Sabtu, 25 Februari 2017

Hukum Memberi dan Menerima dalam Irama Pahala yang tidak terputus

"The more you Give, the more you will Receive"

Jika kita belajar dari Konsep LOA (Law of Attraction) maka secara sederhana, ada 3 langkah yang mesti kita lakukan :
1. Ask (meminta)
2. Believe (yakin)
3. Receive (menerima)

Melihat cara pandang LOA, maka Yakinnya kita karena ada "Tuhan" Alam Semesta yang kita yakini, padahal Alam Semesta adalah Makhluq Allah SWT juga, jadi ketimbang berTuhankan kepada Alam Semesta, lebih baik menuhankankan Sang Pencipta Alam Semesta.

Saya mencoba melihat dalam cara pandang berbeda dari Konsep LOA, jika di mulai dengan meminta, kecendrungan kita di posisi tangan di bawah, sementara jika kita memberi posisi tangan kita ada di atas.

Dalam Perspektif Tangan Di Atas, maka pokok kemuliaan manusia adalah Iman dan Amalnya.
Iman yang merupakan Fondasi dari segala tindak tanduk kita di muka bumi, sedangkan Amal adalah manifestasi dari perilaku iman dalam diri kita.

Proses berIman tentulah melewati proses panjang, karena iman itu sendiri adalah sesuatu yang ditanamkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan.

Dalam iman, mencakup juga amal, artinya kesadaran beramal adalah bukti iman seseorang.
Jika kita mengimani bahwasanya memberi itu akan mendapatkan 10 kebajikan, maka bukan Take and Give yang kita kerjakan, karena jika hitung-hitungan matematis seperti itu, yang ada hanyalah transaksi bisnis semata.

Berbeda dengan Give and Receive, dimana ketika kita Give, Do it Forget It, lakukan dan lupakan.

Bahwasanya kita akan mendapatkan 10 kebajikan, itu adalah Hak Prerogatif Allah SWT untuk memberikannya kepada kita, apakah langsung hari itu juga, lusa, bulan depan, tahun depan atau nanti di akhirat.

Tetapi janji Allah SWT itu pasti setelah kita beriman dan beramal,seperti terlihat dalam QS At Tiin ke-95 ayat 6, "Kecuali orang-orang beriman yang mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya."

Juga ketika kita di beri cobaan rasa sakit misalnya, dan kita redho selalu bersyukur atas cobaan itu, lalu kita bisa melewatinya, maka kita seperti orang yang terlahir kembali dari rahim ibunya dimana dosa-dosanya tergugurkan dan mendapatkan pahala sebagaimana saat ia melakukan kebaikan ketika sehat.

Mari kita luruskan niat kita dalam beramal semata mengharapkan redho Allah SWT dengan selalu memperbaharuinya.

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#HukumMemberiDanMenerimaDalamIramaPahalaYangTidakPernahTerputus
#GiveAndReceive
#7PendekarRajaWali
#KarakterPengusahaSejati
#MotivasiJituJadiAhliKeuanganPribadiDanKeuangaan
#PanggilanTerakhirKeuangan
#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya