Kamis, 24 November 2016

3 Profesi Pilihan Para Nabi

"Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban melaksanakan fardhu-fardhu lainnya." ~ HR Thabrani dan Baihaqi, Dhaif, No. 985.



Jika kita pelajari profesi-profesi para Nabi dan Rasul, maka ada benang merah kesamaan secara umum yakni, 3B (Beternak, Bertani dan Berdagang), walau ada juga yang menjadi penguasa seperti Nabi Salaiman dan Nabi Yusuf AS.


Dalam konteks kekinian, maka 3 profesi di atas, layak kita pelajari dan kita amalkan.


1. Beternak 
Rasulullah Muhammad SAW, sebelum menjadi pedagang sukses adalah seorang penggembala kambing/domba.

Beliau belajar ketika usianya masih dini sekali, dan ibrohnya adalah ketika menggembalakan kambing/domba, selain mengajarkan kesabaran juga melatih sisi leadership.

Salah satu yang akan tetap kita butuhkan adalah protein hewani buat kehidupan kita, selain tentunya buat sarana berqurban.

Beternak merupakan profesi, yang jika kita tekuni akan membuat kita kaya raya.

Dan perlu diingat, untuk menjadi kaya raya kita haruslah berjama'ah.

Berapa banyak jika kita lihat hari ini orang-orang super kaya, mereka tidak sendirian tetapi berjejaring.

2. Bertani 
'Orang-orang muslim itu bersyirkah atau bekerja sama dalam 3 hal yakni Padang rumput, Air dan Api ~ HR Abu Daud No. 3745

Padang rumput hari ini adalah tempat kita bertani atau melakukan proses pertanian.
Dengan pertanian, kita bisa memastikan Kemandirian Pangan kita sendiri, lepas dari penjajahan ekonomi oleh asing dan aseng.

Dengan bertani, kita juga dituntut untuk melestarikan alam dan lingkungannya.
Bertani, baik pertanian tradisional atau pertanian modern hari ini, bisa membuat sebuah kemakmuran sebuah negara.

Kemampuan daya tahan pangan, akan membuat negara kita disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Untuk memulainya, tidak harus dari areal tanaman yang luas, tetapi dari pekarangan kita untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.
 

Misalnya bertani ala aquaponik dll.

Bertani juga mengajarkan kita untuk menerima apa adanya, belajar ikhlash setelah ikhtiar maksimal.

Dengan bertani, berarti kita sudah menghidupkan kehidupan.

3. Berdagang 
Sembilan dari 10 pintu rezeki dari berdagang.
Ini adalah hadits populer yang menjadi penyemangat kita untuk mandiri.

Jika dulu berdagang antar negara atau pulau, maka sekarang selain berdagang secara tradisional, juga memungkinkan berdagang borderless/tanpa halangan via digital.

Lewat teknologi internet, baik dalam skala yang kecil seperti online shop, maupun ekspor dan impor produk, barang atau jasa antar negara.

Kenapa ketika kita selesai shalat di suruh untuk bertebaran di muka bumi?
Karena ternyata wilayah level kelurahan atau kecamatan tidak cukup besar bagi pergerakan seorang muslim.

Bisa jadi pagi ini kita bertransaksi di Depok atau Jakarta, siang atau malamnya sudah bertransaksi di Singapura atau Turki dan seterusnya.

Mari kita mengikuti jejak para Nabi dan Rasul dengan mulai menjajal beternak, bertani dan berdagang, baik secara offline maupun online.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya