Selasa, 23 Januari 2018

Keuangan-nya Para Intelektual itu bernama Master Mind (Seri 1)

Sahabat, pernahkah kita punya teman, saudara dan rekan kerja atau partner bisnis yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan kita?


Jika iya, selamat, Anda sudah sudah menuju jalan yang benar dari Puncak Sukses di KARIR Anda.


Kenapa saya mengatakan Puncak Sukses Karir, karena dalam sebuah kelompok tersebut akan saling bahu membahu, tolong menolong, semangat menyemangati, dan mengisi kekosongan dengan ISI yang fantastis.

Ada yang mengatakanya Master Mind (Ahli Pikir/Think Tank), ada yang bilang Rotary atau Putaran/melingkar, ada juga yang bilang Halaqo/Liqo, ada juga yang bilang Ngeriung sembari saling nasehat menasehati dalam syukur dan sabar, atau beberapa teman menyebutnya Leader Forum alias Pertemuan Para Leader.

Apapun namanya, kelompok inilah yang bisa membuat Dunia Berubah.

Mereka bersinergi dalam semangat keserasian dan Empati, bukan sekedar simpati.

Jalinan keakraban tersebut bisa menjadikan kelompok ini sebagai Brotherhood.

Siap untuk berbagi suka dan duka serta menjadi problem solver secara bersama-sama.

Jika kita sebut itu Master Mind, istilah ini di populerkan oleh Napoleon Hill, Motivator dan Penulis Buku Legendaris Think and GROW Rich, maka yang terbayang adalah Hendry Ford dan Thomas Alva Edison, 2 orang dari 5 orang kelompok Master Mind, yang paling hebat di zamannya.

Jika kita sebut itu Liqo atau Halaqoh, maka terbayang sebuah daerah tandus di Turki yang bernama Anatolia, yang oleh Mr Erdogan dkk di sulap menjadi Kawasan Industri makmur sehingga menjadi Macan Anatolia, sebagai Pewaris Terakhir dari Imperium Utsmani.

Itu adalah salah satu bentuk dari berkumpulnya para Ahli Pikir (Master Mind).

Bagaimana dengan Indonesia?

Ada yang hanya berorientasi keduniawian dan ada juga yang berorientasi ke akhirat.

Salah satu yang muncul adalah Master Mind-nya Group Kodel yang digawangi oleh Mr Fahmi Idris dkk di era 70-an.
Dan uniknya, di setiap dasawarsa selalu muncul para Master Mind yang membuat perubahan-perubahan.

Baik itu Pribadi dan Kelompok tersebut, atau Bangsa dan Negara-nya.


Master Mind dalam Perspektif Spiritual Finance

Mengapa kita perlu Master Mind?
Paling tidak ada 2 aspek yang mempengaruhinya :

1. Aspek Psikologi (spiritual)

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari orang lain.

Untuk memahami satu sama lain, diperlukan alat yang bernama Ilmu Psikologi.


Ilmu Psikologi agar powerfull, perlu di berikan sentuhan spiritual agar tidak lepas dari fitrah sebagai hamba Allah SWT.


Ibarat sebuah Baterai yang sendirian, baterai tersebut hanya menghasilkan daya yang kecil, tetapi jika beberapa baterai dikumpulkan, akan menghasilkan daya yang besar dan berlipat ganda.

Energi Kuantum Spiritual inilah yang memiliki daya ledak terhadap berbagai persoalan kehidupan.

Sehingga, sekecil apapun bentuk Master Mind tersebut, jika dilakukan perbaikan terus menerus dan orang-orangnya Istiqomah, maka kejayaan-lah yang akan didapatkan.

2. Aspek Ekonomi (keuangan)

Tidak bisa di pungkiri jika seseorang melakukan sesuatu itu, salah satunya karena alasan ekonomis, yakni UANG.

Uang dalam Bahasa Spiritual Finance adalah IDE yang diimplementasikan dengan tidak membenturkannya dengan Aspek Spiritual itu sendiri, Logika Ilmu yang dibangun sebagai landasannya serta ikhtiar manusiawi sebagai penguat emosi manusia yang ingin mencapai target-target kehidupan.

Ada uang bersifat ideologis, tetapi ada juga uang yang bersifat pragmatis.

Bersifat ideologis, berarti tidak semata sebagai alat tukar atau alat memperkaya diri dan kelompoknya saja, tetapi bagaimana dengan uang yang dimiliki atau uang orang lain yang digunakan, bisa berdampak memakmurkan isi bumi.
Sisi sosial dan dakwah-nya lebih kental dalam membangun peradaban.

Bersifat pragmatis, berarti ketika uang tersebut digunakan hanya sebagai alat/tool's produksi dan konsumsi saja.
Tentu Konsumsi dan Produksi yang terukur dan tahu akan dikemanakan uang tersebut.

Tidak masalah kita menggunakan kedua-duanya, asal jangan di perbudak oleh uang alias menjadi Budak Utang/Debt Slavery.

Karena jika kita sudah masuk perangkap Budak Uang atau Budak Utang, maka UANG sebagai TOOL'S atau sarana akan hilang esensinya.

Bersambung ke Seri-2....


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#KeuangannyaParaIntelektualItBernamaMasterMindSeri1
#SpiritualFinance
#KeuanganSpiritual
#KetenanganKeuangan
#MotivasiKeuangan
#TerapiKeuangan
#TerapiCashFlow