Minggu, 25 Desember 2016

3 Gelar yang membuat Anda Sukses di Era Teknologi Informasi


Jika kita lihat hari ini, fenomena orang-orang Sukses sudah mulai berpindah, jika dahulu yg disebut sukses ketika bisa menjadi PNS atau Karyawan di perusahaan orang lain.

Tetapi semenjak adanya krisis moneter tahun 1998 yang memporak-porandakan perekonomian Indonesia, Prinsip Keamanan Kerja menjadi tidak berlaku lagi.

Bagi para pensiunan yang hidup di zaman percepatan teknologi hari ini, hasil kerja puluhan tahun seperti tidak berbekas, jika hanya mengandalkan Uang Pensiun yang tidak bisa melampaui inflasi riil 10-12%, apalagi jika gaya hidupnya masih seperti ketika masih bekerja.

Untuk itulah, jika pilihan Anda masih sebagai Abdi Negara atau Abdi Perusahaan karena passion Anda, maka mau tidak mau, suka tidak suka Anda harus bisa sukses, baik di kehidupan sekarang atau kehidupan ketika pensiun nantinya.

Apalagi bagi Anda yang sudah berazzam untuk hidup mandiri, lepas dari kerja rutinitas 9-5 atau ingin jadi pengusaha tangguh layaknya Abdurrahman Bin Auf.

Ada 3 Gelar yang wajib Anda miliki agar Sukses di Era Teknologi Informasi :

1. Gelar Intelektual (Formal, Non formal, Informal)

Jika Anda memilih jalur formal atau Akademis, maka syarat minimal hari ini adalah S1 (Sarjana Strata Satu).
 
 Berarti masih ada jenjang yang lebih tinggi lagi yang harus Anda tempuh, yakni S2/Magister dan S3/Doktoral.

Point pentingnya adalah bukan gelar itu sendiri yang menjadi concern-nya, tetapi peningkatan wawasan dan jaringan-nya lah yang akan meleverage diri Anda.

Selanjutnya gelar non formal, seperti kursus/pelatihan.
 
Dengan semakin dekatnya dunia tanpa batas (borderless) via internet, maka informasi yang terjadi hari ini di Amerika bisa dengan cepat kita ketahui hanya dalam hitungan detik.

Untuk mendapatkan Sertifikasi Pelatihan non formal tersebut, banyak sekali lembaga-lembaga penyelenggara di bawah koordinasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang mengeluarkan ijazah non formal, asal memenuhi persyaratan dari BNSP.

Yang terakhir adalah gelar informal, sebuah pengakuan dari masyarakat akan kapasitas keilmuwan atau kepakaran kita di tengah-tengah masyarakat.
 
Gelar informal di masyarakat ini tidak sekedar teoritis, tetapi juga meliputi aspek integritas, akhlak dan bersatunya antara kata dan perbuatan yang dilandasi semangat memperbaiki masyarakat.

Dengan ketiga gelar intelektual di atas, seyogyanya bisa merubah kehidupan diri, keluarga dan masyarakat.

2. Gelar Dagangan (Syirkah dalam sharing economy).

Jika kita ekstrak esensi dari bisnis, maka akan muncul kata dagang.
 
Jika kita ekstrak kata dagang, akan muncul kata jualan.
 
Jadi jika Anda ingin sukses hari ini, maka buka lapak atau dagangan Anda alias harus punya gelar dagangan.
 
Cuma untuk sukses, tidak melulu gelar dagangan secara offline, tetapi juga secara online.

Teknologi itu memudahkan, tetapi ingat tetap orang yang punya karakter jualanlah yang akan sukses.

Untuk jualan, maka mentalitas Direct Selling perlu Anda kembangkan, artinya penguasaan diri dan komunikasi menjadi kata kuncinya, selain produk dll.
 
Karena sekolah kehidupan terpenting selain di bangku kuliah adalah sekolah di jalan.
Anda akan bertemu dengan banyak ragam tipe manusia dan tugas Anda-lah untuk 'menaklukkan' mereka.

Setelah mengenal diri dan komunikasi, maka gelar dagangan ini dilanjutkan dengan bekerja sama dalam bentuk syirkah atau gotong royong berbasis sharing economy, agar ummat menjadi kuat.

Yang tidak kalah pentingnya dari gelar dagangan ini yakni Anda harus memahami Formula Bisnis, Melek Keuangan (financial literacy) dan Pengelolaan Keuangan (money management).

Sekali lagi, mari Tingkatkan Financial Intelligence Anda dengan Belajar dan Praktek!

3. Gelar Sajadah

Salah seorang guru saya adalah Pakar Branding, Pak Subiakto Priosoedarsono  (Pak Bi).  

Beliau setiap mengambil keputusan penting selalu melakukan Manajemen Sajadah.

Artinya sebelum memutuskan sesuatu, beliau selalu berkonsultasi kepada Allah SWT lewat shalat.

Maka hal paling penting yang sangat menentukan seseorang itu bisa sukses apa tidak adalah seberapa dekat dia dengan Sang Maha Pencipta.

Dan sedekat-dekatnya hamba dengan TuhanNya adalah ketika sujud dalam shalat.

Gelar Sajadah dalam Manajemen Sajadah inilah yang menjadi kekuatan kita dalam sebuah lompatan kesuksesan.

Pola Quantum (lompatan) ini bukan hanya deret hitung 1,2,3 dst tetapi deret ukur 2, 4, 8, 16 dst.

Jika kita sudah dekat dengan Allah SWT, maka akan memungkinkan Anda menguasai  Teknologi Teleportasi (perpindahan tanpa jeda).

Hidup Anda akan mengalami percepataan luar biasa karena melibatkan intervensi Sang Maha Besar, Allah SWT.

Sudahkah kita memiliki ke-3 gelar di atas?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#3GelarYangMembuatAndaSuksesDiEraTeknologiInformasi
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Jumat, 09 Desember 2016

Ironi Keuangan Sehat

Ada seorang yang membuka bisnis kebun binatang.

Di pintu masuknya, dia pasang tarif tiket Rp 30rb/orang tapi tidak ada 1 orang pun yang masuk.....

Karena beberapa lama  tidak ada pengunjung maka harga tiket pun ia  turunkan menjadi Rp 20rb dan tetap tidak 1 orang pun mau masuk....

Dikarenakan masih tidak ada juga pengunjung akhirnya ia kembali turunkan tarif tiket menjadi Rp 10rb dan tetap tidak ada pengunjung yang masuk!!

Akhirnya ditulislah pengumuman:
*"MASUK GRATIS"*
 
Kemudian banyak orang yang rebutan masuk.

Ketika pengunjung di dalam penuh, si owner ini membuka semua pintu kandang binatang buas Singa..., Harimau..., Serigala..., Ular.... & pintu keluarnya sudah dikunci!
(Lalu di pintu keluar ditulis):
*"Keluar Bayar 500rb !!"*

Banyak orang berebut bayar..

Inilah ironi kehidupan.... Ketika ditawarkan untuk memiliki keuangan yang sehat, hidup sehat, konsumsi nutrisi penunjang kesehatan (olahraga, minum air putih, konsumsi nutrisi kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit) banyak orang tidak mau....

Tapi kalau sudah masuk Rumah Sakit (RS), berapapun mahalnya biaya RS, pasti akan dibayarnya untuk dapat sembuh, sekalipun harus jual aset atau berutang dan cari sumbangan kemana-mana.

Salam Sehat Keuangan

Saling mengingatkan itu baik..

Sumber : Viral Group WA


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#IroniKeuanganSehat
#MoslemWealth
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya


Moslem Wealth

Tujuan seorang Muslim menjadi Sejahtera dengaan harta halal yang melimpah adalah :

1. Menjalankan Sunnah untuk perjuangan ummat

Motivasi terbesar dari seorang muslim adalah Akherat.
Maka menjadi Sejahtera adalah manifestasi dari melakukan Perintah Allah SWT dan menjalankan sunnah yang Nabi Muhammad SAW contohkan.

2. Kebermanfaatan untuk Ummat, Keluarga dan Pribadi

Selain bisa mencukupi kebutuhan dasar pribadi dan keluarganya, agar tidak menjadi Ahli Tangan Dibawah, maka seorang muslim wajib menjadi sarana kebermanfaatan untuk ummat.

3. Menjadi muzakki bagi sesama

Orang yang tidak punya apa-apa tidak bisa memberikan apa-apa.
Jika kita hari ini sudah lepas dari predikat mustahik (orang yang diberi zakat), maka tugas kita adalah menjadi muzakki (orang yang memberi zakat) buat sesama.

Entah dalam skup rumah tangga, kelurahan, kecamatan kota, provinsi dan antar negara atau alam semesta.

Bagaimana dengan kita hari ini?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#MoslemWealth
#MenerbangkanKeuanganKeluargaLayaknyaMerpatiPos
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya


Rabu, 07 Desember 2016

Menerbangkan Keuangan Keluarga layaknya Merpati Pos


Apa yang Anda pikirkan ketika menyebut nama Merpati Pos?

Tentu bagi Generasi X terbersit memori burung yang pintar, memiliki daya ingat yang kuat, memiliki kemampuan navigasi dan naluri alamiah yang dapat kembali ke sarang meskipun sudah pergi dengan jarak yang jauh dan waktu yang lama.

Apa point penting dari Pengelolaan Keuangan ala Merpati Pos di atas?

Mari kita bahas satu per satu sembari menyeruput Teh atau Kopi yang terhidang di meja makan Anda.

1. Daya ingat yang kuat
Jika Merpati Pos memiliki daya ingat yang kuat dalam menjalankan aktivitasnya, kita sebagai manusia tentulah Tahu-Paham-Sadar dari mana dan akan kemana aliran uang kita (cash flow/arus kas).

