Jumat, 11 November 2016

Investasi INTAN apa investasi instan?


Banyak dari kita hari ini yang tergiur iming-iming hasil maksimal kerja minimal. Hari ini berinvestasi bulan depan langsung cair imbal hasil 10-30%.

Alih-alih ingin dapat untung maksimal yang ada setelah beberapa lama kemudian, uang yang kita inventasikan raib dibawa kabur oleh pengelola investasi tersebut.

Pola ini terus berulang dari waktu ke waktu, dari zaman ke zaman hingga hari ini. Sudah tidak terhitung banyaknya korban yang berjatuhan akibat investasi bodong tersebut.

Jika kita perhatikan untuk membuat mie instan saja perlu waktu yang tidak instan.

Berikut langkah detailnya :
1. Ambil korek api/korek api gas
2. Nyalakan kompor
3. Letakkan wajan/panci ke atas kompor
4. Masukkan air hingga mendidih
5. Buka bungkus mie, pisahkan bumbu-bumbunya
6. Rebus mie dengan air yang telah mendidih tadi
7. Setelah sudah cukup mengembang, tiriskan mie untuk beberapa menit
8. Setelah ditiriskan, bilaslah mie tersebut dengan air panas yang baru (bukan air panas sisa memasak mie agar lilinnya hilang)
9. Campurkan dengan bumbu-bumbunya
10. Aduk hingga merata
11. Jika masih akan menambah, ulangi proses di atas
12. Jika sudah selesai, matikan kompor
13. Selamat menikmati mie instan.

Untuk membuat mie instan saja perlu 13 langkah apalagi ingin mengembangbiakkan uang jerih payah dari hasil kerja kita sehari-hari.

Agar hasil investasi kita maksimal seperti layaknya INTAN yang berkilau, semakin di gosok semakin kinclong, maka lakukan 3 hal di bawah ini :

1. Apa tujuan kita berinvestasi

Ibarat sebuah perlombaan lari, tentulah ada sebuah garis finish yang akan kita tuju.
Begitupun dengan investasi, misalnya ingin menyekolahkan anak, naik haji atau punya dana pensiun di hari tua dll.
 
Starting with the end, berfikirlah dari akhir, karena dengan ini kita bisa mengukur kemampuan nafas investasi kita.

2. Kendaraan investasi apa yang kita gunakan

Jika menggunakan moda transportasi, apakah cukup naik sepeda untuk sampai ke tujuan, ataukah naik mobil pribadi, kereta atau pesawat.
Tentulah ada sebuah kendaraan atau sarana yang kita gunakan.
 
Setiap kendaraan akan menghasilkan sebuah konsekuensi.
Misalnya membeli emas atau menabung dengan format deposito akan berbeda dengan Anda membeli saham atau properti.
Pelajari kendaraan atau instrumen investasinya.

3. Kapan kita akan mengambil hasil investasi tersebut.

Namanya hasil investasi ya harus digunakan atau dinikmati.
Ada yang bisa dinikmati jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Jangan sampai karena tidak ada pencatatan yang rapih kita malah lupa kita pernah berinvestasi.

Idealnya adalah setiap tahun bersama Re-Solusi tahunan, kita evaluasi sudah sejauh mana investasi kita berkembang atau malah jalan di tempat.

Sudahkah Anda berinvestasi hari ini?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya