualang, memacu adrenaline adalah justru yang dicari.

Semakin menantang, semakin asyik.
 
Misalnya berpetualang di wilayah konflik, sembari bekerja 'jalan-jalan' nya menghindari desingan peluru, dll.

Setiap kategorisasi di atas, adalah pilihan-pilihan yang perlu kita renungkan untuk kita bisa mencapainya.

Yang terakhir dari Metode GROW adalah Way forward/jalan ke depan alias melaksanakannya.

Kita perlu mengkonversinya  menjadi langkah-langkah tindakan dan taktis yang akan membawa kita ke tujuan.
Ibarat kita berkendaraan ke sebuah kota, tentu akan kita dapati lampu merah di sebuah persimpangan.

Pertanyaannya, apakah kita akan jalan lurus atau berbelok?

Jika jalan lurus, berarti kita masih on the track terhadap Mimpi Keuangan kita.

Tapi jika kita harus berbelok, pastikan tidak menjauh terlalu jauh dari tujuan awal.

Misalnya, kita mendapatkan tiket lewat sebuah organisasi kemanusiaan dimana kita diminta untuk Sharing Ilmu sesuai kapasitas kita.

Berarti, tinggal mencari tiket pasangan kita saja, agar kebersamaan dalam GOAL yang telah kita canangkan menjadi terealisasi.

Walaupun way forward adalah langkah maju ke depan, seyogyanya secara waktu, itu adalah countdown (hitung mundur) dari rencana kita.

Maka selain ittinerary waktu di tujuan nantinya, maka time schedule mulai saat ini kudu kita buat bersama evaluasi bulanannya.

Yakinilah, ada sebuah keajaiban ketika kita terus menerus memikirkan dan melaksanakan rencana-rencana di atas.

Siap Membuat dan Melaksanakan Resolusi Keuangan 2019!


Hari 'Soul' Putra  
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com  
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia 
0815 1999 4916



#TheUltimateFinancialResolution2019
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Selasa, 20 November 2018

Spiritual Finance dalam Investasi

Dari waktu ke waktu yang namanya kebutuhan selalu meningkat.

Era sebelum Google, hidup kita Aman-Aman saja tanpa dering bunyi Smartphone.


Hari ini, Smartphone menjadi hal yang biasa dan cenderung jadi Kebutuhan dan Gaya Hidup masyarakat kita.

Seiring itu pula, POLA orang berinvestasi secara benar juga mengalami kemajuan.

Walau disisi lain, Penipuan dengan kedok investasi ala Fonzi Scheme terus bermetamorfosis dari zaman ke zaman.

Yang aneh nya, beberapa orang kapok berinvestasi karena trauma, akibat kehilangan uangnya.

Entah investasi legal, atau pun illegal.

Beberapa sebab, kesalahan orang dalam berinvestasi, antara lain :
 
1. Tidak mengenal investasi yang dilakukan
 
Selain faktor serakah, keterampilan dalam berinvestasi tidak dipunyai dan cenderung latah dalam berinvestasi.
 
2. Menginvestasikan seluruh uangnya tanpa dibagi ke tempat lain. 
Dikarenakan lagi 'on position' entah dapat gaji ke-13, bonus tahunan atau rezeki nomplok yang lain, cenderung abai terhadap Asset Allocation.
 
3. Langsung menginvestasikan seluruh jumlah uang, tanpa membiasakan mencicil investasi (dollar cost averaging). 
Jika investasi bukan sebuah habit's, maka masuk ke 'Zona Nyaman Investasi' adalah hal terpenting agar meminimalkan resiko kerugian.

Bagaimana agar bisa 'Berjodoh' dalam Investasi, dan memahami Langkah-langkah berinvestasi secara JITU, baik di Dunia dan Akhirat?

Untuk lebih jelasnya, Yuk, simak Program INSPIRASI KELUARGA (Ekonomi Keluarga) di Radio I Dream 1044 AM buat di Jabodetabek beserta jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community &
Motivator Keuangan Indonesia.


📆 Rabu, 21 November 2018 M
🕐 09:00 Wib LIVE
Siaran Ulang 20:00 Wib

Hanya di 1 0 4 4 AM

Streaming kita
www.idreamradio.id

Download aplikasinya
http://bit.ly/idreamradio

Yang pengen dapat info terkini program-program I Dream yuk gabung sama kita disini:
https://chat.whatsapp.com/CtTGJiylttN1fQdfWeFDOS

Join juga di chanel Telegram kita
https://t.me/idreamradio

Untuk info lebih lanjut
☎ 021 7888 5300
  0822 9789 1044

#SpiritualFinanceDalamInvestasi
#SpiritualFinanceIsAWayOfLife
#MengenalDanMemahamiSpiritualFinance
#SuccessfullMoslemFamily
#SpiritualFinance
#KeuanganKeluarga
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Rabu, 31 Oktober 2018

Spiritual Finance dalam Proteksi

Proteksi adalah Pelindung untuk menjamin mencapainya tujuan keuangan.

Ibarat kita lagi berjalan kaki, tiba-tiba hujan, sementara tujuan sudah di depan mata, maka ada dua keputusannya, kita berhenti sejenak sembari menunggu hujan reda atau tetap melanjutkan perjalanan, tapi dalam kondisi basah.


Jika kita berhenti, masalahnya kehidupan ini tidak bisa serta merta juga berhenti, kehidupan akan tetap berputar layaknya roda kehidupan.

Jika kita paksakan tetap berjalan, sampai di tujuan kita basah kuyup dan tentu tidak nyaman, walaupun bisa.

Maka, salah satu antisipasinya adalah membawa payung.

Payung ini, ibarat pelindung yang akan mengantarkan kita mencapai tujuan keuangan.

Bisa jadi, di depan akan ada yang menawarkan mobil menuju tujuan kita, atau ada orang baik hati yang menolong kita, itu persoalan lain.

Tetapi secara kemandirian keuangan, kita tidak tergantung pada orang lain.

Lantas, bagaimana melihat Proteksi dari Perspektif Spiritual Finance, antisipasi apa saja, baik Metode Bumi atau Metode Langit agar kita tetap bisa mencapai tujuan keuangan kita.

Untuk lebih jelasnya, Yuk, simak Program INSPIRASI KELUARGA (Ekonomi Keluarga) di Radio I Dream 1044 AM buat di Jabodetabek beserta jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community &
Motivator Keuangan Indonesia.


📆 Rabu, 31 Oktober 2018 M
🕐 09:00 Wib LIVE
Siaran Ulang 20:00 Wib

Hanya di 1 0 4 4 AM

Streaming kita
www.idreamradio.id

Download aplikasinya
http://bit.ly/idreamradio

Yang pengen dapat info terkini program-program I Dream yuk gabung sama kita disini:
https://chat.whatsapp.com/CtTGJiylttN1fQdfWeFDOS

Join juga di chanel Telegram kita
https://t.me/idreamradio

Untuk info lebih lanjut
☎ 021 7888 5300
  0822 9789 1044

#SpiritualFinanceDalamProteksi
#SpiritualFinanceIsAWayOfLife
#MengenalDanMemahamiSpiritualFinance
#SuccessfullMoslemFamily
#SpiritualFinance
#KeuanganKeluarga
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan