Rabu, 20 September 2017

Pemberdayaan Usaha Mikro Kota Depok



"Pemberdayaan bisa terjadi jika masing-masing memahami positioning-nya dengan clarity" ~ Hari ‘Soul’ Putra


 
Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

Adapun kriteria assetnya (di luar tanah dan bangunan) maksimal Rp 50 Juta, dengan kriteria Omzet/Sales-nya maksimal Rp 300 juta.

 
Pertanyaanya, bagaimana memberdayakan Para Usahawan Mikro ini agar bisa melewati proses :
1. Survive
2. Stable
3. Success
4. Significance

Dan yang paling penting, bisakah Usahawan Mikro ini Membangun Diri, Membangun Keluarga, Membangun Bisnis dan Membangun Negeri (Bangsa dan Agama) dalam SATU TARIKAN NAFAS?

Memberdayakan Usaha Mikro ibarat kita lagi membangun kapasitas diri. 



Karena sejatinya gelas kecil tidak akan pernah menampung air seember. Seandainya pun ingin memperbesar usaha atau bisnis kita, maka perbesarlah kapasitas diri kita terlebih dahulu.



Tidak boleh juga, usaha atau bisnis itu bertentangan dengan keluarga, bertentangan dengan bahasa dan hukum usaha/bisnis, dan pastinya tidak boleh bertentangan dengan bangsa dan agama.

Misalnya, mencampurkan pengelolaan keuangan usaha dan pribadi atau keluarga, adalah salah satu bentuk penyimpangan dari bahasa dan hukum usaha/bisnis.

Usaha atau Bisnis mengajarkan kita untuk komitmen dalam hidup sederhana dan semurah mungkin, akan tetapi memiliki komitmen untuk berinfak sebesar mungkin.

Karena usaha atau bisnis ini, adalah cara kita yang akan diharapkan dapat mengantarkan kita kepada kemuliaan hidup di dunia dan akherat.

Jadi, pemberdayaan adalah kata kunci menuju kemuliaan hidup.

Kali ini KBI menghadirkan orang nomor satu di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok.


Yuk, simak Program KBI (Komunitas Bisnis Indonesia) di Radio Bina Swara Depok dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia).

Jum'at, 22 September 2017 M

Pukul 10.00 Wib

Dengan Bintang Tamu : Bp. Mohammad Fitriawan, ST, MT (Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok)

http://www.binaswara.id

Atau bisa di dengar melalui 107,8 FM Depok, Jawa Barat

Download di Google Play Store :
Bina Swara FM


#PamberdayaanUsahaMikroKotaDepok
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Kelas Manajemen Keuangan Bekraf bersama Hari ‘Soul’ Putra, Motivasi Pelaku Ekraf Kembangkan Usaha



Lebih dari 100 pelaku usaha kreatif Tasikmalaya memenuhi ruangan penyelenggaraan acara Seri Kelas Keuangan (SKK) Kelas Manajemen Keuangan bagi UKM Kreatif di Hotel Santika Tasikmalaya, Rabu 23 Agustus 2017 M. 

Bekraf menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah; Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Undang Hendiana; Praktisi Keuangan, Hari ‘Soul’ Putra (Financial Motivator & Managing Director WealthFlow 19 Technology); pemilik Kebab Turki Baba Rafi, Nilam Sari; dan perwakilan BRI Tasikmalaya.


Pada Kelas Manajemen Keuangan bagi UKM Kreatif di Tasikalaya ini, praktisi keuangan Hari “Soul” Putra menjelaskan manajemen keuangan usaha yang baik dan benar serta  memberi pelatihan pembuatan pembukuan. Perwakilan BRI Tasikmalaya dihadirkan juga untuk menjelaskan produk pembiayaan BRI dan persyaratan yang harus dipenuhi pelaku ekraf untuk mengaksesnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Undang Hendiana mengatakan Kota Tasikmalaya sebagai kota berbasis budaya dan kearifan lokal yang bisa menjadi global. Akses permodalan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan akses pasar adalah beberapa sektor yang mempengaruhi kualitas badan usaha.
“Mudah-mudahan ada banyak pemecahan masalah yang kita hadapi. Mudah-mudahan kota Tasikmalaya, masyarakat kreatif, produknya juga kreatif sehingga bisa unggul,” ucap Hendi sebagai harapan dari penyelenggaraan acara ini.
Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo menambahkan pengelolaan keuangan lebih dari permodalan. Hanya 10% masyarakat dunia yang menguasai keuangan global sebagai sumber financial yang ada. “Bukan seberapa banyak uang yang ada, tetapi seberapa besar kita bisa mengelola,” ungkap Fadjar.


