Jumat, 25 November 2016

Bagi Hasil di Warung Makan Padang

Selamat Siang Pak Hari....

Pak saya mau minta pencerahan dari Pak Hari nih... 

Pertanyaan saya adalah.

1.  Saya ada rencana untuk membagikan keuntungan dari usaha saya ke karyawan (yang masa kerjanya di atas 1 tahun).
Kira kira seperti apa ya bentuk pembagian keuntungan untuk karyawan.

Tentu saja saya harus bersikap adil dimana yang masa kerja lebih lama harus dapat proporsi lebih besar, juga jabatan yang disandang juga berpengaruh pada nilai yang diterima.

Prestasi, Loyalitas, Disiplin, Kinerja positif juga maunya diberikan reward dalam besarnya nilai yang diterima dan tentu juga secara kebalikan jika ada pelanggaran dan kinerja negatif juga akan mengurangi nilai yg diterima.

Mohon saran dan pencerahnnya.

Andi di Surabaya

Jawab

Bang Andi, belajar dari berbagai guru baik dari Praktisi yang sudah punya aset >10 T, atau yang pernah utang 200 M, dan dari berbagai Konsultan Motivasi dan Keuangan, ada 3 hal kenapa seseorang itu betah dan mau 'mati-matian' bekerja untuk kita
1.Apreciation (apresiasi)
2.Share vision (hope)/Visi bersama
3.Clear rule (aturan main yang jelas)

Dan uniknya, yang bersifat materi/uang, justru di urutan ke-6.

Adapun terkait dari penghargaan dalam bentuk uang, akan bijaksana jika sesuai dengan kebutuhan mereka, perlu digali kembali apa yang menjadi harapan mereka saat ini dan masa mendatang.

Jika ingin lebih bagus lagi, berikan mereka 'aset' intelektual seperti training/pendidikan/pengembangan diri/keterampilan yang relefan dengan bidang yang mereka geluti di usaha Anda hari ini.

Untuk investasi, kenapa tidak diberikan misalnya Reksadana pendapatan tetap/campuran/Reksadana saham.
Sehingga mereka akan punya investasi untuk hari tua-nya.

Misalkan, bapak ingin memberi mereka uang 1jt, diberikan dalam bentuk rekening di perusahaan Aset Management setiap bulan 100rb.
Tahun ke dua dan seterusnya, biar mereka yang lanjutkan.
Bisa 1jt, 2jt dst tergantung kebijakan perusahaan.

2. Kalau jumlah karyawan masih belum banyak (di bawah 25), apakah efektif kalau dibuat semacam koperasi karyawan?

Jawab

Saat mendirikan Koperasi, minimal adalah 20 orang, jadi jika Anda mau mendirikan koperasi secara legal formal sudah terpenuhi.

Tetapi agar efektif dan efisien di buat dulu Bisnis Plan nya, jika tidak Koperasi tersebut hanya akan jadi lembaga sosial an sich.

Seperti Kopsi (Koperasi Sehat Indonesia)-nya KOI (Komunitas Organik Indonesia), misalnya.

Mereka sudah ada demand dari anggota dan masyarakat umum serta perlu adanya sebuah wadah 'konsorsium' baik modal, pikiran, jaringan dll sehingga ketika ada kebutuhan anggota dan demand dari masyarakat tadi, bisa terpenuhi lewat koperasi.

Adapun ujung perjalanan koperasi adalah membuat anggota  dan masyarakat disekitar koperasi tersebut sejahtera.

3. Apa kiatnya jika ingin usaha tanpa harus mengalami sepi dulu?

Jawab

Teruslah berjualan dan bergerak.

Dua (2) tahun pertama dalam bisnis ada yang dinamakan Death valley trap (ini salah satu materi yang akan sy sharingkan di Kopdar KOI, Selasa 29 Nov 2016 M di Bali).

Dan ini yang harus kita lewati sebagai pebisnis.

Jika hari ini ada 2 Pilihan bisnis :
1. Bisnis berbasis produksi
2. Bisnis berbasis distribusi

Maka, saya menyarakan untuk Anda memilih yang terakhir.

Kenapa?

Karena resiko-nya hanya menjualkan saja, sementara yang pertama resiko di produksi dan distribusi, jadi ada 2 resiko.

Bagaimana jika masih sepi?

Rubah strategi dan upgrade ilmu.

Strateginya, kombinasi offline dan online serta coopetition (competition & cooperation), bekerja sama dengan pesaing Anda.

Untuk ilmunya sendiri selain memahami lingkaran penjualan (sales cycle) dan marketing, juga kuasai ilmu : Internet marketing, copy writing, public speaking, bussiness coaching, digital leadership, bussiness property dan aset management.

Untuk jawaban nomor satu, saya tambahkan

NB :

Bukan UKM-nya yang punya saham, tapi keuntungan yang akan di bagikan itu kita belikan 'saham' lewat Perusahaan Aset Manajemen, misalnya Danareksa, Bahana Aset manajemen, BNI Aset manajemen dll.

Jadi cukup setoran rutin 100rb per bulan dengan sistem auto invest.

Adapun minimum pembelian pertama bisa bervariasi dari 500rb hingga 1jt, tergantung MI (Manajer Investasi), kita sudah punya saham secara beramai-ramai.

Sederhananya, masyarakat Indonesia bersama-sama menempatkan dana yang dimiliki di satu tempat, lalu dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi yang berpengalaman dibidangnya.

Menurut Undang-Undang, Reksadana adalah 'wadah' yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam potofolio efek (sbi, obligasi,saham dll) oleh Manajer Investasi.

Untuk start up, bisa juga dibuat ala Warung Makan Padang sistemnya.

Selain dapat Gaji Tetap, walau kecil, mereka juga dapat bagi hasil, sehingga tidak ada saling iri-irian antara bagian cuci piring dengan bagian kasir/tukang masak nya.

Dan pembagian keuntungan tersebut dibagi setelah di kurangi biaya (profit, bukan revenue).

Konsekuensinya adalah jika rugi, ditanggung secara bersama-sama juga.
Misal setiap 3 bulan sekali dibuka berapa profit dr usaha tersebut.

Semoga manfaat!

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya