Parabellum (peperangan) dalam Kekayaan (Chapter 2)


Happy Friday-Satu hal yang akan meningatkan bahwasanya kita SUDAH KAYA adalah waktu kita bisa berbagi buat orang lain.

Berapapun uang, materi, tenaga, pikiran yang kita berikan kepada orang lain, sejatinya kita sudah kaya secara mental.
Maka Resep Jitu untuk menjadi kaya adalah "Jangan menunggu kaya baru berbagi, tetapi berbagilah Insya Allah Anda akan menjadi kaya sejatinya."

Parabellum (peperangan) dalam Kekayaan (Chapter 2)
Parabellum (Peperangan)

Ibarat Jhon Wick ingin melawan kekuasaan High Table, tentu beliau sudah menghitung apa saja kekuatannya dan dengan siapa beliau bisa bekerja sama.

Tanpa itu, melakukan Parabellum(Peperangan) terhadap kemiskinan hanya akan membuat kita mati konyol.

Berikut beberapa hal yang perlu di persiapkan agar menang dalam melawan kemiskinan menuju kekayaan sesungguhnya, yakni :

1. Persiapan (pre) Parabellum

Bahwa Hidup Miskin adalah Taqdir, dimana kita ada yang dilahirkan dalam keadaan miskin harta, tetapi Mati Miskin adalah Pilihan kita.

Begitupun jika Hidup Kaya adalah Taqdir, dimana kita ada yang dilahirkan dalam keadaan kaya harta, tetapi Mati Kaya juga pilihan, agar tidak membebani anak cucu kita.

Maka dalam memilih untuk Mati Kaya, Insya Allah juga masuk Syurga adalah kita wajib :

a. Building the Character

Membangun karakter dan mental kaya melalui Melek Keuangan/Edukasi Keuangan.

Di mulai dari merubah paradigma atau cara kita berfikir dari pola hidup konsumtif menjadi pola hidup produktif.

Lalu bagaimana kita bersikap dan bertindak dalam Leadership dan keteladanan.

Hanya dengan keteladanan (walk of talk) kita akan mampu memenangkan Parabellum (Peperangan).

b. Building the Wealth

Jika kita ingin kaya, maka harus menguasai ilmu bisnis dan investasi, walau hari ini kita ada di kuadran Karyawan dan Pekerja Mandiri sekalipun.

Jika kita tidak ingin miskin, maka wajib menguasai ilmu utang.

Kenapa harus menguasai ilmu utang?

Ibarat ingin menjadi Polisi yang baik, kita harus menyelami dunia kriminal, agar bisa tahu cara mereka berfikir dan bertindak.

Jika tidak, maka yang kita sebut Kekayaan sebenarnya adalah Ilusi kekayaan, misalnya tidak bijak menggunakan Kartu Kredit.

2. Perang terjadi (in) Parabellum

Trend gaya hidup itu diciptakan oleh produsen agar barang, produk dan jasa-nya laku di pasaran.

Konsekuensinya mereka semakin kaya, dan konsumen yang tidak bijak akan semakin miskin, minimal tidak bisa kaya karena terjebak gaya hidup (life style trap).

Hari ini, Parabellum (Peperangan) tersebut hadir setiap hari di depan mata kita.

Entah karena faktor televisi, media sosial atau sekedar pertemanan yang ingin 'pamer' di sebut Up to date.

Maka solusi agar kita bisa memenangkan Parabellum (Peperangan) ini adalah :

a. Cut off in Life Style

Gaya hidup bermakna jika gak gaya, gak hidup.

Padahal, jika hidup kita biasa-biasa sajapun, kita tetap akan hidup dan eksis.

Gaya hidup itu bukan tampilan pencitraan atau polesan, tetapi dari karakter diri dan visi hidup.

Seorang Mahatma Ghandi, akan tetap dikenang sebagai Mahatma walau hidupnya sederhana.

Nilai seseorang, akan ditentukan seberapa banyak legacy (warisan) VALUE, bukan sekedar kamuflase sesaat.

Maka tugas kita adalah memutus (cut off) gaya hidup yang tidak produktif.

Kita boleh bermimpi dan jikapun punya uangnya, punya Kamera DSLR (digital single lens reflex) paling canggih.

Tetapi punya Kamera DSLR tidak menjamin harga/value diri kita naik, selain sekedar gagah-gagahan saja.

Termasuk juga punya Smartphone tercanggih sekalipun.

Tetapi, jika Kamera DSLR (digital single lens reflex) tersebut di tangan seorang Fotografer profesional seperti Darwis Triadi misalnya, maka VALUEnya akan langsung naik dikarenakan digunakan oleh yang ahlinya.

Artinya, jadikan Gaya Hidup kita lebih produktif, bukan konsumtif.

b. Cut off in Want (boros)

Boros itu adalah sebuah perilaku dari sebuah 'kewajaran' berfikir dan bertindak.

Kenapa orang bisa boros, karena tidak tahu ilmunya atau karena faktor keadaan.

Jika tidak tahu ilmunya, maka mulailah merubah dari hal yang sederhana.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Makan adalah sebuah kebutuhan, sementara makan-makan adalah keinginan.

Sesederhana itulah kita memaknai boros.

Maka agar jangan boros, maka hidup kita harus terencana.
Misalnya punya Shopping account, Shopping list, Shopping buddy dan Shopping action (Stop & Think), jika dalam konteks Boros Belanja.

Lingkungan juga bisa berpengaruh jika kita tipikal Plegmatis, walau tipe Sanguinis, Melankolis dan Koleris pun juga bisa terpengaruh.

Intinya, kitalah sebagai pengendalinya, bukan lingkungan sekitar kita.

3. Setelah perang (post) Parabellum

Jika Jhon Wick saja tetap bisa di 'tipu' oleh Winston, Si Manajer dari Hotel The Continent, yang awalnya adalah sekutu Jhon Wick melawan Pasukan High Table, maka kitapun harus tetap mengantisipasi apa yang akan terjadi.
Jangan sampai terlena dengan kekayaan yang telah kita punyai.

Karena kekayaan sejati ada pada Karakter kita, bukan keadaan kita hari ini.

Untuk itu, perlunya kita :

a. Sustainable

Inti dari sustainable adalah keberlanjutan dalam produktifitas pendapatan kita agar tetap kaya raya.

Makna sustainable adalah membangun, tidak status quo.

Jika hari ini kita hanya punya active income, maka harus membangun dan merencanakan productive income dan massive income juga.

b. Profitable

Inti dari profitable adalah menguntungkan dan bertumbuh.

Pertumbuhan akan terus terjadi ketika infrastruktur diri kita sudah sustainable.

Jadi nantinya, jika kita sudah punya sistem maka duplikasinya akan semakin mudah.

Akhirnya Parabellum (peperangan) dalam Kekayaan bisa kita simpulkan dalam satu kalimat kemenangan : "Deskripsikan angka cukupmu, agar datang rasa Syukurmu"

Siap melakukan Parabellum (peperangan)!



Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan

 

#ParabellumPeperanganDalamKekayaanChapter2
#MotivatorKeuangan
#SpiritualFinance
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow

#MengaturPendapatan
#HariSoulPutra
#ManajemenKeuangan