Bekraf melalui Deputi Akses Permodalan memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) bertemu dengan lembaga keuangan yang ada, baik perbankan maupun non perbankan melalui acara business matching, seri kelas keuangan, serta asistensi laporan keuangan.
“Ekraf adalah ekonomi yang aset utamanya kekayaan intelektual, sesuatu yang tidak berwujud. Yang sering terjadi pelaku ekraf yang belum layak mendapatkan pembiayaan,” tambah Fadjar. Acara ini bertujuan membekali pelaku ekraf untuk bisa manajemen keuangan usaha dengan pembukuan keuangan yang benar. Sehingga, pembukuan keuangan ini bisa dijadikan sebagai history record untuk mendapatkan pembiayaan perbankan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, sebagai keynote speaker yakin acara ini bermanfaat memberikan bimbingan tata kelola keuangan. Pelaku ekraf Tasikmalaya perlu memikirkan daya beli yang sesuai pada produknya. Beliau mencontohkan United Kingdom dan Korea Selatan yang menangani ekraf dengan serius.
“Keberadaan ekraf tidak lepas dari kebudayaan. Rahasia ekraf ada pada kreativitas dan inovasi,” tegas Ferdi.

Pemilik Kebab Baba Rafi Nilam Sari menceritakan pengalaman usahanya yang berasal dari satu gerobak hingga meliliki lebih dari 1200 outlet di Indonesia dan sembilan negara lain di dunia. Ia menjelaskan awal mula bisnisnya adalah sederhana yang tidak ada resiko mengorbankan apapun.
Nilam mengakui mengawali usaha dengan berjualan burger di Surabaya. Ia berjualan kebab setelah mengalami gulung tikar usaha burger. Ide berjualan kebab didapatkannya saat berada di Qatar.

Nilam menambahkan pentingnya packaging pada bisnisnya. “Dalam berbisnis bukan masalah produk dan makanan enak atau tidak. Everything is about lifestyle. Packaging adalah salah satu alasan produk anda dibeli,” ucap Nilam.

Packaging bukan hanya digunakan sebagai kemasan, tetapi juga sebagai alat promosi. Desain packaging Kebab Turki Baba Rafi berubah-ubah karena menurut Nilam konsumen mudah bosan pada kemasan yang selalu sama. Desain packaging miliknya bisa menjadi alat marketing dengan testimony pelanggan yang mengunggah foto packaging kebab miliknya di akun media sosial pelanggannya.


Rangkaian acara ini adalah dukungan pemerintah dengan membekali pengetahuan manajemen keuangan usaha, informasi pembiayaan perbankan, dan motivasi menjadi pengusaha sukses dari pelaku usaha kreatif yang telah sukses di pasar domestik dan mancanegara. (mm)

Kamis, 14 September 2017

GURU KEHIDUPAN itu antara lain, Al Hikam Mart

Seperti biasa, untuk barang-barang kebutuhan pokok, baik bersifat harian, pekanan, maupun bulanan, maka pilihan saya adalah Al Hikam Mart.

Bukan semata karena dekat rumah, tapi lebih kepada pembelaan terhadap bisnis anak bangsa.

Walau produknya belum semua milik anak bangsa, tetapi visi-nya itu yang punya keberpihakan pada bangsa dan agama.

Seperti siang itu, saat saya mau beli minuman kesukaan saya.

Di teras Al Hikam Mart, muncul Mas pengelola-nya yang lagi mengangkat beras, untuk dimasukkan ke toko, dari gudang sebelah.

Setelah 1 karung beras tersebut masuk, beliau susun rapih agar mudah diambil pembeli yang datang.

Sembari menyusun, karyawan perempuan disana bertanya, berapa harga beras tersebut?

Di jawab, sekian rupiah oleh Mas si pengelola tadi.

Kok, lebih murah dari harga yang sekarang?
 
Kembali si karyawan perempuan bertanya.

Sembari memilih barang-barang yang saya butuhkan, jawaban ini yang membuat saya kaget.

"Kan, kita beli nya harga kemaren, maka harga jual-nya pun harga kemaren."

Karena penasaran, saya bertanya, "Mas, apa ndak rugi jika jualnya harga kemaren, kan syah-syah saja jika Mas-nya jual harga sekarang, kan pembeli juga akan maklum"

Lagi-lagi jawaban ini yang menohok dada saya, "Kami tidak sekedar mencari keuntungan, tapi hasil keuntungan dari perniagaan ini salah satunya buat makan para santri"

Santri yang salah satu kewajibannya adalah Menghapal Quran, tidak boleh makan dari sumber yang tidak jelas (subhat), apalagi haram.

Padahal, dalam bisnis, mendapatkan keuntungan yang besar boleh-boleh saja.

Tapi di Al Hikam Mart, rumusan ini tidak berlaku, karena tujuannya semata-mata mencari keberkahan dalam perniagaan.

Sebuah pelajaran singkat dari "Guru Kehidupan" yang jika kita renungkan sedikit, hal tersebut kaya akan makna.


Santri Pengelola tersebut tidak  semata berkarakter ujug-ujug jadi, tapi berproses dari Warisan KH Hasyim Muzadi (Alm) yang mendidik mereka bagaimana cara berMUAMALAH yang sesuai dengan tuntunan agama.

Bagaimana dengan bisnis kita hari ini?


Hari 'Soul' Putra Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia 0815 1999 4916



#GuruKehidupan
#AlHikamMart
#KeberkahanKeuangan
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

Pariwisata Remaja dan Pembinaan Generasi Muda Kota Depok

"Selagi muda, carilah pengalaman sebanyak mungkin dan jelajalah dunia, di mulai dari kota sendiri" ~ Hari ‘Soul’ Putra


Sejak diberlakukanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), maka penduduk antar negara di Asia Tenggara bisa saling silaturrahim baik di bidang Ekonomi, Budaya dan Wisata tanpa batas.

Khusus buat Wisata, dengan semakin Melek Teknologi-nya Generasi Muda hari ini, maka Gaya Hidup Generasi Milenial yang memang menjadikan Penjelajahan sebagai bagian dari "Status Sosial" nya, maka mau tidak mau, semua stakeholder Pariwisata dan Pemuda harus saling bahu membahu untuk menyajikan Wisata Kota-nya se-unik dan se-aktraktif mungkin, agar para wisatawan mau berkunjung ke kota tersebut.

Kenapa Generasi Muda harus berwisata?

Paling tidak ada 2 jawaban fundamentalnya :

1. Asas Rekreatif
Manusia itu memiiki 2 sisi, yakni Jasmani dan Rohani.
Jasmani perlu diberi asupan gizi dan tentunya relaksasi dan rekreatif.
Dengan rekreatif dan relaksasi, maka salah satu kebutuhan dasar dari kehidupan manusia akan terpenuhi.

2. Asas Edukatif
Mendidik, menambah wawasan, memperluas pengetahuan dan pengalaman adalah kegiatan yang berproses menuju kedewasaan.
Dengan penanaman edukasi inilah maka cakrawala berfikir kita akan semakin terang.

Pada orang muda hari ini, memandang kesenangan yang menghasilkan uang adalah bentuk eksistensi diri.
Selain dapat "Kesenangan" juga dapat Pendapatan.
Untuk itu, kita perlu melihat perspektif baru tentang pariwisata dan hubungannya dengan Pembinaan generasi muda.

Agar sinergi ini bisa memberi kontrubusi buat Warga Kota Depok, maka kali ini KBI menghadirkan orang nomor satu di Disporkepar Kota Depok.


Yuk, simak Program KBI (Komunitas Bisnis Indonesia) di Radio Bina Swara Depok dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia).

Jum'at, 15 September 2017 M

Pukul 10.00 Wib

Dengan Bintang Tamu : Bp Agus Suherman, SH (Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Depok)


Atau bisa di dengar melalui 107,8 FM Depok, Jawa Barat

Download di Google Play Store :
Bina Swara FM


#PariwisataRemaja
#PembinaanGenerasiMuda
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Senin, 11 September 2017

Cara Keren Kelola DUIT Generasi Milenial

Membahas Generasi yang satu ini, seperti tidak akan ada habisnya.


Selain dari Gaya Hidup-nya yang Teknologi Minded, ide-ide atau terobosan mereka membuat berdecak kagum Generasi Baby Boomers dan Gen X, pendahulunya.

Saat ini, sebagian dari mereka sudah tumbuh dewasa dan memasuki usia bekerja.

Lalu apa yang ada di dalam kepala mereka dan apa pandangan mereka tentang Bisnis, Keuangan dan Investasi?

Generasi Milenial yang saya bicarakan di sini adalah yang hidup di kota besar dengan akses mudah ke teknologi, khususnya Smartphone.

Yuk, simak Ngobrol Bareng di Kompak Bareng  Radio Trax 95,1 FM Palembang, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community, Motivator Keuangan Indonesia & Aktivis Gaya Hidup Sehat Keuangan)

Senin, 11 September 2017 M

Pukul 17.00 Wib

Atau bisa di dengar melalui LIVE Streaming : Pilih Trax FM Palembang



#CaraKerenKelolaDuitGenerasiMilenial
#InspirasiKeluargaMuda
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Rabu, 06 September 2017

Sinergi antara Social Community dengan Social Business

"Berjejaring dengan visi global adalah langkah awal menuju kesuksesan pengusaha tingkat dunia" ~ Hari ‘Soul’ Putra

Sahabat, sejak mewabahnya  Virus Entrepreneur paska krisis moneter 1998, menjadikan masyarakat Indonesia melek terhadap lingkungan bisnis dan lingkungan sosial.

Yang selama ini cuek dengan kondisi lingkungannya, mau tidak mau, bersatu padu dalam membangun karakter dan kesejahteraan bangsa.

Agar jangan sampai krisis tersebut berulang lagi, dan kalaupun siklusnya berulang, minimal kita bisa mencegah dampak sosialnya di masyarakat.

Ketika individu-individu mulai Mandiri dalam Bisnis dan Keuangan-nya, maka mereka butuh partner dalam menjalankan Roda Bisnis dan Keuangan tersebut agar terjadi Akselerasi menuju Peak Performance.

Karena faktanya hari ini, kita tidak hanya bermain di level lokal saja, tetapi dengan adanya dunia tanpa batas (Baca : Internet), menjadikan kita pemain global.

Agar dalam kita memasuki kancah global tersebut, tentunya dibutuhkan kendaraan yang bersifat global juga.

Salah satunya adalah JCI (Junior Chamber International), yang berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam bidang Business Development, Individual Improvement, International Connection dan Social Community.

Khusus buat Social Community yang berkaitan dengan Social Business ini, akan kita bahas secara mendalam pada Radio Talk Show Komunitas Bisnis Indonesia (Indonesian Business Community).

Untuk lebih jelasnya, seperti apa Young Entrepreneur melakukan Usaha Bisnisnya dengan mengedepankan nilai-nilai Social Community bercita rasa global, tetapi memulainya dari lokal.


Yuk, simak Program KBI (Komunitas Bisnis Indonesia) di Radio Bina Swara Depok dan jaringannya, bersama :

Hari 'Soul' Putra (Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com Founder IBC/Indonesian Business Community Motivator Keuangan Indonesia).

