Rabu, 20 September 2017

Kelas Manajemen Keuangan Bekraf bersama Hari ‘Soul’ Putra, Motivasi Pelaku Ekraf Kembangkan Usaha



Lebih dari 100 pelaku usaha kreatif Tasikmalaya memenuhi ruangan penyelenggaraan acara Seri Kelas Keuangan (SKK) Kelas Manajemen Keuangan bagi UKM Kreatif di Hotel Santika Tasikmalaya, Rabu 23 Agustus 2017 M. 

Bekraf menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah; Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Undang Hendiana; Praktisi Keuangan, Hari ‘Soul’ Putra (Financial Motivator & Managing Director WealthFlow 19 Technology); pemilik Kebab Turki Baba Rafi, Nilam Sari; dan perwakilan BRI Tasikmalaya.


Pada Kelas Manajemen Keuangan bagi UKM Kreatif di Tasikalaya ini, praktisi keuangan Hari “Soul” Putra menjelaskan manajemen keuangan usaha yang baik dan benar serta  memberi pelatihan pembuatan pembukuan. Perwakilan BRI Tasikmalaya dihadirkan juga untuk menjelaskan produk pembiayaan BRI dan persyaratan yang harus dipenuhi pelaku ekraf untuk mengaksesnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Undang Hendiana mengatakan Kota Tasikmalaya sebagai kota berbasis budaya dan kearifan lokal yang bisa menjadi global. Akses permodalan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan akses pasar adalah beberapa sektor yang mempengaruhi kualitas badan usaha.
“Mudah-mudahan ada banyak pemecahan masalah yang kita hadapi. Mudah-mudahan kota Tasikmalaya, masyarakat kreatif, produknya juga kreatif sehingga bisa unggul,” ucap Hendi sebagai harapan dari penyelenggaraan acara ini.
Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo menambahkan pengelolaan keuangan lebih dari permodalan. Hanya 10% masyarakat dunia yang menguasai keuangan global sebagai sumber financial yang ada. “Bukan seberapa banyak uang yang ada, tetapi seberapa besar kita bisa mengelola,” ungkap Fadjar.


Bekraf melalui Deputi Akses Permodalan memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) bertemu dengan lembaga keuangan yang ada, baik perbankan maupun non perbankan melalui acara business matching, seri kelas keuangan, serta asistensi laporan keuangan.
“Ekraf adalah ekonomi yang aset utamanya kekayaan intelektual, sesuatu yang tidak berwujud. Yang sering terjadi pelaku ekraf yang belum layak mendapatkan pembiayaan,” tambah Fadjar. Acara ini bertujuan membekali pelaku ekraf untuk bisa manajemen keuangan usaha dengan pembukuan keuangan yang benar. Sehingga, pembukuan keuangan ini bisa dijadikan sebagai history record untuk mendapatkan pembiayaan perbankan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, sebagai keynote speaker yakin acara ini bermanfaat memberikan bimbingan tata kelola keuangan. Pelaku ekraf Tasikmalaya perlu memikirkan daya beli yang sesuai pada produknya. Beliau mencontohkan United Kingdom dan Korea Selatan yang menangani ekraf dengan serius.
“Keberadaan ekraf tidak lepas dari kebudayaan. Rahasia ekraf ada pada kreativitas dan inovasi,” tegas Ferdi.

Pemilik Kebab Baba Rafi Nilam Sari menceritakan pengalaman usahanya yang berasal dari satu gerobak hingga meliliki lebih dari 1200 outlet di Indonesia dan sembilan negara lain di dunia. Ia menjelaskan awal mula bisnisnya adalah sederhana yang tidak ada resiko mengorbankan apapun.
Nilam mengakui mengawali usaha dengan berjualan burger di Surabaya. Ia berjualan kebab setelah mengalami gulung tikar usaha burger. Ide berjualan kebab didapatkannya saat berada di Qatar.

Nilam menambahkan pentingnya packaging pada bisnisnya. “Dalam berbisnis bukan masalah produk dan makanan enak atau tidak. Everything is about lifestyle. Packaging adalah salah satu alasan produk anda dibeli,” ucap Nilam.

Packaging bukan hanya digunakan sebagai kemasan, tetapi juga sebagai alat promosi. Desain packaging Kebab Turki Baba Rafi berubah-ubah karena menurut Nilam konsumen mudah bosan pada kemasan yang selalu sama. Desain packaging miliknya bisa menjadi alat marketing dengan testimony pelanggan yang mengunggah foto packaging kebab miliknya di akun media sosial pelanggannya.


Rangkaian acara ini adalah dukungan pemerintah dengan membekali pengetahuan manajemen keuangan usaha, informasi pembiayaan perbankan, dan motivasi menjadi pengusaha sukses dari pelaku usaha kreatif yang telah sukses di pasar domestik dan mancanegara. (mm)