Minggu, 04 Maret 2018

Melihat Puncak Gunung Es Keuangan Keluarga Perspektif Spiritual Finance



Mengapa Kapal Penumpang Super Canggih, Super Besar dan Super Mewah pada zamannya, Titanic, bisa tenggelam?

Secara teoritis, Titanic bisa tenggelam karena menabrak gunung es.

Apakah Gunung Es yang dimaksud adalah Gunung Tinggi Menjulang yang diselimuti Es Abadi seperti Puncak Himalaya, Mount Everest?

Kalo bayangan kita seperti itu, tentu dengan lincahnya Kapal Titanic bisa menghindari gunung tersebut.

Tetapi masalahnya, yang ditabrak adalah Puncak Gunung Es, dimana badannya kokoh di bawah laut.

Jadi sudah bisa ditebak, jika kapal tersebut bisa karam.


Dalam konteks spiritual finance, berapa banyak orang-orang yang 'mapan' dari kelas menengah kita menabrak puncak gunung es keuangan keluarga mereka.

Secara kompetensi mereka sudah hebat, tetapi secara karakter keuangan, mereka rapuh.

Kelihatannya bahagia, sukses dan sejahtera, tetapi ternyata mereka sebenarnya menyimpan masalah keuangan yang mendasar.

Punya mobil mewah, rumah gedongan, harta berlimpah, makan di restoran mahal, ke luar negeri saban bulan, dst...

Setelah di cek, semuanya itu berbasis utang semua, mulai dari Kartu kredit, KPR, KPM dan K K yang lain dst..

Mereka memaksakan Gaya Hidup SEMU mereka, agar kelihatan wah dan terpandang di antara teman dan komunitasnya.

Secara Survei Riil, hasilnya 'jeroan keuangan' nya :
10% Kelihatan Wah
90% Biasa-biasa saja.

Tetapi yang muncul di permukaan adalah 90% yang WAH cetar membahananya dan itu disosialisasikan di Media Sosial mereka sebagai sebuah pencitraan.

Ibarat melihat puncak gunung es, kelihatannya aman-aman saja, tetapi semakin dekat maka ‘Kapal Keuangan’ keluarga Anda akan karam layaknya Titanic.

Bila kita flash back, pada waktu Penghasilan Staf, mereka cukup, tetapi begitu naik karir, semakin tinggi gaji-nya semakin kurang.

Kenapa?

Karena Gengsi dan Gaya Hidup berlebihan, memaksakan keinginan, tanpa memikirkan bahwasanya pendapatan itu perlu disisihkan buat masa depan.
 
Ada proteksi terhadap income, dan mendistribusikan harta nantinya.

Agar tidak terjebak dan terbentur gunung es keuangan keluarga, maka sebaiknya berinvestasi terlebih dahulu dari leher ke atas, di mulai melakukan FINANCIAL CLEANSING yang akan menghapus virus-virus keuangan keluarga Anda, seperti boros, kikir, tidak mau berbagi, mentalitas gali lubang tutup lubang, kelihatan kaya, kufur nikmat, dll.

Mulailah kita membangun diri dan keluarga kita dengan FINANCIAL ACTION yang antara lain : Mengikuti Pelatihan formal keuangan, Belajar mandiri via e-learning, Mau dibimbing langsung oleh Mentor Keuangan, Praktek Instrumen Keuangan, Ngobrol kopi darat seputar keuangan dengan coach, Membaca buku bertema keuangan, Bertemu dan meminta saran dari ahli (expert) di bidang keuangan, dll.

Siap melakukan Financial Action?


#MelihatPuncakGunungEsKeuanganKeluargaPerspektifSpiritualFinance
#KeuanganKeluarga
#KelolaKeuanganKeluargaWorkshop
#WorkshopKelolaKeuanganKeluarga
#PelatihanKelolaKeuanganKeluarga
#MotivatorKeuangan
#PraktisiKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow