Kemilau THR di akhir Pandemi & Investasi oleh Hari Soul Putra

Sahabat, pandemi saat ini masih menyisakan PR bagi aparatur negara.

Walau sudah lebih dari 2 tahun, suasana New Normal masih terasa.

Paling tidak Program 5M dan Aplikasi Peduli Lindungi sudah mewarnai hidup kita.

Jika tahun lalu, mudik di waktu lebaran masih 50:50 pelaksanaannya, lebaran tahun ini dengan adanya 'kelonggaran' bisa jadi akan terjadi peningkatan yang signifikan.

Bisa jadi malah seperti era normal, dimana pertumbuhan ekonomi bergerak ke kampung halaman.

Saat ini, mayoritas angkatan kerja Indonesia berstatus karyawan, maka fenomena THR (Tunjangan Hari Raya) atawa gaji ke-13 dll akan mewarnai kampung halaman masing-masing pemudik.

Bicara tentang THR, secara umum ada 2 madzhab terkait PENGELUARAN.

Yang pertama adalah Madzhab HABISKAN, sedangkan yang kedua adalah Madzhab SISIHKAN.

Madzhab Habiskan berpendapat, yang namanya THR, ya harus di habiskan, jangan sampai di sisakan.

Walau, tetap dengan catatan, kewajiban dan kepentingan masa depan keluarga sudah tertunaikan ketika mendapatkan gaji atau income.

Alokasi keuangan keluarga sudah selesai dan ketika mendapatkan THR, benar-benar 'dinikmati' buat kebutuhan selama di kampung halaman.

Sementara Madzhab SISIHKAN berpendapat, karena masa depan tidak pasti, maka harus ada Program Menyisihkan Uang THR buat jaga-jaga ketika terjadi kondisi tidak diinginkan atau sudah tidak produktif lagi.

Apapun pendapat di atas, intinya agar semua orang wabil khusus para Bangsawan (Bangsa Karyawan) bisa memenej uangnya dan benar-benar TAHU-PAHAM-SADAR akan dikemanakan uang tersebut.

Uang pada dasarnya netral, kitalah sebagai pemilik uang tersebut yang akan men-drive-nya.

Apakah di eksekusi ke jalan yang benar ataukah ke jalan yang salah.

Pada dasarnya ada 2 jalur ketika berbicara PENGELUARAN, ada jalur konsumtif alias buat dihabiskan atau tidak memiliki added value.

Atau pengeluaran jalur produktif yang memilki nilai tambah.

Misalkan kita punya HP, hanya digunakan buat kepuasan semata (jalur konsumtif), berbeda jika menggunakannya buat jualan produk/jasa secara online (jalur produktif).

Berikut 3 pengeluaran yang berbasis jalur produktif agar THR tahun ini menjadi KEMILAU, yakni :

 

1. Pengeluaran meningkatkan kompetensi

Dalam istilah motivasi ada idiom populer yaitu investasi dari Leher ke atas.

Bagaimana kita memiliki PSK (Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan) yang ujungnya menjadi kompeten.

Misalnya keahlian IG Ads, FB Ads, Presentation Skill, YouTube skill, Financial Competent dll termasuk juga Keterampilan Bahagia.

Kenapa bahagia?

Karena selama pandemi tingkat kebahagiaan orang cenderung menurun.

Diperlukan happy skill agar lebih optimis dan semangat buat bahagia.

 

2. Pengeluaran memiliki bisnis tipe investasi.

Kebanyakan karyawan mendambakan kehidupan yang lebih baik.

Bekerja normal, tetapi keuangan tercukupi tanpa harus utang sana sini.

Tetapi, yang terjadi malah pekerjaan seperti tidak ada habisnya, waktu buat keluarga terbatas, emosi yang menjadi labil karena tekanan hidup dll.

Maka ketika memiliki penghasilan lebih, tanpa harus korupsi waktu selama jam kerja, perlu memiliki bisnis yang orang lain menjalankannya.

Karena, jika karyawan tersebut harus terjun langsung akan susah menyeimbangkan antara hak dan kewajiban di kantor dan di bisnis yang ditangani sendiri.

Waralaba tipe investasi adalah salah satu solusinya.

 

3. Pengeluaran di produk-produk investasi, baik pasar riil, pasar modal dan digital

Sekarang, pertumbuhan produk-produk investasi makin beragam.

Dari mulai yang konservatif hingga agresif dan super agresif ada di pasar.

Jika dahulu investasi identik harus berkantong tebal, hari ini cukup dengan uang Rp 100rb kita sudah bisa berinvestasi, misalnya di Reksadana.

Jika dahulu pilihannya terbatas, hari ini bisa kombinasi dan melampaui zamannya serta sekat-sekat negara.

Misalkan dahulu kita berinvestasi di kos-kosan atau kontrakan, hari ini bisnis properti ada kombinasi dengan hotel, jadilah condotel (condominium hotel).

Atau aparkos (apartemen kos) alias kos-kosan rasa apartemen.

Belum lagi investasi yang kemilau dari masa ke masa yakni, emas, lukisan dll.

Jika dahulu salah satu parameter 'rasa aman' adalah lisensi dari BI dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), tetapi hari ini di generasi milenial (Y) dan generasi zoomer (Z) hal-hal yang bertabrakan dengan negara, mereka lampaui.

Misalnya penggunaan teknologi blockchain, salah satunya adalah crypto.

Belum lagi dunia dalam dunia ala Metaverse, benar-benar membuat dunia investasi bergairah.

Di satu sisi, positif karena banyaknya pilihan, di sisi lain jika belum MELEK FINANSIAL akan menjadi boomerang.

Maka dari itu, selain bijak dalam menggunakan uang THR, juga harus bijak dalam memilih investasi yang disesuaikan dengan profil risiko dan tingkat pengetahuan/ilmu terkait Investasi tersebut.

Semoga lebaran tahun ini menjadi benar-benar kemilau dan Indonesia menjadi Investment Society.

Wallahu'alam Bisshowab

 

Hari Soul Putra

Motivator Keuangan

Managing Director WealthFlow 19 Technology

 www.P3KCheckUp.com

Founder Digital StartUp LivingCourse.id  & Aktivis Gaya Hidup Sehat Keuangan

 

 

 

#KemilaulTHRDiAkhirPandemiDanInvestasiOlehHariSoulPutra #SpiritualFinance #MotivatorKeuangan #HariSoulPutra #SuksesKeuangan #MemenangkanKrisisDenganMotivasiKeuangan #KetenanganKeuangan #MotivasiKeuangan #TerapiKeuangan #TerapiCashFlow #KuliahOnline #BelajarMasaKini #CoachingOnlineBersamaHariSoulPutra #SeminarOnline #SolusiUtangMenumpuk #ManajemenRumahTangga #JasaKonsultanKeuanganRumahTangga #FinancialMotivator #KeuanganBerbasisSpiritual #MotivatorKeuanganIndonesia