Jum'at, 8 September 2017 M

Pukul 10.00 Wib

Dengan Bintang Tamu : Bp Marwan Hadid dan Ibu Tuti Nuhaningsih Santoso, S.Sos (Ketua dan Pengurus Senior JCI/Junior Chamber International Chapter Depok)

http://www.binaswara.id

Atau bisa di dengar melalui 107,8 FM Depok, Jawa Barat

Download di Google Play Store :
Bina Swara FM


#SocialCommunity
#SocialBusiness
#InspirasiKeluarga
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan

Sabtu, 26 Agustus 2017

KAOEM Depok Walking Tour

Kamis, 7 September 2017 M 
Pukul 08.00 Wib

Titik temu tur di Panus Bridge (Jembatan Panus) di atas Sungai Ciliwung Jl. Raya Tole Iskandar, Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok.



Anda tidak akan melewatkan jembatan yang telah berusia 100 tahun yang didirikan oleh Ir. Andre Laurens tahun 1917 M.



KAOEM Depok-Depok bukan sekedar Kota Administratif yang menjadi penyanggah ibukota.

Depok adalah 'Negeri' berdaulat sejak Pemerintahan Kolonial hingga memiliki Presiden sendiri.
Paling tidak ada 4 Presiden yang pernah tinggal di Depok, a.l : Gerrit Jonathans, Martinus Laurens, Leonardus Leander dan Johannes Matijs Jonathans.
Dan rumah Presiden terakhir ini, masih bisa kita saksikan hingga saat ini.

Jalan-jalan yang akan di lewati : Jembatan Panus sebagai titik awal, Jl. Raya Tole Iskandar, Jl. Sumur Batu, Jl. Kamboja, Jl. Pemuda hingga Stasiun Depok lama.

Akan melewati :
Jembatan Panus sebagai titik awal, Jl. Raya Tole Iskandar, Jl. Sumur Batu, Jl. Kamboja menuju Lapangan Olahraga Kamboja dan Pemakaman YLCC, menyebrang ke Jl. Pemuda hingga ketemu SMPN 1, Gedung Pastori (Kantor YLCC/Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein), Gereja Immanuel (GPIB-Gereja Protestan), Depoksche Lagere School/Gedung Eben Haezer (sekarang SMU Kasih), Ex Europeesche School (skrg SDN 2 Pancoran Mas), Rumah Presiden terakhir Depok JM Jonathans, Gedung Gemeente Bestuur/Pusat Pemerintahan (skrg RS Harapan Depok), lalu berakhir di Stasiun Depok lama a.l melihat Tiang telepon, Bekas gudang garam , Kantor Pos,  Gereja Pasundan & Pusat Listrik.

Ini adalah  KAOEM Depok yang sebenarnya, yang hari ini keturunan-keturunannya masih bisa kita jumpai di Depok! 




Anda akan menemukan Ide-nya Cornelis Chastelein yang dalam wasiat terakhirnya HET TESTAMENT, "Aku berharap agar Depok lambat laut berubah menjadi masyarakat Kristen yang sejahtera"
Sebagai sebuah pesan buat Masyarakat Kristen Generasi awal yang terdiri dari 12 Marga, yang kekerabatan antar mereka sangat kuat sekali.

NB : Kita akan membandingkan antara Jembatan Masa Lalu dan Jembatan Masa Sekarang.
Dan tentunya Kehidupan Masa Lalu dan Masa Kekinian.
Selama perjalanan melewati Jl. Tole Iskandar, jangan menggunakan ponsel cerdas Anda, masukkan ke dalam saku baju Anda.

Durasi : 2 jam. 
Panjang Jalan : 2,5 km. 
Stop Spots : Jembatan Panus-Pemakaman YLCC-SMPN 1-Gereja Immanuel-Eben Haezer-SDN 2 Pancoran Mas-Rumah Presiden terakhir Depok-Gemeente Bestuur/RS Harapan Depok-Stasiun Depok Lama.


Tempat yang Disarankan Hang Out:
1. LSM (Lontong Sayur Mertua)
2. Tante Thea Snoephuis (Autentik Masakan Belanda)
3. Rumah Ice Cream
4. Jajanan Tempoe Doeloe (Dodol Depok, Iwel, Geplak)
5. Kesenian Bali (gamelan).

Info Detail : Abi Badii 0853 1299 9604