Seekor merpati, tahu dari mana surat tersebut berasal, akan kemana surat tersebut di kirim dan tentu tahu jalan pulang dimana asalnya.

Keluarga yang bisa menerbangkan keuangan keluarganya, tahu sumber-sumber dari mana saja pemasukannya (multiple income),  akan dikemanakan uang hasil jerih payah tersebut (outcome) serta bagaimana pertanggungjawaban penggunaan uang tersebut sehingga tidak mengalami defisit atau tekor.

Jadi dengan uang masuk, uang keluar dan surplus keuangan dalam keluarga bisa menerbangkan keuangan layaknya merpati pos.
Ini saja jika kita disiplin dalam hal pengelolaan keuangan keluarga, maka kita bisa membuat dream come true.

2. Punya kemampuan navigasi
Ibarat Google Maps atau Google Earth, sang merpati pos paham jalan-jalan yang harus dilalui dengan presisi yang tinggi.

Mereka yang paham ilmu keuangan, bisa memetakan kebutuhan akan keuangan masa depannya dan mengantisipasi resiko-resiko yang akan terjadi.

Misalnya resiko tidak adanya income bulanan ketika pensiun.

Ini bisa diminimalisir dengan melakukan investasi rutin bulanan hingga menjelang pensiun agar imbal hasil dari investasi tersebut bisa menopang kehidupan keluarga kita, walau sudah tidak punya gaji/income bulanan lagi.

Dengan kemampuan navigasi tersebut, kejadian-kejadian tidak terduga bisa diantisipasi dengan elegan.

3. Menikmati setiap episode perjalanan keuangan keluarga
Pasang surutnya ekonomi keluarga adalah sebuah hal yang wajar untuk membuat kita terus bertumbuh.

Masalah-masalah keuangan yang datang silih berganti seperti tidak ada habisnya merupakan 'Jamu' kuat keuangan agar kita bisa terus berdiri di atas masalah keuangan kita.

Sehingga apapun masalah keuangan keluarga kita, kita tetap bisa menikmatinya.
Dengan menikmati hal tersebut, persoalan utang dan uang akan tetap bisa kita hadapi dengan mulut tersenyum.

Sehingga nantinya setiap episode keuangan yang terjadi akan kita tunggu dan nantikan layaknya episode Sinetron Keuangan yang BERSAMBUNG.

Selamat Menerbangkan Keuangan Keluarga Anda dengan kaidah Merpati Tak Pernah Ingkar Janji!


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#MenerbangkanKeuanganKeluargaLayaknyaMerpatiPos
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Bahagia itu MBB...

Bahagia itu sederhana :

Untuk masa lalu kita Mohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita kerjakan dan ditutupi aib kita oleh Allah SWT.

Untuk masa sekarang kita Bersyukur dan bersabar atas apa yang terjadi hari ini.

Untuk masa depan kita Berdo'a agar selalu bisa SBB (Sejahtera, Barokah dan Bahagia).

Bagaimana dengan Anda?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#Bahagia
#SwatAction
#LokomotifKeuanganKeluarga
#JalanPanjangMenujuKemerdekaanKeuangan
#LiburanHematTanpaKantongBolong
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Selasa, 06 Desember 2016

Big Family SWAT ACTION


Salah satu cara menikmati kebersamaan adalah dengan menyambung silaturrahim dan berbagi ilmu.

Bahkan dalam sebuah hadits populer dikatakan orang yang menyambung silaturrahim akan membuka pintu-pintu rezeki.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#SwatAction
#LokomotifKeuanganKeluarga
#JalanPanjangMenujuKemerdekaanKeuangan
#LiburanHematTanpaKantongBolong
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Lokomotif Keuangan Keluarga


Menjadi sebuah Lokomotif walaupun kecil di rumah sendiri akan lebih baik ketimbang gerbong yang besar tetapi di rumah orang lain.

Menjadi pemain Catur Keuangan, Anda yang menentukan KUNCI & Rule of the Game-nya, akan lebih baik ketimbang orang lain yang menentukannya, apalagi Anda hanya menjadi bidak-bidak pemanis keuangan saja.

So, jadilah Lokomotif, bukan Gerbong bagi Keuangan Keluarga dan Masa Depan Anda.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#LokomotifKeuanganKeluarga
#JalanPanjangMenujuKemerdekaanKeuangan
#LiburanHematTanpaKantongBolong
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Liburan Hemat, Liburan Manfaat



Apa yang Anda pikirkan ketika mendekati akhir tahun masehi?


Rata-rata pasti yang menjadi top of mind adalah LIBURAN (holiday).  
Tidak salah memang, apalagi jika Anda masih berstatus karyawan, dimana Anda bekerja sepanjang tahun, tentulah perlu penyegaran alias refreshing.

Hanya biasanya, ketika akhir tahun sudah bisa dipastikan waktunya, uang atau dana yang tersedia selalu tidak bisa dipastikan. Selalu defisit, alih-alih ingin menikmati liburan menyenangkan bersama keluarga, yang terjadi malah kantong jebol.

Pertanyaannya, kenapa ketika Anda ingin liburan dananya selalu membengkak?  
Karena di saat yang bersamaan, rekan-rekan kerja Anda yang lain sesama karyawan juga merencanakan hal yang sama buat keluarganya, otomatis waktu liburan menjadi 'mahal', istilah travelnya peak season.

Jika waktu liburan tidak bisa kita rubah, maka yang bisa kita rubah adalah anggaran keuangannnya. Dalam bahasa lain, kita tidak bisa merubah arah angin, yang kita bisa rubah adalah sayap keuangan rumah tangga kita.

Berikut 3 langkah liburan hemat agar liburan menjadi manfaat :

1. Rencanakan liburan (holiday plan)  
Hal mendasar dalam merencanakan liburan adalah kemana tujuan kita berlibur. Misal ke luar kota atau ke luar negeri. Berapa lama kita tinggal disana dan menginap dimana? Apakah hotel atau rumah saudara? dll.
Setelah itu tarik mundur, alat transportasi atau angkutan apa yang akan kita gunakan, apakah via laut, darat atau udara. Berapa harga tiket pulang perginya? Lalu cek ada berapa dana yang tersedia di tabungan kita?

Disini seninya liburan, membuat anggaran antara keinginan yang ideal dan kondisi kantong keuangan keluarga.
Makanya untuk sebuah perencanaan liburan, minimal direncanakan 2-3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Adapun untuk liburan ke luar negeri, minimal 6 bulan sebelumnya, agar persiapan menjadi maksimal.

2. Ringankan dengan berbagi biaya perjalanan (holiday cost-share cost)
Jika Anda traveller pemula, maka menggunakan jasa biro perjalanan wisata tentulah menjadi pilihan realiatis.
Anda tidak perlu disibukkan dengan membuat itinerary, melakukan survei hotel dan transportasi dan persiapan lainnya yang akan sangat menyita waktu pikiran dan tenaga Anda.
Semua sudah dilayani oleh travel agent tersebut, hanya mungkin biaya yang harus Anda keluarkan akan lebih banyak ketimbang Anda berliburan secara mandiri.
Jika pilihan Anda berlibur secara mandiri maka rumus jitunya adalah share cost alias patungan.  
Berbagi resiko dan berbagi biaya, dimana dengan share cost ini Anda bisa belajar dalam mengelola keuangan, apalagi jika Anda adalah karyawan single alias belum berkeluarga.
Ini pernah kami lakukan ketika menjelajahi Jawa Timur dan Bali, dengan share cost juga biaya penginapan yang biasanya mahal jadi ringan. Ibaratnya harga backpacker kualitas hotel.
Apalagi saat ini banyak sekali promo-promo tiket perjalanan murah ala traveloka, atau hotel dan hostel/rumah pribadi disewakan yang menggunakan sistem sharing ekonomi ala air bnb. Transportasipun untuk di beberapa kota besar sudah tersedia Grab atau Gojek dll.

3. Menikmati liburan manfaat (holiday benefit)
Selain menjadi fresh kembali, maka liburan juga harus memiliki nilai manfaat atau added value.
Memperbanyak kenalan selama wisata atau mengunjungi teman FB adalah bagian dari silaturrahim yang Insya Allah selain hemat juga membuka pintu-pintu rezeki.
Jika Anda terbiasa menulis diari online via blog atau hobi fotografi, maka berliburan juga bisa menghasilkan income. Bisa menulis di blog pribadi dengan asumsi banyak yang datang, sehingga ada pengiklan di blog Anda. Atau foto-foto keren Anda bisa ditayangkan di media cetak yang tentunya setiap foto akan dihargai dalam bentuk rupiah atau dollar jika Anda mengirimkannya untuk media-media luar negeri.
Beberapa destinasi yang bisa menghasilkan manfaat adalah gunung, pantai, kota dengan mengunjungi museum, desa yang asri, kegiatan organisasi sosial, outbound dll.
Selamat menikmati liburan hemat penuh manfaat yang tidak membuat kantong kiamat!

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#LiburanHematLiburanManfaat
#7LangkahCerdasMengenaliKesehatanKeuanganRumahTangga
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya


Kamis, 01 Desember 2016

7 Langkah Cerdas Mengenali Kesehatan Keuangan Rumah Tangga

1. Berapa penghasilan dan pengeluaran bulanan keluarga Anda?

2. Apakah keluarga Anda sudah menyiapkan dana darurat, minimal 3x pengeluaran bulanan?

3. Apakah keluarga Anda sudah memahami prioritas keuangan teratas, mulai dari kewajiban sosial/agama, utang, menabung/investasi dan kebutuhan rutin bulanan?

