Jumat, 14 April 2017

Jangan pernah menggunakan uang receh!

Ada seorang Professional Mother (Ibu rumah tangga profesional) yang telah menikmati masa pensiunnya selama 25 tahun terakhir ini.

Kini aktivitas sehari-harinya adalah melihat perkembangan dan pertumbuhan keluarga anak-anaknya.

Dalam 10 tahun terakhir ini, beliau dapat menikmati perjalanan ke luar negeri dalam tour yang menyenangkan, menikmati keindahan alam kemanapun ia suka.

Bersyukur atas kelimpahan Rahmat dari Allah SWT.

Hampir semua negara besar telah dikunjunginya.  Semua objek wisata kelas dunia telah dia nikmati pada masa pensiun yang indah.

Anak-anak dan menantunya terheran-heran karena seluruh biaya perjalanan beliau tanggung sendiri, tidak pernah sekalipun minta biaya dari anak-anaknya.

Padahal, beliau adalah seorang ibu rumah tangga murni sejak 40 tahun yang lalu, dan selama ini anak-anaknya tidak pernah memberikan uang dalam jumlah yang besar sekaligus.

Mereka hanya memberikan uang keperluan rumah tangga (biaya dapur dan keperluan sehari-hari) secara rutin setiap bulan.

Apa Rahasia beliau?

Dengan bijak beliau berkata, "Saya tidak pernah memakai uang receh/uang logam kembalian belanja sayurnya selama 40 tahun"

"Setiap saya berbelanja untuk keperluan dapur dan cuci-mencuci, dan setiap kali mendapatkan uang logam kembalian, saya selalu menyimpannya. 
Saya pantang berbelanja dengan uang logam.  Saya selalu membayar dengan uang kertas.

"Ketika uang logam saya banyak, saya menukarkannya dengan uang kertas kepada tukang sayur langganan, lalu saya membawa uang kertas hasil penukaran itu ke toko emas, saya membeli satu dua gram emas sesuai dengan uang yang saya miliki.

"Saya tidak pernah lupa melakukan hal ini selama 40 tahun.  Saya tidak peduli berapa harga emas ketika saya membeli, apakah harganya sedang mahal atau sedang murah. 
Saya membelinya sejumlah uang kembalian yang saya bisa kumpulkan (Prinsip Gold Cost Averaging).

"Sejak sepuluh tahun yang lalu, saya menjual emas saya dan menukarkannya dengan Dollar/Euro/Real karena saya kesulitan menyimpan emas saya.

"Hanya itu, dan itulah yang membiayai Ibu dalam perjalanan keliling dunia selama 10 tahun terakhir."

Inilah sebuah kebijaksanaan dari seorang Ibu rumah tangga yang memiliki Prinsip Sederhana, yaitu "Jangan pernah menggunakan uang logam kembalian, tabung dan investasikan seluruh uang logam kembalian tersebut dan lakukan itu bertahun-tahun sejak muda.

Perhitungan Emas Vs Uang Kertas

Jika kita kembali ke tahun 1975 dimana harga Sepeda Motor Bebek seharga Rp 150.000,-
Sementara harga Emas saat itu Rp 2.000/gram, artinya perlu 75 gram agar dapat membeli motor bebek tersebut.

Jika kita konversi saat ini dengan harga motor bebek antara Rp 13-15jt maka dengan 75 gram emas (1 gr = Rp 550.000) dapat Rp 41.250.000, artinya dapat membeli 2-3 motor bebek.

Bandingkan dengan Anda menyimpan/menabung menggunakan uang rupiah, hari ini Rp 150.000 mungkin hanya dapat beli 2-3 bebek tanpa motornya.

Dalam Prinsip Tradisional, Konsep di atas tetap bisa kita laksanakan, sementara bagi yang ingin menerapkannya dalam bentuk digital dari pengeluaran rutin harian atau bulanan, sekarang pun sudah ada aplikasinya.

Ingin tahu lebih detail, bisa WA 0853 1299 9604.

Sumber Inspirasi dari L.Y Wiranaga (dengan penyesuaian)

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#JanganPernahMenggunakanUangReceh
#MenabungEmas
#SihirUangKertas
#PengeluaranYangJadiPemasukan