Viral Marketing, antara Productive Income Vs Passive Income (Bagian 2)

Setelah membahas tentang KETENANGAN KEUANGAN, mari kita jelajah makna Viral Marketing.

Viral itu artinya mengalir dan kontinu, istilah orang-orang zaman dahulu adalah Getok Tular, sebuah frasa yang bermakna WOW, sehingga orang akan terus memperbicangkannya.
Jadi viral marketing berarti pemasaran yang mengalir ke konsumen, seperti air bah yang susah terbendung jika menemukan momentumnya.

Agar tidak rancu pemahaman dengan MLM, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu perbedaan antara menjadi member MLM (Multi Level Marketing) dengan Viral Marketing.

Menjadi member/anggota di salah satu MLM maknanya Anda sama saja dengan menjadi marketing lepas waktu dari sebuah perusahaan. Anda harus berusaha menjual produk, sekaligus melakukan pembinaan terhadap jaringan kerja (selling & service).

Tidak ada bedanya pejabat departemen marketing sebuah perusahaan dengan pemain MLM.  Keduanya harus memasarkan produk, mengelola sales force, memotivasi sales force, mengembangkan area coverage, menguasai product knowledge dll.

Segalanya sama saja.  Yang berbeda hanya cara kerja dan sistem imbalannya.  Tenaga marketing perusahaan non-MLM mendapatkan gaji dan komisi, serta bekerja penuh waktu (9 am - 5 pm), sedangkan pejabat dalam MLM menerima komisi saja tanpa gaji, dan bekerja paruh waktu (bukan 9-5). 

Viral Marketing berbeda dengan MLM, karena melibatkan diri dalam Viral Marketing kita menjadi konsumen yang mendapatkan imbalan kalau kita memberikan referensi kepuasan produk kepada calon konsumen berikutnya, tanpa ada kewajiban melakukan penjualan produk, tanpa ada kewajiban membina jaringan organisasi pemasaran dll.

Jadi berbeda ya, antara MLM dan Viral Marketing.


Memilih Viral Marketing

Karena banyaknya yang menyamakan antara MLM dan Viral Marketing, baiknya kita tajamkan terlebih dahulu, apa itu Viral Marketing dalam bentuk kriteria.

Untuk menentukan dan akhirnya memilih Viral Marketing yang baik, berikut beberapa kriterianya :

1. Produknya
Apakah produk tersebut merupakan produk-produk yang rutin Anda pergunakan di rumah atau di kantor.
 
Berkorbanlah seminimal mungkin untuk meraih hasil seoptimal mungkin.
Lakukan penggantian produk (pindah pakai) dengan produk yang sama tetapi bermerek lain.

Syaratnya adalah bahwa produk bermerek tersebut harus memberikan kualitas yang sama dengan produk yang selama ini Anda pergunakan dan memberikan harga yang relatif sama (kompetitif)

2. Perusahaannya
Cara melihat baik buruknya sebuah perusahaan adalah dengan melihat produk yang ditawarkan.
 
Pola pemilihan produk yang mereka pasarkan mencerminkan karakter perusahaan tersebut.
Dengan memahami karakter perusahaan, Anda dapat memutuskan apakah karakter tersebut cocok dengan karakter atau kepribadian Anda.

Kalau Anda sembarang pilih, teman yang menerima rekomendasi Anda akan memberikan 'cap' yang sama, yang menempel dalam citra produk dan perusahaan itu kepada Anda.
Persis seperti ketika Anda merekomendasikan kepuasan pelayanan seorang dokter cakap kepada teman Anda yang sedang sakit, itulah Prinsip Viral Matketing.

Satu lagi, lihat juga siapa pemiliknya dengan apa visi perjuangannya dalam membuat perusahaan Viral Marketing.
 
Caranya dengan Anda lakukan Mabit-Safar-Muamalah.
Syukur-syukur bisa berinteraksi langsung dengan pemiliknya.

3. Harganya
Perhatikan harga yang mereka tentukan. 
Apakah harganya wajar? 
 
 Apakah harganya mendekati harga produk sejenis di toko atau supermarket?
Jangan membeli produk dengan harga premium demi sejumlah hadiah, bonus, imbalan, undian atau apapun.
 
Belilah produk yang relatif sama dengan harga yang relatif sama pula.
Fokuskan pilihan Anda pada harga yang wajar, dan bukannya pada tingginya potensi bonus.

4. Sistem bonusnya
Apakah bonus yang mereka berikan itu bonus yang bersifat terus menerus, ataukah bonus yang bersifat satu kali saja?

Carilah perusahaan Viral Marketing yang memberikan imbalan secara residual atau terus menerus atas jasa rekomendasi Anda tersebut karena mereka menerima penghasilan secara terus menerus juga.
Ini berimbang dan adil.

Viral marketing yang harus Anda pilih adalah yang memberikan bonus untuk referal beberapa level.
Tetapi bukan menaikkan harga jual produknya secara tidak wajar.
Jadi idealnya keuntungan si perusahaan Viral Marketing tersebut hanya 30% dan 70% untuk mitranya.
Bukan sebaliknya, dengan memark-up porsi 30% tadi menjadi 100%-200%, sehingga konsumen akhir (end user) dirugikan, karena harganya kemahalan.

5. Pendaftaran dan iurannya
Kalau Anda diajak untuk melakukan aktivitas Viral Marketing, tetapi Anda harus membayar biaya pendaftaran membership apalagi membayar iuran bulanan atau tahunan, saya sarankan Anda untuk tidak ikut.

Jangan pernah mau ikut viral marketing yang menerapkan biaya keanggotaan, apalagi iuran tahunan keanggotaan sekecil apapun.

Termasuk juga biaya-biaya samaran lainnya seoerti kewajiban untuk ikut Seminar Pengenalan Sistem, atau biaya Seminar Pengenalan Produk dll.

6. Target belanjanya
Dalam viral marketing, tidak perlu ada target pembelian, apalagi target penjualan.
Satu-satunya kewajiban wajar bagi Anda adalah hanya menjadi konsumen mereka.

Jangan sampai Anda dipekerjakan secara tidak sadar, dimana Anda diminta untuk menjadi tenaga pemasaran mereka dengan target yang lebih besar dari konsumsi wajar Anda setiap bulan.

7. Syarat lain yang harus dihindari
Viral marketing bukan Binary System dimana jumlah peserta atau jumlah konsumen baru harus seimbang antara kaki kiri dan kaki kanan Anda.

Dalam viral marketing tidak ada batasan untuk mengajak teman, jadi boleh mengajak teman-teman atau prospek yang kita sharingkan sebanyak-banyaknya.

Viral marketing adalah penggunaan pemasaran yang diperoleh secara optimal dari mulut ke mulut.

Perhatikan seluruh syarat yang saya kemukakan di atas. 
Anda cukup rekomendasikan produk itu kepada beberapa teman Anda.
Tak perlu rumit. 
Sederhanakan selama bisa Anda sederhanakan, karena Anda masih memiliki kewajiban Anda yaitu HIDUP Anda, Profesi Anda, Pekerjaan Anda agar dapat terus berkembang.

Yang terakhir, berikut kesimpulan saya, kriteria viral marketing yang harus Anda pertimbangkan adalah :
1. Produknya berkualitas dan memang Anda perlukan, bukan produk yang mengada-ada atau terlalu asing bagi Anda, apalagi yang masih kontroversial.
2. Harga produk bersaing dengan merek lain di toko atau supermarket pada umumnya.
3. Program sederhana dan mudah dimengerti
4. Memberikan bonus minimal 6 level, agar bisa mendapat bonus yang berarti, tanpa mark-up sangat tinggi hingga 'merugikan' konsumen cerdas
5. Bonus bersifat residual, bukan hanya satu kali saja tapi berkelanjutan sesuai dengan penghasilan perusahaan penyelenggara program
6. Tidak ada target menjual atau target point apapun, apalagi target penjualan downline
7. Tidak ada syarat jumlah downline ataupun jabatan downline
8. Tidak ada syarat pembayaran kepesertaan, biaya pendaftaran, atau syarat iuran apa pun
9. Tidak diwajibkan ikut seminar atau pelatihan tertentu dalam bentuk apa pun
10. Syarat belanja sesuai dengan kebutuhan wajar sebagai konsumen
11. Pengorbanan maksimal Anda hanyalah mengganti merek dari yang biasa ke merek yang memberikan program.

Semoga lewat Viral Marketing, yang ada adalah Productive Income, bukan sekedar Passive Income.
Dan keberkahan Insya Allah mengalir dari Uang Anda.

Jika Anda tertarik dengan Program Viral Marketing di atas, silahkan menghubungi WA 0853 1299 9604.

Sumber Inspirasi dari L.Y. Wiranaga (dengan penyesuaian)


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#ViralMarketing
#KetenanganKeuangan
#ActiveIncome
#MassiveIncome
#PassiveIncome
#ProductiveIncome
#DistributiveIncome
#KeberkahanFinansial