4. Sudah lepaskah keluarga Anda dari bad debt trap (jebakan utang jahat)?

5. Apakah utang konsumtif keluarga Anda sudah lunas hari ini?

6. Sudahkah keluarga Anda menghitung kekayaan bersih/net worth setiap tahun?

7. Apakah dana pendidikan, dana pensiun dan dana untuk 'ibadah Anda sudah siap dan berjalan sesuai rencana?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#7LangkahCerdasMengenaliKesehatanKeuanganRumahTangga
#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Minggu, 27 November 2016

Kekayaan untuk Berbagi pada yang Membutuhkan

Salam Sejahtera untuk kita semua...

Renungan di hari Ahad yang cerah & indah ini... 😇😇😇

APAKAH AKU SEPERTI INI ?*
😂😂

Ada seorang gadis menyewa rumah, bersebelahan dengan kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak, suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya!!!

Anak itu bertanya dengan risau : "Kakak ada lilin tidak....??? 

Gadis itu berfikir....?????!

Di benaknya sudah tertanam kata
"JANGAN PINJAMKAN" nanti jadi kebiasaan dan terus meminta.

Maka si gadis menjawab:
"TIDAK ADA"!!!!

Lallu si anak miskin berkata dengan riang , . .

Saya sudah duga ...... kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin."

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat ..........!!!!?

Dia telah salah menilai orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU

Sejatinya :🌹
Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang MEMBUTUHKAN.👌🌹🙏

Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA. 🙏

Hari ini kita berada diatas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita........

Aamiin.👍🏾                
       

* Tetap semangaaatttt..... dan jangan lupa selalu berbagi.....*

Sumber Viral WA

Jumat, 25 November 2016

Bagi Hasil di Warung Makan Padang

Selamat Siang Pak Hari....

Pak saya mau minta pencerahan dari Pak Hari nih... 

Pertanyaan saya adalah.

1.  Saya ada rencana untuk membagikan keuntungan dari usaha saya ke karyawan (yang masa kerjanya di atas 1 tahun).
Kira kira seperti apa ya bentuk pembagian keuntungan untuk karyawan.

Tentu saja saya harus bersikap adil dimana yang masa kerja lebih lama harus dapat proporsi lebih besar, juga jabatan yang disandang juga berpengaruh pada nilai yang diterima.

Prestasi, Loyalitas, Disiplin, Kinerja positif juga maunya diberikan reward dalam besarnya nilai yang diterima dan tentu juga secara kebalikan jika ada pelanggaran dan kinerja negatif juga akan mengurangi nilai yg diterima.

Mohon saran dan pencerahnnya.

Andi di Surabaya

Jawab

Bang Andi, belajar dari berbagai guru baik dari Praktisi yang sudah punya aset >10 T, atau yang pernah utang 200 M, dan dari berbagai Konsultan Motivasi dan Keuangan, ada 3 hal kenapa seseorang itu betah dan mau 'mati-matian' bekerja untuk kita
1.Apreciation (apresiasi)
2.Share vision (hope)/Visi bersama
3.Clear rule (aturan main yang jelas)

Dan uniknya, yang bersifat materi/uang, justru di urutan ke-6.

Adapun terkait dari penghargaan dalam bentuk uang, akan bijaksana jika sesuai dengan kebutuhan mereka, perlu digali kembali apa yang menjadi harapan mereka saat ini dan masa mendatang.

Jika ingin lebih bagus lagi, berikan mereka 'aset' intelektual seperti training/pendidikan/pengembangan diri/keterampilan yang relefan dengan bidang yang mereka geluti di usaha Anda hari ini.

Untuk investasi, kenapa tidak diberikan misalnya Reksadana pendapatan tetap/campuran/Reksadana saham.
Sehingga mereka akan punya investasi untuk hari tua-nya.

Misalkan, bapak ingin memberi mereka uang 1jt, diberikan dalam bentuk rekening di perusahaan Aset Management setiap bulan 100rb.
Tahun ke dua dan seterusnya, biar mereka yang lanjutkan.
Bisa 1jt, 2jt dst tergantung kebijakan perusahaan.

2. Kalau jumlah karyawan masih belum banyak (di bawah 25), apakah efektif kalau dibuat semacam koperasi karyawan?

Jawab

Saat mendirikan Koperasi, minimal adalah 20 orang, jadi jika Anda mau mendirikan koperasi secara legal formal sudah terpenuhi.

Tetapi agar efektif dan efisien di buat dulu Bisnis Plan nya, jika tidak Koperasi tersebut hanya akan jadi lembaga sosial an sich.

Seperti Kopsi (Koperasi Sehat Indonesia)-nya KOI (Komunitas Organik Indonesia), misalnya.

Mereka sudah ada demand dari anggota dan masyarakat umum serta perlu adanya sebuah wadah 'konsorsium' baik modal, pikiran, jaringan dll sehingga ketika ada kebutuhan anggota dan demand dari masyarakat tadi, bisa terpenuhi lewat koperasi.

Adapun ujung perjalanan koperasi adalah membuat anggota  dan masyarakat disekitar koperasi tersebut sejahtera.

3. Apa kiatnya jika ingin usaha tanpa harus mengalami sepi dulu?

Jawab

Teruslah berjualan dan bergerak.

Dua (2) tahun pertama dalam bisnis ada yang dinamakan Death valley trap (ini salah satu materi yang akan sy sharingkan di Kopdar KOI, Selasa 29 Nov 2016 M di Bali).

Dan ini yang harus kita lewati sebagai pebisnis.

Jika hari ini ada 2 Pilihan bisnis :
1. Bisnis berbasis produksi
2. Bisnis berbasis distribusi

Maka, saya menyarakan untuk Anda memilih yang terakhir.

Kenapa?

Karena resiko-nya hanya menjualkan saja, sementara yang pertama resiko di produksi dan distribusi, jadi ada 2 resiko.

Bagaimana jika masih sepi?

Rubah strategi dan upgrade ilmu.

Strateginya, kombinasi offline dan online serta coopetition (competition & cooperation), bekerja sama dengan pesaing Anda.

Untuk ilmunya sendiri selain memahami lingkaran penjualan (sales cycle) dan marketing, juga kuasai ilmu : Internet marketing, copy writing, public speaking, bussiness coaching, digital leadership, bussiness property dan aset management.

Untuk jawaban nomor satu, saya tambahkan

NB :

Bukan UKM-nya yang punya saham, tapi keuntungan yang akan di bagikan itu kita belikan 'saham' lewat Perusahaan Aset Manajemen, misalnya Danareksa, Bahana Aset manajemen, BNI Aset manajemen dll.

Jadi cukup setoran rutin 100rb per bulan dengan sistem auto invest.

Adapun minimum pembelian pertama bisa bervariasi dari 500rb hingga 1jt, tergantung MI (Manajer Investasi), kita sudah punya saham secara beramai-ramai.

Sederhananya, masyarakat Indonesia bersama-sama menempatkan dana yang dimiliki di satu tempat, lalu dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi yang berpengalaman dibidangnya.

Menurut Undang-Undang, Reksadana adalah 'wadah' yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam potofolio efek (sbi, obligasi,saham dll) oleh Manajer Investasi.

Untuk start up, bisa juga dibuat ala Warung Makan Padang sistemnya.

Selain dapat Gaji Tetap, walau kecil, mereka juga dapat bagi hasil, sehingga tidak ada saling iri-irian antara bagian cuci piring dengan bagian kasir/tukang masak nya.

Dan pembagian keuntungan tersebut dibagi setelah di kurangi biaya (profit, bukan revenue).

Konsekuensinya adalah jika rugi, ditanggung secara bersama-sama juga.
Misal setiap 3 bulan sekali dibuka berapa profit dr usaha tersebut.

Semoga manfaat!

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916

#BagiHasilDiWarungMakanPadang
#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya











Kamis, 24 November 2016

3 Profesi Pilihan Para Nabi

"Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban melaksanakan fardhu-fardhu lainnya." ~ HR Thabrani dan Baihaqi, Dhaif, No. 985.



Jika kita pelajari profesi-profesi para Nabi dan Rasul, maka ada benang merah kesamaan secara umum yakni, 3B (Beternak, Bertani dan Berdagang), walau ada juga yang menjadi penguasa seperti Nabi Salaiman dan Nabi Yusuf AS.


Dalam konteks kekinian, maka 3 profesi di atas, layak kita pelajari dan kita amalkan.


1. Beternak 
Rasulullah Muhammad SAW, sebelum menjadi pedagang sukses adalah seorang penggembala kambing/domba.

Beliau belajar ketika usianya masih dini sekali, dan ibrohnya adalah ketika menggembalakan kambing/domba, selain mengajarkan kesabaran juga melatih sisi leadership.

Salah satu yang akan tetap kita butuhkan adalah protein hewani buat kehidupan kita, selain tentunya buat sarana berqurban.

Beternak merupakan profesi, yang jika kita tekuni akan membuat kita kaya raya.

Dan perlu diingat, untuk menjadi kaya raya kita haruslah berjama'ah.

Berapa banyak jika kita lihat hari ini orang-orang super kaya, mereka tidak sendirian tetapi berjejaring.

2. Bertani 
'Orang-orang muslim itu bersyirkah atau bekerja sama dalam 3 hal yakni Padang rumput, Air dan Api ~ HR Abu Daud No. 3745

Padang rumput hari ini adalah tempat kita bertani atau melakukan proses pertanian.
Dengan pertanian, kita bisa memastikan Kemandirian Pangan kita sendiri, lepas dari penjajahan ekonomi oleh asing dan aseng.

Dengan bertani, kita juga dituntut untuk melestarikan alam dan lingkungannya.
Bertani, baik pertanian tradisional atau pertanian modern hari ini, bisa membuat sebuah kemakmuran sebuah negara.

Kemampuan daya tahan pangan, akan membuat negara kita disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Untuk memulainya, tidak harus dari areal tanaman yang luas, tetapi dari pekarangan kita untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.
 

Misalnya bertani ala aquaponik dll.

Bertani juga mengajarkan kita untuk menerima apa adanya, belajar ikhlash setelah ikhtiar maksimal.

Dengan bertani, berarti kita sudah menghidupkan kehidupan.

3. Berdagang 
Sembilan dari 10 pintu rezeki dari berdagang.
Ini adalah hadits populer yang menjadi penyemangat kita untuk mandiri.

Jika dulu berdagang antar negara atau pulau, maka sekarang selain berdagang secara tradisional, juga memungkinkan berdagang borderless/tanpa halangan via digital.

Lewat teknologi internet, baik dalam skala yang kecil seperti online shop, maupun ekspor dan impor produk, barang atau jasa antar negara.

Kenapa ketika kita selesai shalat di suruh untuk bertebaran di muka bumi?
Karena ternyata wilayah level kelurahan atau kecamatan tidak cukup besar bagi pergerakan seorang muslim.

Bisa jadi pagi ini kita bertransaksi di Depok atau Jakarta, siang atau malamnya sudah bertransaksi di Singapura atau Turki dan seterusnya.

Mari kita mengikuti jejak para Nabi dan Rasul dengan mulai menjajal beternak, bertani dan berdagang, baik secara offline maupun online.


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#3ProfesiPilihanParaNabi
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Training the Power of Money Management & Bussiness

KOI (Komunitas Organik Indonesia) Chapter Bali Present

Mohon bantu sebar..

Rule No. 1 : Never lose money
Rule No. 2 : Never forget rule No. 1 ~ Warren Buffet

*Kabar gembira bagi Anda yang ingin bertemu Penggerak Organik di Bali dan para pengusaha yang selama ini menggerakkan roda organisasi Komunitas Organik Indonesia 

Yuk segera daftarkan diri Anda dan rasakan Energi Positifnya !*

*KOI*
_"The Power of Money Management & Bussiness"_

Special Speaker from Jakarta:
Hari 'Soul' Putra www.P3KCheckUp.com
(Motivator Keuangan Indonesia, Pengasuh Rubrik Motivasi Keuangan Republika Online, Managing Director WealthFlow 19 Technology & Aktivis Gaya Hidup Keuangan Sehat)
 Selasa, 29 November 2016 M
⏰ 16.00 Wita
 Gapet Bali, Seminyak Kota Bali.

 Daftarkan diri anda ke:
Chef Albert : 0813 1010 2187

 Format Pendaftaran:
Nama lengkap-Bidang Usaha (keahlian)-No.HP
Contoh: Budi-Mini market/manajemen ritel modern-0818 1927 3984.

Fasilitas :
-Training
-Trading
-Networking

Ayo daftarkan diri Anda secepatnya sebelum pendaftaran ditutup.

Organized by KOI Bali


Rabu, 23 November 2016

Manajemen Keuangan Keluarga

Apakah Anda S.M.A.R.T dalam Memenej Keuangan Keluarga?


















Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916


#ManajemenKeuanganKeluarga
#KunciKayaDariAntiTesisHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Kamis, 17 November 2016

Kunci KAYA dari Anti Tesis Hukum Parkinson


Hidup kita hari ini adalah serangkaian pikiran, kebiasaan, langkah dari masa lalu.

Begitupun untuk sukses secara finansial dan menjadi kaya raya (lawan dari miskin raya) adalah sebuah rangkaian tindakan kita yang bekerja, menabung dan mengelola penghasilan dengan baik di masa lalu.

Menurut Hukum Parkinson (Parkinson Law yang ditemukan oleh Cyril Northcote Parkinson, Penulis dari Inggris) bahwasanya "Berapapun jumlah uang yang diperoleh seseorang, mereka cenderung lebih banyak menghabiskan dari pada menabungnya."

Dengan kata lain, semakin tinggi jabatan seseorang akan cenderung menaikkan gaya hidup dan keinginannya ketimbang kebutuhannya.

Konsekuensi terbalik dari Hukum Parkinson tersebut adalah :

1. Ketidaktergantungan keuangan berasal dari penyimpangan hukum Parkinson

Utang, takut tidak punya uang dan prustasi adalah akibat.

Solusinya adalah mencegah godaan menghamburkan uang sehingga bisa mengelola uang dengan bijak.

Jika kita bisa fokus pada sebab dan mengontrolnya maka kita mampu mengendalikan akibatnya.

Paradigma kita tentang uang akan menghasilkan sebuah kebiasaan, dari sana akan jadi sebuah karakter, dari karakter ini akan menjadi sebuah budaya buat diri pribadi, keluarga atau komunitas/organisasi.

2. Bertambahnya pengeluaran < Kenaikan pendapatan, dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.

Orang yang bijak dalam keuangan adalah orang yang menghitung semua pengeluarannya, dengan terlebih dahulu menyisihkan di awal untuk sedeqah, menabung dan investasi.

Jadi, jika Hukum Parkinson Ini lebih banyak diaplikasikan dalam bidang Manajemen Organisasi sesuai latar belakang penemunya, maka dalam bidang keuangan kita bisa meng-ATM-kannya.

Amati-Tiru-Modifikasi sebuah Teori atau Hukum tentang Kesejahteraan, lalu ambil yang positifnya saja.

Penyimpangan dari Hukum Parkinson ini akan membuat kita menuju jalan KAYA.

Mau menerapkan anti tesis Hukum Parkinson?


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#KunciKayaHukumParkinson
#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya

Rabu, 16 November 2016

Kecukupan Rezeki

Ya Allah, bila rezekiku masih di langit, turunkanlah
Bila masih di bumi keluarkanlah
Bila masih jauh, dekatkanlah
Bila haram, sucikanlah
Bila sulit, mudahkanlah
Aamiin Aamiin Aamiin.... 


Sabtu, 12 November 2016

Rezeki Kecil Cukup, REZEKI BESAR Tambah Cukup


Ada sebuah fenomena di masyarakat bahwasanya banyak orang kaya yang takut miskin, bahkan di kalangan pengusaha batu bara ketika mereka hanya punya uang di tangan 1 M, mereka merasa hidupnya miskin sekali.
 
Sementara orang miskin tidak takut kaya, hanya mereka tidak pernah naik kelas dikarenakan persoalan mentalitas yang membelenggu mereka selama ini.

Jika ada pertanyaan, mana yang Anda akan pilih, biar kecil yang penting BERKAH atau biar besar asalkan berkah?
Tentu yang terakhir bukan, agar semakin kaya dan sejahtera Insya Allah semakin bertaqwa.
Aamiin..

Nantinya orang terdorong untuk menjadi kaya dan sejahtera dan setelah kaya serta sejahtera tersebut, tidak menjadi terikat oleh kekayaannya dikarenakan mereka suka bersedeqah atau beramal.

Hartanya Insya Allah menjadi saluran keberkahan bagi orang lain dan mereka Tahu-Paham-Sadar untuk mendayagunakannya.

Orang yang suka bersedeqah/beramal tersebut tidak akan menumpuk kekayaannya, karena mereka sadar di dalam harta mereka ada haknya orang lain.

Insya Allah keberkahan akan melingkupi negeri ini jika semua orang melaksanakannya, tentunya selagi tidak melanggar larangan dari  Allah SWT, misalkan tidak menggunakan riba dalam aktivitas bisnis dan kehidupannya.

Adapun keberkahan secara finansial meliputi dua aspek penting, yakni :

1. Aspek sosial

Tercukupinya pemenuhan diri dan keluarga dari leher ke bawah, artinya makan cukup, sandang terpenuhi, papan layak huni, olahraga teratur dan kebutuhan fisik lainnya.

Seseorang baik sebagai karyawan, pekerja mandiri, pebisnis ataupun sebagai investor dll mampu memerdekakan diri dan keluarganya dari kebutuhan-kebutuhan dunia tanpa adanya sebuah ikatan.

Dalam bahasa Hadits dikatakan, cukup letakkan dunia dan seluruh isinya di tangan, bukan di hati.

2. Aspek spiritual

Tercukupinya pemenuhan diri dari leher ke atas, artinya kecukupan intelektual, mental, emosional dan spiritual (Spirit dan Ritual) dengan nyaman.

Anda bisa dengan nyaman beribadah tanpa dihantui rasa was-was, dan ini merupakan kemerdekaan secara ruhani.

Setiap pengeluaran keuangan akan selalu memberikan manfaat sebesar-besarnya baik bagi kehidupan dunia dan akhirat. Dan tidak merasa sia-sia karena berVISIkan akhirat.
Menerima apapun kondisi dengan lapang dada. Dimana, ketika mendapatkan harta berlimpah digunakan untuk amal, tidak takut kehabisan harta dan tidak takut kehilangan.

Dalam kondisi lain, tidak lagi tergantung pada orang lain dalam menjemput rezeki, tetapi hanya bergantung kepada Allah SWT.

Bebas berbuat apa saja sesuai dengan norma keagamaan, tidak peduli apapun akibatnya terhadap rezeki, karir, bahkan kehidupan lainnya.

Dengan dua aspek inilah apapun bentuk rezekinya baik besar atau kecil selalu bersyukur dan bersabar.

Mari menjemput rezeki besar dan selalu merasa cukup!


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder SWAT ACTION
Motivator Keuangan Indonesia
0815 1999 4916



#RezekiKecilCukup
#RezekiBesarTambahCukup
#InvestasiIntan
#InvestasiInstan
#MasalahKeuangan
#BermainKaya
#QuoteKeuangan
#QuoteFinancial
#MotivasiKeuangan
#HariSoulPutra
#HarrySoulPutra
#MiskinMenengahKaya